Jumat, 18 September 2026

Sosialisasi dan Rapat Pra Pelaksanaan Dana Desa Tahap II, Pemdes Beruge Darat Perkuat Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas

 

TALANG UBI, PALI — Pemerintah Desa Beruge Darat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus rapat pra pelaksanaan Dana Desa (DD) tahap II. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam memastikan berbagai program yang telah direncanakan dapat dipersiapkan dan dilaksanakan secara tertib, transparan, serta sesuai dengan ketentuan pengelolaan keuangan desa.

Rapat pra pelaksanaan tersebut menjadi forum untuk menyamakan pemahaman antara pemerintah desa dan unsur terkait mengenai rencana kegiatan yang akan direalisasikan melalui Dana Desa tahap II. Pembahasan sebelum pelaksanaan dinilai penting agar setiap kegiatan memiliki persiapan yang matang, baik dari sisi administrasi, teknis pelaksanaan maupun pengawasan di lapangan.

Kepala Desa Beruge Darat, Edi Arman, menyampaikan bahwa pengelolaan Dana Desa harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, anggaran yang dikelola pemerintah desa pada dasarnya merupakan bagian dari sumber pembiayaan pembangunan yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat serta mendukung kemajuan desa.

“Setiap kegiatan yang dilaksanakan harus berdasarkan perencanaan dan ketentuan yang ada. Karena itu, sebelum masuk ke tahap pelaksanaan, kita perlu melakukan sosialisasi dan rapat terlebih dahulu agar semua pihak memahami apa yang akan dikerjakan, bagaimana pelaksanaannya, dan apa yang menjadi tujuan dari kegiatan tersebut,” ujar Edi Arman.

Ia menjelaskan, tahapan pra pelaksanaan juga diperlukan untuk meminimalkan terjadinya persoalan dalam proses pembangunan. Dengan adanya pembahasan sejak awal, berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan dapat dipersiapkan dengan lebih baik.

Selain itu, Pemerintah Desa Beruge Darat menempatkan aspek keterbukaan sebagai bagian penting dalam pengelolaan Dana Desa. Masyarakat memiliki ruang untuk mengetahui arah pembangunan desa, sementara pemerintah desa berkewajiban memastikan proses pengelolaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan sesuai mekanisme yang berlaku.

Menurut Edi Arman, pembangunan desa tidak cukup hanya dilihat dari seberapa besar anggaran yang dapat direalisasikan. Hal yang jauh lebih penting adalah kualitas pelaksanaan serta manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.

“Yang kita harapkan bukan hanya kegiatan selesai, tetapi hasilnya juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, pelaksanaan harus memperhatikan kualitas, ketepatan sasaran dan aturan yang berlaku,” katanya.

Dalam konteks pembangunan desa, Dana Desa memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu, proses perencanaan hingga pelaksanaan harus dilakukan secara hati-hati agar penggunaan anggaran tidak keluar dari tujuan yang telah ditetapkan.

Rapat pra pelaksanaan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah desa membangun komunikasi dan koordinasi sebelum kegiatan dimulai. Dengan koordinasi yang baik, pelaksanaan program diharapkan dapat berjalan lebih terarah serta mengurangi potensi kesalahan dalam pelaksanaan maupun administrasi.

Pemerintah Desa Beruge Darat juga menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah desa. Peran masyarakat dalam memberikan masukan dan melakukan pengawasan menjadi bagian penting dalam menciptakan tata kelola pembangunan desa yang sehat.

Edi Arman mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses pembangunan yang dilaksanakan melalui Dana Desa tahap II. Menurutnya, pengawasan masyarakat harus ditempatkan sebagai bentuk partisipasi untuk memastikan program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat.

“Kami tentu berharap masyarakat ikut berpartisipasi dan memberikan masukan. Pemerintah desa juga terbuka terhadap kritik dan saran selama tujuannya untuk memperbaiki pelaksanaan pembangunan dan memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah desa akan berupaya menjalankan seluruh tahapan kegiatan secara tertib, mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban. Setiap proses diharapkan tetap mengacu pada perencanaan dan regulasi yang menjadi dasar dalam pengelolaan Dana Desa.

Lebih jauh, pelaksanaan pembangunan desa juga diharapkan tidak berhenti pada aspek fisik semata. Pembangunan harus mampu memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat, baik melalui peningkatan sarana dan prasarana maupun melalui program pemberdayaan yang dapat mendukung kemandirian masyarakat desa.

Karena itu, sosialisasi dan rapat pra pelaksanaan Dana Desa tahap II di Desa Beruge Darat menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai proses pelaksanaan program. Koordinasi sejak awal diharapkan mampu menciptakan pelaksanaan kegiatan yang lebih tertib, efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemerintah Desa Beruge Darat di bawah kepemimpinan Kepala Desa Edi Arman berharap seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemerintah desa juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan agar pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi hasil kerja bersama seluruh masyarakat.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pengelolaan Dana Desa bukan semata-mata terletak pada terserapnya anggaran, melainkan pada sejauh mana anggaran tersebut mampu menghasilkan program yang tepat guna, berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui sosialisasi dan rapat pra pelaksanaan ini, Pemdes Beruge Darat menunjukkan komitmennya untuk mempersiapkan pelaksanaan Dana Desa tahap II secara lebih terarah. Dengan dukungan masyarakat dan koordinasi seluruh unsur terkait, pembangunan diharapkan dapat berjalan sesuai perencanaan serta memberi kontribusi terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat Desa Beruge Darat.

Transparansi, partisipasi dan akuntabilitas menjadi tiga unsur penting yang perlu terus dijaga, sehingga setiap rupiah anggaran desa benar-benar memiliki manfaat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Kamis, 17 September 2026

Hari PMI ke-81, Kapolsek Penukal Abab AKP Sumartono S.E. Ikut Donor Darah, Tegaskan Semangat Kemanusiaan

 

PALI-GARDAFAKTA

Momentum peringatan Hari Palang Merah Indonesia (PMI) ke-81 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama melalui aksi nyata. Salah satunya ditunjukkan oleh Kapolsek Penukal Abab, AKP Sumartono, S.E., yang turut ambil bagian dalam kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari PMI.

Kegiatan donor darah tersebut menjadi bagian dari semangat kemanusiaan yang terus didorong PMI di tengah kebutuhan terhadap ketersediaan darah bagi masyarakat. Hari PMI sendiri diperingati setiap 17 September dan pada tahun 2026 memasuki usia ke-81 dengan mengusung tema “Peduli, Bergerak, Bersama.” Tema tersebut menekankan bahwa kepedulian tidak cukup hanya diwujudkan melalui perhatian, tetapi perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata dan dilakukan secara bersama-sama.

Keikutsertaan AKP Sumartono dalam donor darah juga memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui langkah sederhana namun memiliki nilai kemanusiaan yang besar. Setiap darah yang didonorkan berpotensi membantu pasien yang membutuhkan transfusi, baik dalam kondisi darurat, menjalani tindakan medis, maupun dalam berbagai kebutuhan pelayanan kesehatan.

Donor darah pada dasarnya bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bagian dari upaya menjaga ketersediaan darah yang aman bagi masyarakat. Dalam konteks pelayanan kemanusiaan, PMI tidak hanya menjalankan kegiatan donor dan pelayanan darah, tetapi juga memiliki peran dalam penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan dan sosial, serta pembinaan relawan.

Di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai pimpinan kepolisian di wilayah hukum Penukal Abab, AKP Sumartono menunjukkan bahwa tugas menjaga masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial dan kemanusiaan.

“Donor darah bukan hanya tentang memberikan darah, tetapi tentang memberikan harapan kepada orang lain yang sedang membutuhkan. Setetes darah yang kita berikan mungkin terlihat sederhana bagi kita, tetapi bisa memiliki arti yang sangat besar bagi keselamatan seseorang,” demikian kutipan yang dapat digunakan sebagai pernyataan AKP Sumartono, S.E., apabila sesuai dengan keterangan beliau.

Menurutnya, semangat kemanusiaan harus terus tumbuh di tengah masyarakat. Kepedulian tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Justru, tindakan sederhana seperti mendonorkan darah secara sukarela dapat menjadi bentuk nyata solidaritas sosial.

“Saya mengajak masyarakat untuk tidak ragu melakukan donor darah apabila memenuhi persyaratan kesehatan. Jangan menunggu sampai keluarga kita sendiri membutuhkan darah baru kita menyadari betapa pentingnya ketersediaan darah. Kepedulian harus kita bangun sebelum keadaan darurat datang,” demikian draf kutipan yang dapat disesuaikan dengan pernyataan langsung Kapolsek.

Lebih jauh, momentum Hari PMI ke-81 dapat menjadi pengingat bahwa persoalan kemanusiaan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, aparat, organisasi kemanusiaan, tenaga kesehatan, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat memiliki ruang untuk mengambil bagian sesuai kapasitas masing-masing.

Semangat tersebut sejalan dengan tema “Peduli, Bergerak, Bersama” yang diusung pada peringatan Hari PMI 2026. Kepedulian menjadi titik awal, tindakan menjadi bentuk nyata, sementara kebersamaan menjadi kekuatan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Bagi jajaran kepolisian, keterlibatan dalam kegiatan sosial kemanusiaan juga dapat menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dengan masyarakat. Kehadiran polisi tidak hanya diukur dari pelaksanaan tugas penegakan hukum, tetapi juga dari sejauh mana institusi kepolisian mampu hadir dalam berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

AKP Sumartono sendiri selama ini tercatat aktif menjalankan tugas kepolisian di wilayah Penukal Abab. Dalam sejumlah kegiatan sebelumnya, Polsek Penukal Abab melakukan pemantauan kondisi lingkungan dan masyarakat, termasuk monitoring debit sungai sebagai langkah antisipasi potensi banjir.

Karena itu, keterlibatan Kapolsek dalam kegiatan donor darah di momentum Hari PMI menjadi bagian dari pesan yang lebih luas: bahwa kepedulian terhadap masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai bentuk pengabdian.

“Kita mungkin tidak selalu bisa membantu dengan cara yang sama. Tetapi ketika kita memiliki kesempatan untuk membantu, jangan lewatkan kesempatan tersebut. Karena kemanusiaan tidak mengenal batas profesi, jabatan maupun latar belakang. Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk peduli dan bergerak bersama,” demikian draf kutipan penutup yang dapat digunakan setelah dikonfirmasi kepada AKP Sumartono.

Peringatan Hari PMI ke-81 pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang perjalanan panjang organisasi kemanusiaan tersebut sejak berdiri pada 17 September 1945. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ajakan agar nilai kemanusiaan terus hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Donor darah menjadi salah satu contoh nyata bahwa membantu sesama tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Dengan memberikan sebagian kecil dari apa yang dimiliki, seseorang dapat ikut memberikan peluang kehidupan bagi orang lain.

Semangat Peduli, Bergerak, Bersama pun diharapkan tidak berhenti pada peringatan satu hari. Melainkan terus tumbuh menjadi budaya kepedulian di tengah masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), termasuk melalui aksi-aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


Hari PMI, Kapolsek Penukal Abab Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian dan Waspada Karhutla

 

PALI — Peringatan Hari Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi momentum untuk kembali meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta semangat saling membantu di tengah masyarakat. Semangat tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan upaya bersama menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat, termasuk dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kapolsek Penukal Abab, AKP Sumartono, S.E., menyampaikan ucapan selamat Hari PMI sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Menurutnya, semangat kemanusiaan tidak hanya diwujudkan ketika terjadi bencana atau keadaan darurat, tetapi juga melalui langkah pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama. Mencegah terjadinya bencana merupakan bentuk kepedulian yang sangat penting karena dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.

“Selamat Hari PMI. Semoga semangat kemanusiaan, kepedulian dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat. Kepedulian itu bukan hanya hadir ketika musibah terjadi, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama mencegah agar musibah tidak terjadi,” ujar AKP Sumartono.

Ia menegaskan, salah satu bentuk kepedulian yang saat ini perlu mendapat perhatian bersama adalah menjaga lingkungan dari potensi karhutla. Kondisi lahan yang kering, terutama pada musim kemarau, dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran apabila masyarakat tidak berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berhubungan dengan api.

Karena itu, Kapolsek mengimbau masyarakat Penukal Abab agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta tidak meninggalkan api dalam kondisi masih menyala, termasuk setelah melakukan aktivitas di kebun maupun lahan terbuka.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas apabila kondisi lahan kering dan angin cukup kuat. Dampaknya bukan hanya terhadap lahan, tetapi juga dapat mengancam permukiman, kesehatan masyarakat dan keselamatan bersama,” tegasnya.

AKP Sumartono juga mengajak masyarakat untuk tidak menganggap persoalan karhutla sebagai tanggung jawab aparat semata. Pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dunia usaha hingga unsur terkait lainnya.

Menurutnya, masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan dan lahan di sekitarnya. Dengan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat, potensi kebakaran dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum api semakin membesar.

“Kalau melihat adanya titik api atau kebakaran, segera laporkan kepada pihak terkait. Jangan menunggu api membesar. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan,” katanya.

Selain mengingatkan bahaya kebakaran, Kapolsek juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat di tengah ancaman asap akibat karhutla. Asap kebakaran dapat mengganggu kualitas udara dan berpotensi mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Dalam konteks Hari PMI, kepedulian terhadap persoalan tersebut menjadi bagian dari semangat kemanusiaan. Menjaga agar lingkungan tetap aman dan udara tetap bersih merupakan bentuk tanggung jawab bersama terhadap kehidupan masyarakat saat ini maupun generasi mendatang.

Peringatan Hari PMI pun diharapkan tidak berhenti pada ucapan dan kegiatan seremonial. Nilai kemanusiaan, solidaritas dan gotong royong harus diterjemahkan dalam tindakan nyata di tengah kehidupan masyarakat.

Kapolsek Penukal Abab mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari menjaga kehidupan. Setiap warga memiliki peran, sekecil apa pun, dalam mencegah terjadinya karhutla.

“Mari kita jadikan momentum Hari PMI ini sebagai pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Menjaga lingkungan, mencegah kebakaran dan saling mengingatkan adalah bagian dari kepedulian kita terhadap keselamatan bersama,” pungkas AKP Sumartono.

Dengan semangat kemanusiaan dan gotong royong, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa pencegahan karhutla bukan semata-mata persoalan penegakan hukum, melainkan juga persoalan kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama. Lingkungan yang aman, sehat dan bebas dari ancaman kebakaran menjadi kepentingan seluruh masyarakat.

Rabu, 16 September 2026

Hari PMI 2026, Momentum Memperkuat Semangat Kemanusiaan dan Kepedulian di Kabupaten PALI

 

PALI — Peringatan Hari Palang Merah Indonesia (PMI) yang diperingati setiap 17 September menjadi momentum penting untuk kembali menguatkan semangat kemanusiaan, kepedulian sosial, serta solidaritas di tengah masyarakat.

Hari PMI bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kemanusiaan harus terus hadir dalam kehidupan sehari-hari. PMI memiliki peran dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari pelayanan donor darah, penanganan kebencanaan, pertolongan pertama, hingga kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), semangat tersebut diharapkan terus tumbuh melalui keterlibatan PMI bersama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat.

Ketua PMI Kabupaten PALI, Harun S.H.M.H, dalam pesan Hari PMI menekankan pentingnya membangun budaya saling peduli dan membantu tanpa membedakan latar belakang masyarakat.

“Hari PMI hendaknya tidak hanya kita maknai sebagai sebuah peringatan, tetapi sebagai momentum untuk kembali mengingat bahwa kemanusiaan merupakan tanggung jawab kita bersama. PMI akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, membantu mereka yang membutuhkan, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan semangat gotong royong.”

Menurutnya, kekuatan PMI tidak hanya terletak pada organisasi, tetapi juga pada keberadaan para relawan dan masyarakat yang dengan sukarela memberikan waktu, tenaga, pikiran, bahkan darahnya untuk membantu sesama.

Donor darah, misalnya, merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian yang sederhana namun memiliki arti besar bagi orang lain. Darah yang disumbangkan seorang pendonor dapat menjadi harapan bagi pasien yang membutuhkan transfusi dalam kondisi tertentu.

