PALI — Peringatan Hari Palang Merah Indonesia (PMI) yang diperingati setiap 17 September menjadi momentum penting untuk kembali menguatkan semangat kemanusiaan, kepedulian sosial, serta solidaritas di tengah masyarakat.
Hari PMI bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kemanusiaan harus terus hadir dalam kehidupan sehari-hari. PMI memiliki peran dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari pelayanan donor darah, penanganan kebencanaan, pertolongan pertama, hingga kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), semangat tersebut diharapkan terus tumbuh melalui keterlibatan PMI bersama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat.
Ketua PMI Kabupaten PALI, Harun S.H.M.H, dalam pesan Hari PMI menekankan pentingnya membangun budaya saling peduli dan membantu tanpa membedakan latar belakang masyarakat.
“Hari PMI hendaknya tidak hanya kita maknai sebagai sebuah peringatan, tetapi sebagai momentum untuk kembali mengingat bahwa kemanusiaan merupakan tanggung jawab kita bersama. PMI akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, membantu mereka yang membutuhkan, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan semangat gotong royong.”
Menurutnya, kekuatan PMI tidak hanya terletak pada organisasi, tetapi juga pada keberadaan para relawan dan masyarakat yang dengan sukarela memberikan waktu, tenaga, pikiran, bahkan darahnya untuk membantu sesama.
Donor darah, misalnya, merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian yang sederhana namun memiliki arti besar bagi orang lain. Darah yang disumbangkan seorang pendonor dapat menjadi harapan bagi pasien yang membutuhkan transfusi dalam kondisi tertentu.
“Setetes darah yang kita berikan mungkin terlihat sederhana bagi kita, tetapi bagi orang lain bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti. Karena itu, kami mengajak masyarakat PALI untuk terus meningkatkan kepedulian, termasuk melalui donor darah dan berbagai kegiatan sosial kemanusiaan lainnya,” ujar Harun.
Ia juga menyampaikan bahwa tantangan kemanusiaan di tengah masyarakat dapat muncul kapan saja, termasuk ketika terjadi bencana, kecelakaan, maupun kondisi darurat lainnya. Karena itu, kesiapsiagaan relawan dan kekuatan koordinasi menjadi bagian penting dalam mendukung kerja-kerja kemanusiaan.
PMI PALI, lanjutnya, diharapkan tidak hanya bergerak ketika terjadi keadaan darurat, tetapi juga aktif membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hidup sehat, kesiapsiagaan menghadapi bencana, pertolongan pertama, serta kepedulian terhadap sesama.
“Kita ingin PMI PALI terus tumbuh menjadi organisasi kemanusiaan yang dekat dengan masyarakat. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, semangat kemanusiaan harus menjadi yang pertama hadir. Karena pada akhirnya, yang kita bangun bukan hanya sebuah organisasi, tetapi rasa persaudaraan dan kepedulian di tengah masyarakat,” tuturnya.
Peringatan Hari PMI juga menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada para relawan yang selama ini bekerja dengan semangat kemanusiaan. Mereka merupakan bagian penting dalam berbagai kegiatan PMI dan kerap berada di lapangan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Harun berharap semangat kerelawanan tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi muda di Kabupaten PALI. Anak-anak muda dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan baru dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Mari kita jadikan Hari PMI sebagai momentum untuk memperkuat rasa kemanusiaan. Jangan menunggu menjadi orang besar untuk berbuat baik. Dari hal-hal kecil, dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar, dari membantu tetangga, dari mendonorkan darah, semuanya merupakan bagian dari kemanusiaan,” katanya.
Ia mengajak seluruh masyarakat PALI menjadikan semangat “kemanusiaan tanpa batas” sebagai nilai yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Sebab, menurutnya, kepedulian tidak mengenal perbedaan dan pertolongan tidak seharusnya diberikan hanya kepada mereka yang memiliki hubungan dekat.
Dengan semangat tersebut, Hari PMI di Kabupaten PALI diharapkan menjadi pengingat bahwa keberadaan PMI bukan hanya tentang organisasi, seragam, ataupun kegiatan seremonial, melainkan tentang manusia yang hadir untuk membantu manusia lainnya.
“Selamat Hari PMI. Mari terus menebarkan kepedulian, memperkuat solidaritas, dan bersama-sama membangun PALI yang semakin peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Setetes darah, sejuta harapan,” tutup Harun S.H.M.H.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar