Kamis, 28 Mei 2026

Dua mobil tabrakan di desa gunung raja penukal

 

Suasana Desa Gunung Raja, Kecamatan Penukal, mendadak ramai pada hari ini setelah terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua unit mobil. Insiden tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar yang langsung berdatangan ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi kendaraan yang mengalami tabrakan cukup keras.

Berdasarkan informasi sementara yang berhasil dihimpun di lapangan, diketahui salah satu mobil merupakan milik warga Desa Mangkunegara, sementara satu kendaraan lainnya diketahui berasal dari wilayah Perambatan. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti bagaimana kronologi lengkap terjadinya kecelakaan tersebut.

Beberapa warga sekitar menyebutkan bahwa benturan antara kedua kendaraan terdengar cukup keras sehingga membuat masyarakat yang berada tidak jauh dari lokasi langsung keluar rumah dan mendatangi tempat kejadian. Kedua mobil terlihat mengalami kerusakan pada bagian depan dan samping akibat benturan yang terjadi.

Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab utama kecelakaan tersebut. Dugaan sementara pun masih belum dapat dipastikan apakah insiden dipicu karena faktor kelalaian pengemudi, kondisi jalan, kecepatan kendaraan, ataupun faktor lain yang masih dalam proses penyelidikan.


Warga yang berada di lokasi juga tampak membantu mengatur arus lalu lintas agar kendaraan lain tetap bisa melintas. Sementara sejumlah pengendara memilih memperlambat laju kendaraan mereka karena lokasi kejadian dipenuhi masyarakat yang menyaksikan proses evakuasi.

Meski tabrakan terlihat cukup keras, hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun beberapa pihak menyebutkan bahwa pengemudi dan penumpang dari kedua kendaraan langsung berusaha menyelamatkan diri sesaat setelah benturan terjadi.

Peristiwa kecelakaan ini pun menjadi perbincangan masyarakat sekitar Desa Gunung Raja dan wilayah Penukal. Banyak warga berharap agar pihak terkait segera memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab kecelakaan guna menghindari munculnya berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Hingga sore hari, kondisi di lokasi kejadian mulai kembali normal setelah kendaraan yang terlibat tabrakan berhasil dievakuasi. Namun masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat berkendara, terutama ketika melintas di jalur yang cukup ramai dan rawan kecelakaan.

Pihak terkait sendiri hingga kini masih melakukan pendataan dan pengumpulan informasi mengenai insiden tersebut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan dua mobil yang terjadi di Desa Gunung Raja pada hari ini.

Dua Unit Mobil Hangus Terbakar di Desa Talang Bulang, Warga Berhamburan Keluar Rumah Saat Api Membesar

 



Warga Desa Talang Bulang dibuat geger oleh peristiwa kebakaran dua unit mobil yang terjadi pada Jumat pagi. Insiden yang berlangsung secara tiba-tiba itu sontak mengundang perhatian masyarakat sekitar setelah kobaran api membesar dan disertai kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke udara.

Kejadian tersebut terjadi saat sebagian warga masih beraktivitas di pagi hari. Suasana yang awalnya tenang mendadak berubah panik ketika terdengar teriakan warga yang melihat api mulai membakar salah satu kendaraan. Dalam hitungan menit, api semakin membesar hingga merembet ke mobil lainnya yang berada tidak jauh dari lokasi pertama.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berhamburan keluar rumah untuk melihat sekaligus membantu proses pemadaman seadanya. Beberapa warga tampak berusaha menyiram api menggunakan ember dan peralatan sederhana, namun besarnya kobaran membuat api sulit dikendalikan. Ditambah lagi, cuaca panas dan material kendaraan yang mudah terbakar membuat api dengan cepat melahap sebagian besar badan mobil.

“Asapnya tebal sekali, tiba-tiba api sudah besar. Warga langsung ramai keluar rumah,” ujar salah seorang warga di sekitar lokasi kejadian.

Kepulan asap hitam yang membumbung tinggi bahkan terlihat dari jarak cukup jauh dan membuat masyarakat sekitar lokasi kejadian semakin heboh. Banyak warga yang datang untuk menyaksikan langsung peristiwa tersebut, sementara sebagian lainnya membantu mengamankan area agar api tidak merambat ke bangunan maupun kendaraan lain di sekitar lokasi.

Tak lama berselang, upaya pemadaman terus dilakukan hingga api perlahan berhasil dikendalikan. Meski demikian, kedua kendaraan diketahui mengalami kerusakan cukup parah akibat ganasnya kobaran api. Bagian bodi mobil tampak hangus, kaca pecah, dan sebagian besar interior kendaraan ludes terbakar.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui secara jelas. Dugaan sementara mengarah pada adanya korsleting listrik dari salah satu kendaraan sebelum api akhirnya membesar dan menyambar mobil lainnya. Namun, pihak terkait masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan sumber utama kebakaran tersebut.

Beruntung dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Meski demikian, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah karena kedua mobil mengalami kerusakan berat dan nyaris tidak dapat digunakan kembali.

Peristiwa kebakaran tersebut kini menjadi perhatian masyarakat Desa Talang Bulang. Warga berharap adanya penanganan lebih lanjut serta imbauan kepada masyarakat untuk lebih rutin memeriksa kondisi kendaraan, terutama pada bagian instalasi kelistrikan dan bahan bakar guna menghindari kejadian serupa terulang kembali.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian sudah mulai kondusif, sementara warga masih ramai membicarakan insiden kebakaran yang sempat menghebohkan desa pada pagi hari itu.

Rabu, 27 Mei 2026

Sinergi Pemerintah dan Media: Pemkab PALI Gelar Kurban Bersama Insan Pers

 

PALI – Dalam semangat Hari Raya Iduladha yang penuh makna dan nilai kebersamaan, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar kegiatan “Kurban Bersama Insan Pers Kabupaten PALI” sebagai bentuk nyata mempererat hubungan silaturahmi sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial antara pemerintah daerah dan para insan media.

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan dan suasana kekeluargaan tersebut diinisiasi langsung oleh Bupati PALI, Asgianto, ST, bersama Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, SH. Acara ini menjadi salah satu momentum penting dalam membangun komunikasi yang harmonis antara pemerintah daerah dan rekan-rekan pers yang selama ini turut menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan di Kabupaten PALI.

Mengusung tema “Momentum Berbagi, Mempererat Silaturahmi, dan Menumbuhkan Kepedulian Menuju PALI Maju,” kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi di momen Iduladha, namun juga menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah dan media dalam menciptakan daerah yang maju, kondusif, dan penuh semangat kebersamaan.

Dalam suasana santai namun penuh makna, tampak para insan pers duduk bersama jajaran pemerintah daerah sambil berdiskusi dan berbincang hangat. Tidak ada sekat antara pejabat dan wartawan, semuanya larut dalam nuansa kekeluargaan yang mencerminkan kedekatan emosional serta rasa saling menghargai satu sama lain.

Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, SH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh insan pers yang selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan berbagai informasi pembangunan kepada masyarakat.


Menurutnya, media memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keterbukaan informasi publik sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Pers memiliki kontribusi besar dalam pembangunan daerah. Banyak program pemerintah dapat diketahui masyarakat melalui peran media. Karena itu, kami ingin hubungan baik ini terus terjalin dengan harmonis, penuh kekeluargaan, dan saling mendukung demi kemajuan Kabupaten PALI,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan kurban bersama ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus ajang mempererat silaturahmi di momen Hari Raya Iduladha yang identik dengan semangat berbagi dan kebersamaan.

Sementara itu, Bupati PALI Asgianto, ST melalui kegiatan tersebut berharap sinergitas yang telah terjalin baik antara pemerintah daerah dan insan pers dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, media bukan hanya sekadar penyampai berita, tetapi juga mitra penting dalam mengawal pembangunan serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kami ingin insan pers selalu menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Kabupaten PALI. Kritik dan masukan yang membangun tentu sangat dibutuhkan demi terciptanya pemerintahan yang lebih baik dan transparan,” ujarnya.

Kegiatan ini pun mendapat sambutan positif dari para wartawan dan insan media yang hadir. Mereka merasa dihargai dan diapresiasi atas kerja-kerja jurnalistik yang selama ini dilakukan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Selain menjadi ajang silaturahmi, acara tersebut juga menjadi wadah memperkuat komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan media agar tercipta hubungan yang semakin solid, profesional, dan saling mendukung.

Nuansa religius dan kekompakan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Dengan balutan pakaian muslim dan suasana sederhana namun penuh makna, acara berlangsung dengan hangat dan penuh canda tawa. Momen tersebut menjadi gambaran bahwa hubungan pemerintah dan media di Kabupaten PALI berjalan dengan baik dan harmonis.

Di tengah tantangan perkembangan informasi yang semakin cepat, sinergi antara pemerintah dan media memang menjadi hal yang sangat penting. Kehadiran media sebagai penyampai informasi yang akurat dan berimbang sangat dibutuhkan dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah agar dapat diterima dan dipahami masyarakat secara luas.

Melalui kegiatan Kurban Bersama Insan Pers Kabupaten PALI ini, Pemerintah Kabupaten PALI berharap semangat berbagi, kebersamaan, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah positif dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan pers demi mewujudkan Kabupaten PALI yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera.

Kebersamaan yang terjalin dalam acara tersebut menjadi bukti bahwa hubungan baik antara pemerintah dan media bukan hanya sebatas hubungan kerja semata, melainkan telah menjadi bagian dari semangat membangun daerah secara bersama-sama demi masa depan Kabupaten PALI yang lebih baik.

Selasa, 26 Mei 2026

PAC, Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan Penukal Sampaikan Ucapan Selamat Idul Adha 2026

 

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC), ketua ranting, anak ranting, serta seluruh kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan khusus wilayah Penukal menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh masyarakat.

Momentum Hari Raya Kurban ini dinilai bukan hanya sebagai perayaan keagamaan semata, namun juga menjadi pengingat penting akan nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, persatuan, dan kepedulian sosial terhadap sesama. Semangat itulah yang diharapkan terus tumbuh di tengah kehidupan masyarakat, khususnya dalam menjaga kebersamaan dan solidaritas antarwarga.

Jajaran PAC, ranting, dan anak ranting PDI Perjuangan Penukal juga mengajak seluruh kader serta masyarakat untuk menjadikan Idul Adha sebagai momentum mempererat tali silaturahmi dan menjaga persatuan di tengah berbagai perbedaan. Menurut mereka, semangat gotong royong dan rasa saling membantu merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Atas nama keluarga besar PDI Perjuangan wilayah Penukal, mulai dari PAC, ranting, anak ranting, serta seluruh kader dan simpatisan, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M. Semoga semangat berkurban menjadikan kita pribadi yang lebih ikhlas, rendah hati, dan selalu peduli terhadap sesama,” demikian disampaikan dalam ucapan bersama jajaran pengurus.

Selain menyampaikan ucapan hari raya, jajaran PDI Perjuangan Penukal juga mengingatkan seluruh kader dan masyarakat agar selalu berhati-hati dalam menjaga sikap, perkataan, serta tindakan di tengah kehidupan sosial dan perkembangan informasi saat ini. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan, tidak mudah terprovokasi, serta selalu mengedepankan nilai-nilai persatuan dan kebijaksanaan.

“Idul Adha mengajarkan kita tentang arti pengorbanan dan ketulusan. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat rasa kemanusiaan, menjaga kerukunan, serta bersama-sama membangun daerah dengan semangat gotong royong dan kebersamaan,” lanjut pernyataan tersebut.

Dengan penuh rasa kekeluargaan dan kebersamaan, seluruh jajaran PAC, ranting, anak ranting, dan kader PDI Perjuangan Penukal turut mendoakan agar Hari Raya Idul Adha tahun ini membawa keberkahan, kesehatan, kedamaian, dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat.

“Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah dan kurban kita semua.”

Dinas Sosial Bersama Pilar Sosial Sampaikan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2026

 

Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, keluarga besar Dinas Sosial bersama seluruh unsur pilar-pilar sosial menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha kepada seluruh masyarakat. Momentum hari raya kurban ini diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya nilai keikhlasan, pengorbanan, kepedulian, serta semangat berbagi terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan sosial.

Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Sosial, Edi Irawan, bersama jajaran bidang dan pilar sosial yang selama ini aktif menjalankan pelayanan sosial di tengah masyarakat. Turut menyampaikan ucapan di antaranya para Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Karang Taruna, Taruna Siaga Bencana (Tagana), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pendamping rehabilitasi sosial, serta unsur lintas sektor dan relawan sosial lainnya yang selama ini menjadi bagian penting dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.


Selain itu, seluruh bidang yang ada di lingkungan Dinas Sosial juga turut menyampaikan doa dan harapan terbaik di momentum Hari Raya Idul Adha tahun ini, mulai dari Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Bidang Rehabilitasi Sosial, Bidang Pemberdayaan Sosial, Bidang Penanganan Fakir Miskin, hingga Sekretariat dan staf jajaran Dinas Sosial lainnya.

Dalam keterangannya, Edi Irawan mengatakan bahwa Hari Raya Idul Adha bukan hanya menjadi perayaan keagamaan semata, tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat rasa kemanusiaan, solidaritas sosial, dan kepedulian antar sesama.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Dinas Sosial bersama seluruh pilar-pilar sosial, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M. Semoga semangat berkurban dapat menumbuhkan rasa ikhlas, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat,” ujar Edi Irawan.

Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Idul Adha sangat relevan dengan tugas dan pengabdian para pekerja sosial yang selama ini hadir membantu masyarakat, baik dalam penanganan masalah sosial, bantuan kemanusiaan, penanggulangan bencana, maupun pendampingan masyarakat kurang mampu.

Menurutnya, semangat berbagi yang diajarkan dalam Hari Raya Kurban harus terus dijaga dan ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya berbagi materi, tetapi juga berbagi perhatian, bantuan, tenaga, dan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, para PSM, TKSK, Tagana, Karang Taruna, dan seluruh relawan sosial berharap momentum Idul Adha tahun ini mampu mempererat tali silaturahmi antar masyarakat sekaligus memperkuat budaya gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Dengan penuh kehangatan dan rasa kebersamaan, keluarga besar Dinas Sosial bersama seluruh bidang, pilar sosial, dan instansi lintas terkait turut mendoakan agar Hari Raya Idul Adha 2026 membawa keberkahan, kesehatan, kedamaian, serta kebahagiaan bagi seluruh masyarakat.

“Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah dan kurban kita semua,” tutup Edi Irawan.

Senin, 25 Mei 2026

Duka Mendalam Selimuti Desa Purun, Dua Bocah Meninggal Dunia Akibat Tenggelam

 

Suasana duka menyelimuti Desa Purun, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI, setelah dua orang bocah dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam. Peristiwa tragis tersebut membuat warga setempat terpukul dan tak kuasa menahan haru atas musibah yang menimpa keluarga korban.

Kedua bocah tersebut diketahui merupakan anak dari pasangan Rafli Dea dan Amrina Sigit. Kabar duka itu dengan cepat menyebar ke seluruh desa dan mengundang rasa belasungkawa mendalam dari masyarakat. Sejak berita itu terdengar, warga berdatangan ke rumah duka untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga yang tengah berduka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, sebelum kejadian kedua korban diketahui sedang bermain seperti biasanya. Namun nahas, keduanya diduga tenggelam di aliran air yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman warga. Mengetahui kejadian tersebut, masyarakat bersama keluarga langsung melakukan pencarian dan berusaha memberikan pertolongan.

Suasana panik dan cemas sempat menyelimuti lokasi kejadian. Sejumlah warga turun membantu pencarian dengan harapan kedua bocah tersebut masih bisa diselamatkan. Akan tetapi, takdir berkata lain. Kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Tangis histeris keluarga pecah saat jasad kedua anak tersebut dibawa pulang ke rumah duka. Isak tangis orang tua, keluarga, dan kerabat membuat suasana semakin memilukan. Banyak warga yang ikut meneteskan air mata melihat kesedihan mendalam yang dirasakan keluarga Rafli Dea dan Amrina Sigit.

“Tidak ada yang menyangka kejadian seperti ini bisa terjadi. Mereka masih kecil, masih sering bermain dan bercanda bersama teman-temannya,” ujar salah seorang warga dengan nada sedih.

Sejak kejadian itu, rumah duka dipenuhi warga yang datang silih berganti untuk menyampaikan belasungkawa. Suasana haru juga terlihat saat proses pemakaman berlangsung. Warga turut mengantar kepergian kedua bocah tersebut hingga ke tempat peristirahatan terakhir.

Musibah ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di dekat sungai, kolam, ataupun aliran air lainnya yang berisiko membahayakan keselamatan.

Ucapan doa terus mengalir dari warga Desa Purun dan sekitarnya. Mereka berharap kedua almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat tersebut.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” ucap seorang warga.

Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Desa Purun, Kecamatan Penukal. Kehilangan dua bocah sekaligus menjadi duka bersama yang begitu membekas di hati warga sekitar.

Dua Terduga Pelaku Pencurian Sawit di PT GBS Diamankan, Polisi Kejar Dua Rekan Lainnya

 

PALI – Jajaran kepolisian kembali berhasil mengungkap kasus dugaan pencurian buah kelapa sawit yang terjadi di area perkebunan milik PT GBS. Dalam pengungkapan tersebut, dua orang terduga pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti berupa sejumlah tandan buah sawit hasil curian. Sementara itu, dua pelaku lainnya saat ini masih dalam pengejaran petugas.

Penangkapan dilakukan setelah pihak keamanan perusahaan menerima laporan adanya aktivitas mencurigakan di areal perkebunan sawit milik perusahaan. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas keamanan bersama aparat kepolisian langsung melakukan patroli dan penyelidikan di lokasi yang diduga kerap menjadi sasaran pencurian.

Saat dilakukan penyisiran, petugas mendapati beberapa orang tengah mengumpulkan tandan buah sawit di kawasan perkebunan. Mengetahui kedatangan petugas, para pelaku berusaha melarikan diri ke arah kebun dan semak-semak. Namun, dua orang berhasil diamankan di lokasi kejadian, sementara dua rekannya berhasil kabur dan kini masih diburu aparat kepolisian.

Selain mengamankan kedua terduga pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa tandan buah sawit yang diduga hasil curian. Barang bukti tersebut kemudian dibawa ke kantor polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kasus pencurian buah sawit memang menjadi perhatian serius bagi pihak perusahaan maupun aparat penegak hukum. Pasalnya, aksi tersebut tidak hanya merugikan perusahaan secara materi, tetapi juga dinilai dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan perkebunan.

Pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini guna mengungkap jaringan atau pihak lain yang terlibat. Polisi juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas pencurian maupun penadahan buah sawit karena dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri. Identitas mereka sudah kami kantongi dan diharapkan segera menyerahkan diri,” ujar salah satu petugas.

Sementara itu, pihak perusahaan PT GBS mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam menangani kasus tersebut. Mereka berharap pengamanan di area perkebunan dapat semakin ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Kini kedua terduga pelaku yang telah diamankan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam aksi pencurian sawit tersebut.

Selasa, 19 Mei 2026

Satu dari Dua Anak Hilang di Tanjung Agung Ditemukan Tak Bernyawa

 


Duka mendalam menyelimuti warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), setelah satu dari dua anak yang sebelumnya dilaporkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa yang menggemparkan warga tersebut bermula