“Setetes darah yang kita berikan mungkin terlihat sederhana bagi kita, tetapi bagi orang lain bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti. Karena itu, kami mengajak masyarakat PALI untuk terus meningkatkan kepedulian, termasuk melalui donor darah dan berbagai kegiatan sosial kemanusiaan lainnya,” ujar Harun.

Ia juga menyampaikan bahwa tantangan kemanusiaan di tengah masyarakat dapat muncul kapan saja, termasuk ketika terjadi bencana, kecelakaan, maupun kondisi darurat lainnya. Karena itu, kesiapsiagaan relawan dan kekuatan koordinasi menjadi bagian penting dalam mendukung kerja-kerja kemanusiaan.

PMI PALI, lanjutnya, diharapkan tidak hanya bergerak ketika terjadi keadaan darurat, tetapi juga aktif membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hidup sehat, kesiapsiagaan menghadapi bencana, pertolongan pertama, serta kepedulian terhadap sesama.

“Kita ingin PMI PALI terus tumbuh menjadi organisasi kemanusiaan yang dekat dengan masyarakat. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, semangat kemanusiaan harus menjadi yang pertama hadir. Karena pada akhirnya, yang kita bangun bukan hanya sebuah organisasi, tetapi rasa persaudaraan dan kepedulian di tengah masyarakat,” tuturnya.

Peringatan Hari PMI juga menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada para relawan yang selama ini bekerja dengan semangat kemanusiaan. Mereka merupakan bagian penting dalam berbagai kegiatan PMI dan kerap berada di lapangan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Harun berharap semangat kerelawanan tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi muda di Kabupaten PALI. Anak-anak muda dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan baru dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

“Mari kita jadikan Hari PMI sebagai momentum untuk memperkuat rasa kemanusiaan. Jangan menunggu menjadi orang besar untuk berbuat baik. Dari hal-hal kecil, dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar, dari membantu tetangga, dari mendonorkan darah, semuanya merupakan bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat PALI menjadikan semangat “kemanusiaan tanpa batas” sebagai nilai yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Sebab, menurutnya, kepedulian tidak mengenal perbedaan dan pertolongan tidak seharusnya diberikan hanya kepada mereka yang memiliki hubungan dekat.

Dengan semangat tersebut, Hari PMI di Kabupaten PALI diharapkan menjadi pengingat bahwa keberadaan PMI bukan hanya tentang organisasi, seragam, ataupun kegiatan seremonial, melainkan tentang manusia yang hadir untuk membantu manusia lainnya.

“Selamat Hari PMI. Mari terus menebarkan kepedulian, memperkuat solidaritas, dan bersama-sama membangun PALI yang semakin peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Setetes darah, sejuta harapan,” tutup Harun S.H.M.H.

Senin, 14 September 2026

Wakil Ketua DPRD PALI H. Kristian S.M. Ajak Masyarakat Waspada DBD, Perkuat Gerakan 3M Plus

 

PALI — Memasuki kondisi cuaca yang tidak menentu, masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut perlu diantisipasi bersama, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk.

Imbauan tersebut disampaikan H. Kristian S.M., selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI, yang mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tidak menganggap persoalan DBD sebagai masalah kesehatan semata, melainkan sebagai tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.

Menurutnya, langkah pencegahan sebenarnya dapat dilakukan mulai dari lingkungan rumah masing-masing. Masyarakat diminta secara rutin memeriksa tempat penampungan air, membersihkan lingkungan, serta memastikan tidak ada wadah atau barang bekas yang dapat menampung air hujan dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten PALI untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD. Jangan menunggu sampai ada anggota keluarga yang sakit baru kita bergerak. Pencegahan harus dimulai dari rumah dan lingkungan kita masing-masing,” ujar H. Kristian S.M.

Ia menekankan pentingnya menerapkan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mengubur atau memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan air. Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan langkah tambahan seperti menggunakan obat antinyamuk, memasang kelambu, menjaga kebersihan lingkungan, dan segera melakukan pemeriksaan apabila muncul gejala yang mengarah pada DBD.

H. Kristian menilai kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam memutus rantai penyebaran DBD. Upaya pemberantasan sarang nyamuk tidak akan maksimal apabila hanya mengandalkan petugas kesehatan maupun pemerintah, sementara lingkungan tempat tinggal masih banyak ditemukan genangan air dan tempat perkembangbiakan nyamuk.

“Pemerintah tentu memiliki peran dalam memberikan pelayanan kesehatan dan melakukan langkah penanganan. Namun, masyarakat juga mempunyai peran yang sangat penting. Kalau setiap rumah tangga mau rutin membersihkan lingkungannya, Insyaallah risiko berkembangnya nyamuk penyebab DBD bisa kita tekan bersama,” katanya.

Sebagai wakil rakyat, dirinya juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan kondisi lingkungan yang berpotensi menjadi sumber perkembangbiakan nyamuk maupun apabila terdapat warga yang mengalami gejala penyakit yang mengarah kepada DBD.

Menurutnya, kewaspadaan sejak dini jauh lebih baik dibandingkan melakukan penanganan ketika kasus sudah meningkat. Terlebih, DBD dapat menyerang siapa saja dan apabila terlambat mendapatkan penanganan medis, kondisi penderita dapat menjadi serius.

Ia berharap gerakan menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya dilakukan ketika muncul kasus DBD, tetapi menjadi kebiasaan dan budaya hidup bersih masyarakat PALI.

“Mari kita jadikan kebersihan sebagai kebiasaan, bukan hanya karena ada imbauan. Rumah bersih, lingkungan bersih, tempat penampungan air terkontrol, dan gerakan 3M Plus dilakukan secara rutin. Dengan kebersamaan dan kepedulian, kita bisa mencegah DBD dan menjaga keluarga kita tetap sehat,” pungkas H. Kristian S.M.

Dengan adanya imbauan tersebut, masyarakat Kabupaten PALI diharapkan semakin meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Mencegah DBD bukan hanya tugas pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi merupakan gerakan bersama yang dimulai dari satu rumah, satu keluarga, hingga seluruh lingkungan masyarakat.

Pertamina EP Adera Field Perkuat Sinergi Masyarakat di Dua Desa PALI, Dorong Kesadaran Bersama Jaga Objek Vital Nasional

 

PALI — PT Pertamina EP Adera Field terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat di wilayah operasinya sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, kelancaran kegiatan hulu minyak dan gas bumi (migas), sekaligus membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya keberadaan Objek Vital Nasional (Obvitnas).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Hukum dan Regulasi Pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang digelar di dua desa di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yakni Desa Pengabuan Timur dan Desa Betung Selatan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Integrated Community Based Security (ICBS) yang menempatkan masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam menciptakan keamanan dan kondusivitas di sekitar wilayah operasi perusahaan. �

Mattanews.co

Sosialisasi di Desa Pengabuan Timur dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, kemudian dilanjutkan di Desa Betung Selatan pada Kamis, 10 September 2026.

Kegiatan tersebut turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, Forkopimcam, Kejaksaan Negeri PALI, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI, Polsek Penukal Abab hingga jajaran manajemen Pertamina EP Adera Field. Kehadiran lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa aspek keamanan kegiatan hulu migas tidak dapat dipandang sebagai tanggung jawab satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi dan kepedulian bersama. �

Mattanews.co

Materi yang disampaikan dalam sosialisasi mencakup pemahaman mengenai aspek hukum dan regulasi pengamanan Obvitnas, termasuk keberadaan jalur pipa, kepala sumur serta wilayah kerja yang berstatus Barang Milik Negara.

Bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan wilayah operasi migas, pemahaman tersebut menjadi penting. Sebab, aktivitas masyarakat di sekitar fasilitas operasi perlu berjalan beriringan dengan ketentuan keselamatan, keamanan, perlindungan lingkungan serta aturan hukum yang berlaku.

Kepala Desa Betung Selatan Apresiasi Sosialisasi Pertamina

Kepala Desa Betung Selatan, H. Darlani, menyampaikan apresiasi atas dilaksanakannya kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat mengenai batasan aktivitas yang diperbolehkan maupun yang harus dihindari di sekitar wilayah operasi.

“Terima kasih sudah diadakan acara ini, sehingga masyarakat bisa tahu dan paham apa yang boleh dan tidak boleh serta dapat ikut mendukung keamanan dan lingkungan di sekitar wilayah operasi PEP Adera,” ujar H. Darlani. �

Mattanews.co

Ia menilai, semakin baik pemahaman masyarakat terhadap aturan dan keberadaan fasilitas operasi, maka semakin besar pula peluang terciptanya lingkungan yang aman, tertib dan kondusif.

Desa Pengabuan Timur Dorong Komunikasi Berkelanjutan

Hal senada disampaikan Kepala Desa Pengabuan Timur, Ivey Sastra. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang terus dibangun antara pemerintah desa, masyarakat dan Pertamina EP Adera Field.

“Kami berharap komunikasi dan sinergi antara desa dengan Pertamina EP Adera dapat terus diperkuat,” kata Ivey Sastra. �

Mattanews.co

Menurutnya, komunikasi yang baik akan menjadi fondasi penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan sekaligus mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Dengan pola komunikasi yang terbuka, masyarakat dapat memahami posisi dan fungsi fasilitas operasi, sementara perusahaan juga dapat memperoleh masukan langsung dari masyarakat yang berada paling dekat dengan wilayah operasional.

Adam Syukron: Masyarakat Garda Terdepan Pengamanan

Sementara itu, Field Manager Pertamina EP Adera, Adam Syukron Nasution, menegaskan bahwa masyarakat memiliki posisi strategis dalam mendukung pengamanan wilayah operasi.

Adam menyebut sosialisasi tersebut bukan sekadar kegiatan penyampaian regulasi, tetapi menjadi ruang untuk membangun kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah dan aparat penegak hukum.

“Sosialisasi ini sebagai ruang kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah dan aparat penegak hukum. Kami berharap pemahaman ini dapat memperkuat kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan serta lingkungan,” ujar Adam Syukron Nasution. �

Mattanews.co

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan pengamanan yang dikembangkan Pertamina EP Adera Field tidak hanya bertumpu pada aspek teknis maupun aparat keamanan, tetapi juga mengedepankan partisipasi masyarakat sebagai bagian dari sistem pengamanan berbasis komunitas.

Pendekatan tersebut menjadi relevan karena masyarakat merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar wilayah operasi. Dengan meningkatnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat, potensi gangguan terhadap fasilitas operasi maupun lingkungan dapat diminimalisir sejak dini.

Bangun Keamanan Melalui Kolaborasi

Pengamanan Obvitnas pada akhirnya bukan hanya persoalan menjaga fasilitas perusahaan. Lebih jauh, keamanan merupakan bagian dari upaya memastikan kegiatan hulu migas dapat berlangsung secara aman, tertib dan berkelanjutan.

Karena itu, sinergi antara Pertamina EP Adera Field, pemerintah desa, masyarakat, aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan lainnya menjadi elemen penting dalam menjaga keberlangsungan operasi.

Melalui ICBS, masyarakat tidak ditempatkan hanya sebagai penerima informasi, tetapi didorong menjadi bagian dari ekosistem pengamanan melalui peningkatan pemahaman, kepedulian dan komunikasi.

Kegiatan di Desa Pengabuan Timur dan Desa Betung Selatan sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara perusahaan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Terlebih, keberadaan kegiatan hulu migas membutuhkan kondisi sosial yang kondusif agar kegiatan operasional dapat berjalan secara optimal dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan.

Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan berbagai pihak, manajemen Pertamina EP Adera Field juga menyerahkan plakat kepada pemerintah desa, kecamatan, kepolisian, Kejaksaan Negeri PALI dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI. �

Mattanews.co

Dengan terbangunnya komunikasi yang konsisten dan kolaborasi lintas sektor, Pertamina EP Adera Field berharap kesadaran masyarakat terhadap keamanan Obvitnas semakin kuat.

Pada akhirnya, menjaga fasilitas strategis negara bukan hanya menjadi tugas perusahaan dan aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian masyarakat di tingkat paling dekat dengan wilayah operasi.

Dari Desa Pengabuan Timur hingga Desa Betung Selatan, pesan yang dibangun cukup jelas: **keamanan operasi migas akan semakin kuat ketika perusahaan dan masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan berdiri dalam satu barisan melalui komunikasi, kepedulian dan kolaborasi.**

Jumat, 11 September 2026

Wakil Ketua DPRD PALI H. Kristian S.M Imbau Masyarakat Waspadai Karhutla, Jangan Bakar Lahan Sembarangan

 

PALI, Garda Fakta — Memasuki musim kemarau yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius. Kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering membuat vegetasi serta lahan mudah terbakar, sehingga sedikit saja kelalaian dapat memicu kebakaran yang meluas.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI, H. Kristian S.M, mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, khususnya ketika berada di kawasan perkebunan, semak belukar maupun lahan yang kondisinya kering.

Menurutnya, pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, TNI, Polri, BPBD maupun petugas pemadam kebakaran. Peran masyarakat justru menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah munculnya titik api sejak dini.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten PALI agar benar-benar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan, terutama dalam kondisi kemarau,” imbau H. Kristian S.M.

Ia menegaskan, persoalan karhutla tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Selain dapat merusak lingkungan dan mengancam perkebunan maupun permukiman masyarakat, kebakaran juga berpotensi menimbulkan asap yang mengganggu aktivitas warga serta kualitas udara.

Karena itu, menurut H. Kristian, langkah pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama. Masyarakat diminta tidak hanya berhati-hati ketika menggunakan api, tetapi juga segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang mencurigakan di sekitar wilayah tempat tinggal maupun lahan perkebunan.

“Kalau melihat ada titik api, jangan dibiarkan. Segera laporkan kepada pemerintah desa, aparat setempat, BPBD, pemadam kebakaran atau pihak terkait lainnya. Semakin cepat diketahui dan ditangani, semakin kecil kemungkinan api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya mengingatkan masyarakat yang melakukan aktivitas di lahan agar tidak meninggalkan bara api, puntung rokok, maupun sumber api lainnya dalam kondisi masih menyala. Terlebih, pada musim kemarau, lahan yang terlihat aman sekalipun dapat menyimpan material kering yang sangat mudah terbakar.

H. Kristian juga mengajak pemerintah desa bersama masyarakat untuk memperkuat sistem kewaspadaan di tingkat lingkungan. Menurutnya, budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan harus terus dibangun, sebab penanganan karhutla akan jauh lebih efektif apabila dilakukan sejak tahap pencegahan.

“Kita ingin PALI tetap aman dari karhutla. Jangan sampai karena kelalaian sesaat, dampaknya dirasakan oleh banyak orang. Mari sama-sama menjaga lahan, menjaga lingkungan dan menghindari segala bentuk aktivitas pembakaran yang dapat memicu kebakaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, upaya menjaga lingkungan dari ancaman karhutla juga merupakan bentuk tanggung jawab bersama terhadap generasi mendatang. Hutan, lahan dan lingkungan yang terjaga bukan hanya memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi warisan penting bagi anak cucu.

Wakil Ketua DPRD PALI tersebut berharap seluruh elemen masyarakat dapat membangun kesadaran bahwa mencegah kebakaran jauh lebih baik daripada harus memadamkan kebakaran setelah api terlanjur meluas.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, ditambah sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, TNI, Polri, BPBD, Damkar dan seluruh unsur terkait, diharapkan potensi karhutla di Kabupaten PALI dapat ditekan semaksimal mungkin.

“Mari kita jaga PALI bersama. Jangan bermain api di lahan, jangan membakar sembarangan, dan jangan menunggu api membesar baru bertindak. Pencegahan adalah tanggung jawab kita semua,” pungkas H. Kristian S.M.

Kamis, 10 September 2026

Pemdes tanjung kurung sampaikan duka mendalam atas wafatnya ibunda bupati PALI

 

PALI — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Hajjah Salbiah binti Haji Ajunas, ibunda tercinta Bupati PALI Asgianto, S.T., telah berpulang ke rahmatullah pada hari ini di Rumah Sakit Charitas Palembang.

Kepergian almarhumah menjadi duka yang mendalam bagi keluarga besar, kerabat, sahabat, serta masyarakat yang turut merasakan kehilangan. Sosok seorang ibu tentu memiliki tempat yang begitu istimewa dalam kehidupan seorang anak, sehingga kepergian untuk selama-lamanya meninggalkan kesedihan dan kenangan yang tidak akan pernah terlupakan.

Ungkapan belasungkawa pun datang dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten PALI. Salah satunya disampaikan oleh Kepala Desa Tanjung Kurung, Taufik, yang menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya Hajjah Salbiah binti Haji Ajunas.

Atas nama pribadi, keluarga, Pemerintah Desa Tanjung Kurung, serta seluruh masyarakat Desa Tanjung Kurung, Taufik menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada Bupati PALI Asgianto, S.T. beserta seluruh keluarga besar yang tengah menghadapi kehilangan sosok ibu tercinta.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami atas nama pribadi, keluarga, Pemerintah Desa Tanjung Kurung dan seluruh masyarakat Desa Tanjung Kurung menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhumah Hajjah Salbiah binti Haji Ajunas, ibunda Bapak Bupati PALI," ujar Taufik.

Menurutnya, kepergian seorang ibu merupakan kehilangan yang sangat berat bagi seorang anak maupun keluarga. Seorang ibu bukan hanya menjadi tempat bernaung dan mencurahkan kasih sayang, tetapi juga menjadi sosok yang senantiasa memberikan doa, nasihat, serta ketulusan sepanjang perjalanan kehidupan anak-anaknya.

Namun, di balik rasa kehilangan tersebut, Taufik mengajak seluruh keluarga yang ditinggalkan untuk senantiasa menguatkan hati dan menerima ketetapan Allah SWT dengan penuh keikhlasan. Sebab, setiap manusia pada hakikatnya akan kembali kepada Sang Pencipta ketika telah tiba waktunya.

"Kita semua tentu sangat berduka atas kepergian almarhumah. Kehilangan seorang ibu bukanlah perkara yang mudah. Akan tetapi, sebagai umat yang beriman, kita harus percaya bahwa semua yang hidup pasti akan kembali kepada Allah SWT. Semoga keluarga besar Bapak Bupati diberikan kekuatan, kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini," tuturnya.

Taufik juga mendoakan agar seluruh amal ibadah dan kebaikan yang telah dilakukan almarhumah selama hidup mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Ia berharap almarhumah memperoleh tempat yang mulia di sisi-Nya serta diampuni segala dosa dan kekhilafannya.

"Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan almarhumah, menerima seluruh amal ibadah dan amal baiknya, melapangkan serta menerangi alam kuburnya, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga almarhumah mendapatkan husnul khatimah," kata Taufik.

Lebih lanjut, Taufik menyampaikan bahwa masyarakat juga turut merasakan duka yang sedang dialami keluarga Bupati PALI. Menurutnya, rasa empati dan kepedulian kepada keluarga yang sedang berduka merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat yang harus terus dijaga.

Ia berharap doa dan dukungan moril dari masyarakat dapat menjadi penguat bagi keluarga besar Bupati PALI dalam melewati masa duka tersebut.

"Kami juga mengajak masyarakat, khususnya masyarakat Desa Tanjung Kurung, untuk bersama-sama mendoakan almarhumah. Mudah-mudahan doa yang kita panjatkan menjadi amal kebaikan dan semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik bagi beliau," ungkapnya.

Taufik juga menyampaikan doa agar Bupati PALI Asrianta, S.T. beserta keluarga diberikan keteguhan hati dalam menghadapi kepergian orang yang sangat dicintai. Ia berharap keluarga besar dapat mengikhlaskan kepergian almarhumah sembari terus mengenang segala kebaikan dan keteladanan yang telah ditinggalkan semasa hidup.

"Semoga Bapak Bupati beserta keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan. Jadikan segala kebaikan almarhumah sebagai kenangan yang indah dan doa terbaik untuk beliau. Insyaallah, setiap doa dari anak yang saleh dan keluarga yang ditinggalkan akan menjadi bentuk cinta yang terus mengalir meskipun seseorang telah berpulang," lanjut Taufik.

Di akhir penyampaiannya, Kepala Desa Tanjung Kurung kembali menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga besar Bupati PALI.

"Sekali lagi, atas nama pribadi, keluarga, Pemerintah Desa Tanjung Kurung dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah Hajjah Salbiah binti Haji Ajunas mendapatkan rahmat dan ampunan Allah SWT, ditempatkan di tempat yang mulia, serta seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, keikhlasan dan ketabahan," pungkasnya.

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.

Semoga almarhumah Hajjah Salbiah binti Haji Ajunas mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kekhilafannya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan.

Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.


Kades Karangtanding Asnawi Hasan Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ibunda Bupati PALI

 

PALI — Kabar duka mendalam menyelimuti keluarga besar Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Hajjah Salbiah binti Haji Ajunas, ibunda tercinta Bupati PALI Asrianta, S.T., telah berpulang ke rahmatullah pada hari ini di Rumah Sakit Charitas Palembang.

Kepergian almarhumah menjadi duka yang mendalam, bukan hanya bagi keluarga besar, tetapi juga bagi kerabat, sahabat, serta masyarakat yang turut merasakan kehilangan atas berpulangnya sosok seorang ibu yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarga.

Di tengah suasana duka tersebut, ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat Kabupaten PALI. Salah satunya datang dari Kepala Desa Karangtanding, Kecamatan Penukal Utara, Asnawi Hasan, S.H., yang menyampaikan rasa duka cita sekaligus doa terbaik atas wafatnya Hajjah Salbiah binti Haji Ajunas.

Atas nama pribadi, keluarga, Pemerintah Desa Karangtanding, serta seluruh masyarakat Desa Karangtanding, Asnawi Hasan menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada Bupati PALI Asrianta, S.T. beserta seluruh keluarga besar yang tengah kehilangan sosok ibu tercinta.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami atas nama pribadi, keluarga, Pemerintah Desa Karangtanding dan seluruh masyarakat Desa Karangtanding, Kecamatan Penukal Utara, menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhumah Hajjah Salbiah binti Haji Ajunas, ibunda Bapak Bupati PALI," ujar Asnawi.

Menurut Asnawi, kehilangan seorang ibu merupakan salah satu ujian terberat bagi setiap anak. Sosok ibu memiliki tempat yang begitu istimewa dalam kehidupan keluarga, sehingga kepergiannya tentu meninggalkan ruang duka yang tidak mudah untuk diisi kembali.

Namun demikian, sebagai umat yang percaya kepada ketetapan Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan diharapkan dapat menerima kepergian tersebut dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Sebab, kehidupan dan kematian merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT yang tidak dapat dihindari oleh setiap manusia.

"Kita semua tentu merasa kehilangan. Seorang ibu adalah sosok yang sangat berarti bagi keluarga, tempat seorang anak mendapatkan kasih sayang, doa dan ketulusan sepanjang hidupnya. Tetapi kita harus yakin bahwa semua yang hidup akan kembali kepada Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan untuk menerima takdir ini," ungkapnya.

Asnawi juga mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhumah selama hidup diterima oleh Allah SWT. Ia berharap segala kebaikan yang pernah dilakukan almarhumah menjadi amal jariyah serta menjadi penerang di alam kubur.

"Kami mendoakan semoga almarhumah mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT, diterima seluruh amal ibadahnya, diampuni segala dosa dan kekhilafannya, dilapangkan serta diterangi alam kuburnya, dan ditempatkan di tempat yang paling mulia di sisi Allah SWT," ucapnya.

Lebih lanjut, Asnawi menyampaikan doa khusus bagi Bupati PALI Asrianta, S.T. bersama keluarga besar agar diberikan ketabahan dalam menghadapi suasana duka tersebut. Menurutnya, kehilangan seorang ibu tentu meninggalkan kesedihan yang sangat dalam, terlebih bagi seorang anak yang selama hidupnya mendapatkan kasih sayang dan doa dari seorang ibu.

"Semoga Bapak Bupati PALI beserta keluarga besar diberikan kesabaran, ketabahan, kekuatan dan keikhlasan. Tidak ada kata-kata yang mungkin cukup untuk menggambarkan beratnya kehilangan seorang ibu. Namun mudah-mudahan doa dari keluarga dan seluruh masyarakat dapat menjadi penguat bagi keluarga yang sedang berduka," katanya.

Ia pun mengajak masyarakat Kabupaten PALI, khususnya masyarakat Desa Karangtanding dan Kecamatan Penukal Utara, untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi almarhumah. Menurutnya, doa menjadi salah satu bentuk kepedulian sekaligus penghormatan terakhir yang dapat diberikan kepada seseorang yang telah berpulang ke hadapan Allah SWT.

"Mari kita sama-sama mendoakan almarhumah. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik untuk beliau, menjadikannya sebagai ahli surga, serta mempertemukan kembali dengan keluarga tercinta dalam keadaan yang diridhai Allah SWT," tambahnya.

Asnawi menegaskan, suasana duka yang dirasakan keluarga Bupati PALI merupakan duka yang juga turut dirasakan masyarakat. Sebab, seorang pemimpin daerah merupakan bagian dari masyarakat, sehingga ketika keluarga pemimpin mengalami musibah, masyarakat pun memiliki rasa empati untuk memberikan dukungan moril dan doa.

Ucapan belasungkawa tersebut sekaligus menjadi bentuk solidaritas masyarakat Desa Karangtanding kepada keluarga besar Bupati PALI. Asnawi berharap seluruh keluarga dapat melalui masa berkabung dengan penuh kesabaran serta senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah SWT.

"Sekali lagi, kami dari Desa Karangtanding, Kecamatan Penukal Utara, menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah Hajjah Salbiah binti Haji Ajunas husnul khatimah dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Semoga segala amal baik beliau diterima dan menjadi bekal terbaik menghadap Allah SWT," pungkasnya.

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.

Allahummaghfir laha warhamha wa 'afiha wa'fu 'anha.

Semoga almarhumah Hajjah Salbiah binti Haji Ajunas mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kesalahannya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran dan keikhlasan.

Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

Meriahkan HUT RI ke-81, Desa Sukaraja Penukal Bagikan Hadiah dalam Balutan Peringatan Maulid Nabi

 

PALI —GARDAFAKTA

 Pemerintah Desa Sukaraja, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menggelar pembagian hadiah dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan, sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beserta anggota, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, serta masyarakat Desa Sukaraja. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut semakin memperkuat suasana kebersamaan dalam kegiatan yang menggabungkan semangat nasionalisme dan nilai-nilai keagamaan.


Pembagian hadiah menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang disambut antusias oleh masyarakat. Hadiah diberikan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi warga dalam memeriahkan rangkaian kegiatan HUT RI ke-81. Tidak sekadar menjadi ajang pemberian hadiah, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun rasa persaudaraan antarwarga.

Kepala Desa Sukaraja, Ali Padilla, mengatakan bahwa peringatan HUT RI hendaknya tidak dimaknai sebatas kegiatan seremonial. Menurutnya, kemerdekaan merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan yang harus dihargai dengan cara menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kemerdekaan bukan sekadar angka yang bertambah setiap tahun, tetapi sebuah amanah dari para pahlawan yang harus kita jaga dan kita isi dengan hal-hal yang positif. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Ali Padilla.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua BPD dan seluruh anggota, tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, panitia, serta seluruh warga yang telah berpartisipasi dan mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ketua BPD beserta seluruh anggota, para tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat desa, panitia, dan seluruh masyarakat Desa Sukaraja. Kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan kita. Pemerintah desa tidak akan mampu berjalan sendiri tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat,” katanya.

Menurut Ali Padilla, semangat gotong royong dan kebersamaan harus terus dipelihara karena menjadi modal penting dalam menjalankan pembangunan desa. Perbedaan latar belakang maupun pandangan, kata dia, hendaknya tidak menjadi penghalang untuk bersama-sama membangun desa.

Selain memperingati HUT RI ke-81, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita tidak hanya ingin merayakan kemerdekaan, tetapi juga mengambil hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Rasulullah mengajarkan kepada kita tentang persaudaraan, kepedulian, kejujuran, dan bagaimana membangun kehidupan yang harmonis. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap semangat yang tercipta dalam kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan tidak berhenti setelah acara selesai. Menurutnya, kebersamaan antara pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh warga merupakan fondasi penting untuk menciptakan Desa Sukaraja yang semakin maju, aman, rukun, dan sejahtera.

“Harapan kami, kegiatan ini bukan hanya meninggalkan kenangan berupa hadiah atau kemeriahan, tetapi juga meninggalkan semangat untuk terus bersatu dan berbuat yang terbaik bagi desa. Mari kita jadikan kemerdekaan sebagai energi untuk membangun, dan jadikan keteladanan Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan,” pungkas Ali Padilla.

Kegiatan ditutup dengan suasana penuh keakraban. Masyarakat tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, sementara kehadiran unsur pemerintahan desa, BPD, tokoh masyarakat, dan tokoh agama menunjukkan kuatnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersamaan di Desa Sukaraja.

Momentum HUT RI ke-81 yang dirangkaikan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa kemajuan desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kuatnya persatuan, gotong royong, dan karakter masyarakatnya.

Selasa, 08 September 2026

Pos Damkar Gunung Menang Hadir, Camat Penukal Apresiasi dan Harap Perkuat Penanganan Karhutla

 

PALI — Kehadiran Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) di Desa Gunung Menang, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mendapat apresiasi dari Camat Penukal, Faizen Otto Berlin, SP. Keberadaan pos tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana kebakaran, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap menjadi ancaman saat musim kemarau.

Menurut Faizen Otto Berlin, keberadaan Pos Damkar di wilayah Kecamatan Penukal memiliki arti penting karena penanganan kebakaran membutuhkan respons yang cepat. Jarak dan waktu tempuh menuju lokasi kejadian menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan dalam upaya meminimalisir dampak kebakaran agar tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Ia mengapresiasi adanya Pos Damkar di Desa Gunung Menang dan berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan perlindungan serta pelayanan kepada masyarakat, bukan hanya di Desa Gunung Menang, tetapi juga wilayah lain di Kecamatan Penukal yang membutuhkan penanganan ketika terjadi kebakaran.

“Kami sangat mengapresiasi dengan adanya Pos Damkar di Desa Gunung Menang ini. Tentunya ini menjadi sebuah langkah positif dalam meningkatkan kesiapsiagaan kita menghadapi bencana kebakaran, baik karhutla maupun kebakaran lainnya. Kami berharap keberadaan Pos Damkar ini dapat benar-benar membantu masyarakat, khususnya dalam memberikan respons yang cepat ketika terjadi kebakaran di wilayah Kecamatan Penukal,” ujar Faizen Otto Berlin.

Camat Penukal juga menekankan bahwa keberadaan armada dan personel pemadam kebakaran harus berjalan beriringan dengan kesadaran masyarakat. Menurutnya, upaya pencegahan tetap menjadi bagian terpenting dalam menghadapi ancaman kebakaran. Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api, terutama ketika kondisi cuaca panas dan lahan dalam keadaan kering.


Dengan adanya Pos Damkar, koordinasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, petugas pemadam kebakaran, aparat keamanan, serta masyarakat diharapkan semakin solid. Kecepatan informasi dari masyarakat ketika melihat adanya titik api juga menjadi faktor penting agar petugas dapat segera bergerak sebelum api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Sementara itu, Kepala Desa Gunung Menang, Sayadi, menyampaikan rasa terima kasih sekaligus kebanggaannya atas hadirnya Pos Damkar di wilayah desanya. Menurutnya, keberadaan pos tersebut merupakan sebuah fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama dalam menghadapi kondisi yang rawan terjadi kebakaran.

Sayadi menilai Pos Damkar bukan sekadar tempat keberadaan armada pemadam, tetapi juga menjadi bagian dari sistem perlindungan masyarakat. Dengan lokasi yang lebih dekat dengan permukiman dan wilayah rawan kebakaran, respons terhadap kejadian di lapangan diharapkan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terkoordinasi.

“Kami selaku Pemerintah Desa Gunung Menang tentunya sangat berterima kasih dan merasa bangga dengan adanya Pos Damkar di desa kami. Ini merupakan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap keberadaan Pos Damkar ini dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu masyarakat apabila terjadi kebakaran, baik kebakaran rumah maupun kebakaran hutan dan lahan,” kata Sayadi.

Ia juga berharap keberadaan Pos Damkar dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran. Menurutnya, penanggulangan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap masyarakat juga ikut menjaga dan mencegah terjadinya kebakaran. Jangan sampai ketika api sudah besar baru kita bergerak. Pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Dengan adanya Pos Damkar ini, mudah-mudahan ketika ada kejadian, penanganannya bisa lebih cepat sehingga api tidak sampai meluas,” tuturnya.

Kehadiran Pos Damkar di Desa Gunung Menang diharapkan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kesiapsiagaan kebakaran di Kecamatan Penukal. Terlebih, kondisi musim kemarau dapat meningkatkan risiko kebakaran di kawasan permukiman maupun lahan terbuka dan kawasan yang memiliki vegetasi kering.

Sinergi antara pemerintah, petugas Damkar, pemerintah desa, aparat keamanan dan masyarakat menjadi kunci agar keberadaan Pos Damkar benar-benar memberikan manfaat nyata. Tidak hanya bertindak ketika api telah berkobar, tetapi juga membangun budaya pencegahan, kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan semakin dekatnya layanan pemadam kebakaran kepada masyarakat, diharapkan setiap kejadian dapat ditangani secara cepat, tepat dan terukur. Pada akhirnya, keberadaan Pos Damkar Gunung Menang bukan hanya menjadi simbol hadirnya pelayanan pemerintah di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi benteng awal dalam melindungi keselamatan jiwa, harta benda dan lingkungan dari ancaman kebakaran.

Sabtu, 05 September 2026

Kades Lubuk Tampui Budiman Ingatkan Warga: Jangan Bermain Api, Jaga Hutan dan Lahan di Tengah Kemarau

 

PALI — Musim kemarau yang masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menempatkan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai ancaman yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Tanah yang mengering, vegetasi yang kehilangan kelembapan, serta semak belukar yang mudah terbakar menjadi kondisi ideal bagi api untuk berkembang dan menjalar dengan cepat.

Di tengah situasi tersebut, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu benteng terpenting dalam mencegah terjadinya kebakaran. Sebab, dalam kondisi lingkungan yang kering, sebuah api yang awalnya kecil dapat berubah menjadi persoalan besar ketika tidak segera dikendalikan.

Menyikapi kondisi itu, Kepala Desa Lubuk Tampui, Kecamatan Penukal Utara, Budiman, mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di kawasan perkebunan, semak belukar, hutan, maupun lahan yang berada dalam kondisi kering.

Budiman menegaskan bahwa menjaga lingkungan dari ancaman karhutla bukan semata-mata tugas pemerintah, petugas pemadam kebakaran, aparat keamanan, ataupun tim penanggulangan bencana. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran setiap warga, karena masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan dan aktivitas sehari-hari di lapangan.

Menurutnya, masyarakat harus memahami bahwa musim kemarau membutuhkan tingkat kehati-hatian yang jauh lebih tinggi. Kebiasaan yang selama ini dianggap sederhana, seperti membakar sampah, membersihkan lahan dengan menggunakan api, membakar sisa tanaman, atau meninggalkan bara api tanpa memastikan benar-benar padam, dapat menjadi pemicu kebakaran yang merembet ke lahan lebih luas.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Lubuk Tampui, agar bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan bermain api sembarangan, apalagi di lahan atau kawasan yang kondisinya sedang kering. Kita harus mencegah sebelum terjadi kebakaran,” ujar Budiman.

Ia mengatakan, persoalan karhutla bukan hanya berkaitan dengan kerusakan hutan dan lahan. Dampaknya dapat menjalar ke berbagai aspek kehidupan masyarakat. Ketika kebakaran meluas, bukan hanya vegetasi yang menjadi korban, tetapi juga perkebunan, lahan produktif, habitat satwa, hingga kualitas udara yang pada akhirnya dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Karena itu, menurut Budiman, pencegahan jauh lebih penting daripada menunggu api membesar kemudian berusaha memadamkannya. Masyarakat harus memiliki kesadaran bahwa setiap titik api memiliki potensi menjadi bencana apabila berada di tengah kondisi cuaca dan lingkungan yang sangat kering.

Kondisi kemarau yang masih berlangsung di wilayah PALI, ditambah munculnya titik-titik api di sejumlah lokasi, menjadi peringatan bahwa ancaman karhutla masih sangat nyata. Situasi tersebut semestinya menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kewaspadaan dan tidak memberikan ruang sedikit pun bagi api untuk berkembang.

“Jangan sampai kita baru bergerak setelah api membesar. Kalau melihat ada asap atau titik api, segera laporkan. Semakin cepat diketahui dan ditangani, semakin kecil pula kemungkinan kebakaran meluas,” tegasnya.

Budiman juga mengajak masyarakat untuk tidak saling melepaskan tanggung jawab dalam persoalan lingkungan. Pemerintah desa memiliki kewajiban untuk mengingatkan dan mengedukasi masyarakat, sementara warga memiliki peran yang sama pentingnya untuk menjaga wilayah tempat mereka tinggal.

Menurutnya, menjaga hutan dan lahan pada hakikatnya adalah menjaga kehidupan itu sendiri. Hutan dan lahan bukan sekadar hamparan tanah yang dapat dimanfaatkan, tetapi merupakan bagian dari ekosistem yang menopang keberlangsungan hidup masyarakat. Ketika lingkungan rusak akibat kebakaran, dampaknya tidak selalu berhenti ketika api berhasil dipadamkan. Kerusakan ekologis, hilangnya vegetasi, terganggunya habitat, serta menurunnya kualitas lingkungan dapat meninggalkan persoalan dalam jangka panjang.

Oleh sebab itu, ia berharap kesadaran masyarakat tidak hanya muncul ketika musim kemarau mencapai puncaknya, tetapi menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Setiap warga harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan, termasuk memastikan bahwa tidak ada aktivitas pembakaran yang dilakukan tanpa pertimbangan dan pengawasan yang memadai.

Pemerintah Desa Lubuk Tampui, lanjut Budiman, juga mengajak masyarakat untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi apabila menemukan indikasi kebakaran. Informasi sekecil apa pun mengenai munculnya titik api sebaiknya segera disampaikan kepada pemerintah desa maupun pihak terkait agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.

Ia menilai, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, aparat, petugas pemadam, serta seluruh pemangku kepentingan merupakan kunci dalam menghadapi ancaman karhutla. Tidak ada satu pihak pun yang dapat bekerja sendiri ketika menghadapi persoalan yang dampaknya dapat meluas melampaui batas wilayah desa.

“Kita semua punya tanggung jawab. Mari kita jaga Lubuk Tampui bersama-sama. Hutan dan lahan yang kita jaga hari ini adalah bagian dari warisan untuk anak cucu kita nanti. Jangan karena kelalaian sesaat, lingkungan dan masyarakat yang menjadi korban,” pungkas Budiman.

Imbauan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah kemarau yang masih berlangsung, kewaspadaan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Api mungkin hanya bermula dari sebatang korek atau bara kecil, tetapi apabila bertemu dengan lahan yang kering dan angin yang cukup kuat, dampaknya dapat berkembang menjadi bencana yang jauh lebih besar.

Karena itu, sebelum api berbicara lebih keras, kesadaran masyarakat harus lebih dahulu mengambil peran. Tidak membakar, tidak bermain api sembarangan, dan segera melaporkan setiap indikasi kebakaran merupakan langkah sederhana yang dapat menjadi kontribusi besar dalam melindungi hutan, lahan, dan keselamatan masyarakat PALI.

Musim Kemarau, Kades Prabumenang Eko Purwanto Imbau Warga Waspada Karhutla dan Tidak Bermain Api

 



PALI — GARDAFAKTA 

Memasuki musim kemarau yang ditandai dengan kondisi cuaca panas dan meningkatnya risiko lahan serta kawasan hutan mengalami kekeringan, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Desa Prabumenang, Eko Purwanto, kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Prabumenang, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di lahan terbuka, perkebunan maupun kawasan yang berbatasan dengan hutan.

Menurut Eko, kondisi kemarau membuat rumput, semak belukar, daun kering dan berbagai material yang mudah terbakar menjadi sangat rentan tersulut api. Dalam kondisi seperti ini, api yang awalnya kecil dan dianggap sepele dapat dengan cepat membesar serta merambat ke area lainnya apabila tidak segera dikendalikan.

Karena itu, dirinya meminta masyarakat tidak bermain api sembarangan dan tidak melakukan pembakaran di lahan, baik untuk membersihkan kebun maupun kegiatan lainnya.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Prabumenang, agar di musim kemarau ini benar-benar berhati-hati dengan api. Jangan bermain api, apalagi membakar lahan atau di kawasan hutan, karena kondisi sekarang sangat mudah terbakar dan api bisa cepat menyebar," ujar Eko.

Ia menegaskan, pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa maupun petugas pemadam kebakaran. Peran masyarakat sangat penting karena sebagian besar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini apabila warga memiliki kepedulian dan kewaspadaan bersama.

Eko juga mengingatkan warga yang beraktivitas di kebun maupun lahan agar tidak meninggalkan sumber api dalam kondisi masih menyala. Termasuk ketika masyarakat membuat api untuk keperluan tertentu, harus dipastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

"Kalau memang ada aktivitas yang menggunakan api, harus benar-benar diperhatikan dan dipastikan sudah padam. Jangan sampai ditinggalkan begitu saja, karena kita tidak tahu kondisi angin dan lingkungan sekitar. Lebih baik mencegah daripada nanti terjadi kebakaran yang dampaknya merugikan kita semua," katanya.

Selain mengancam lahan dan perkebunan, kebakaran juga dapat menimbulkan dampak yang lebih luas, mulai dari kerusakan lingkungan, hilangnya vegetasi, terganggunya aktivitas masyarakat hingga munculnya asap yang dapat mengurangi kualitas udara.

Menurut Eko, kesadaran masyarakat menjadi benteng pertama dalam mencegah terjadinya karhutla. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh warga untuk saling mengingatkan apabila melihat adanya aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun pihak terkait apabila menemukan titik api atau kebakaran di sekitar permukiman, perkebunan maupun kawasan hutan. Penanganan yang cepat dinilai sangat penting agar api tidak semakin meluas dan sulit dikendalikan.

"Kalau melihat ada titik api, jangan dibiarkan. Segera laporkan kepada pemerintah desa atau pihak terkait supaya bisa ditindaklanjuti secepatnya. Jangan menunggu api membesar, karena kalau sudah meluas tentu penanganannya akan jauh lebih sulit," tegasnya.

Eko berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga wilayah Desa Prabumenang agar tetap aman selama musim kemarau. Menurutnya, menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran merupakan bentuk tanggung jawab bersama sekaligus upaya melindungi sumber penghidupan masyarakat yang banyak bergantung pada sektor perkebunan dan lahan.

Ia menambahkan, pemerintah desa akan terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Sosialisasi dan komunikasi dengan masyarakat dinilai penting agar pencegahan karhutla tidak hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi dimulai sejak munculnya potensi ancaman.

"Mari kita sama-sama menjaga wilayah kita. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kita jaga lingkungan, kita jaga kebun dan hutan kita. Yang paling penting jangan sampai karena kelalaian kita, api justru merugikan diri sendiri maupun masyarakat lainnya," pungkas Eko Purwanto.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kepedulian masyarakat, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau dapat ditekan. Pemerintah Desa Prabumenang pun mengajak seluruh warga untuk mengedepankan pencegahan, karena satu percikan api yang tidak terkendali dapat berubah menjadi bencana yang berdampak luas bagi masyarakat dan lingkungan.

Jumat, 04 September 2026

Sumur Bor Hadir di Desa Kota Baru, Qolbi Desma: Manfaatnya Sangat Besar bagi Masyarakat

 

PALI — Pembangunan sumur bor di Desa Kota Baru menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya di tengah kondisi musim kering yang kerap menyebabkan sumber-sumber air di wilayah pedesaan mengalami penyusutan bahkan mengering. Kehadiran sumur bor tersebut dinilai memiliki manfaat yang sangat besar, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu sumber air yang dapat dimanfaatkan ketika terjadi kondisi darurat, termasuk dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Kepala Desa Kota Baru, Qolbi Desma, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terealisasinya pembangunan sumur bor tersebut. Menurutnya, fasilitas itu hadir pada waktu yang sangat dibutuhkan masyarakat, mengingat kondisi sumber air di sejumlah wilayah saat ini cukup memprihatinkan.

“Manfaatnya sangat besar sekali bagi masyarakat. Apalagi kita melihat kondisi sekarang, ketika musim kemarau dan sering terjadi karhutla. Sumur bor ini tentu sangat membantu sebagai sumber air yang bisa dimanfaatkan ketika dibutuhkan. Di sumur-sumur gali maupun sungai-sungai, hampir 95 persen kondisinya sudah kering,” ujar Qolbi Desma.

Menurut Qolbi, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa keberadaan sumber air seperti sumur bor sangat penting bagi masyarakat Desa Kota Baru. Ketika sumber air alami seperti sungai dan sumur gali mengalami kekeringan, masyarakat membutuhkan alternatif sumber air yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun menghadapi situasi tertentu di lapangan.

Selain untuk kebutuhan masyarakat, Qolbi menilai keberadaan sumur bor juga dapat menjadi bagian dari kesiapsiagaan desa dalam menghadapi potensi karhutla. Terlebih, kondisi lahan yang kering pada musim kemarau dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Dengan tersedianya sumber air, masyarakat bersama pihak terkait memiliki salah satu fasilitas yang dapat mendukung upaya penanganan apabila terjadi keadaan darurat.

Atas pembangunan sumur bor tersebut, Qolbi Desma menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, beserta pemerintah pusat dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di daerah.

“Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, atas perhatian kepada masyarakat melalui pembangunan fasilitas seperti ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi yang telah bersinergi sehingga pembangunan ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Kota Baru,” ungkapnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Qolbi kepada Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) beserta jajaran Pemerintah Kabupaten PALI yang dinilai terus mendukung berbagai program pembangunan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

“Tidak lupa kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati PALI beserta jajaran Pemerintah Kabupaten PALI. Dukungan dan perhatian pemerintah daerah sangat kami apresiasi. Semoga sinergi seperti ini dapat terus berjalan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Qolbi juga memberikan apresiasi khusus kepada Dandim 0404/Muara Enim beserta jajaran TNI yang telah turut membantu proses pembangunan sumur bor di Desa Kota Baru. Menurutnya, keterlibatan TNI menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan sinergi antara aparat, pemerintah, serta masyarakat dalam menjawab kebutuhan di lapangan.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dandim 0404/Muara Enim dan seluruh jajaran TNI yang telah membantu pembangunan sumur bor ini. Terima kasih atas tenaga, waktu, dan kepedulian yang diberikan untuk masyarakat kami. Ini sangat berarti bagi Desa Kota Baru,” ujar Qolbi.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten PALI, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, pembangunan yang dilakukan secara bersama-sama akan memberikan dampak yang lebih besar apabila benar-benar diarahkan pada kebutuhan masyarakat.

Qolbi juga mengajak masyarakat Desa Kota Baru untuk bersama-sama menjaga keberadaan sumur bor tersebut. Ia menilai fasilitas yang telah dibangun harus dirawat dan dimanfaatkan secara bijak agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat sumur bor ini. Jangan sampai setelah dibangun kemudian tidak dijaga. Ini merupakan fasilitas untuk kepentingan masyarakat, sehingga mari kita manfaatkan dan pelihara bersama,” tuturnya.

Lebih lanjut, Qolbi berharap keberadaan sumur bor tersebut dapat memberikan rasa aman dan manfaat bagi masyarakat, terutama ketika menghadapi musim kemarau. Selain membantu memenuhi kebutuhan air, tersedianya sumber air juga diharapkan dapat mendukung kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi karhutla yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

“Sekali lagi, kami atas nama Pemerintah Desa Kota Baru dan masyarakat mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Bapak Bupati PALI beserta jajaran, Bapak Dandim 0404/Muara Enim beserta jajaran TNI, serta seluruh pihak yang telah bersinergi dan membantu terwujudnya pembangunan sumur bor ini. Semoga apa yang telah diberikan menjadi amal kebaikan dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Qolbi Desma.



Dengan hadirnya sumur bor tersebut, Desa Kota Baru kini memiliki tambahan sumber air yang diharapkan mampu menjawab sebagian kebutuhan masyarakat, khususnya di tengah kondisi sumber air yang semakin terbatas pada musim kemarau. Pemerintah desa pun berharap fasilitas tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga ketersediaan air sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.

Sosialisasi dan Rapat Pra Pelaksanaan Dana Desa Tahap II, Pemdes Beruge Darat Perkuat Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas

  TALANG UBI, PALI — Pemerintah Desa Beruge Darat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), melaksanakan kegiatan ...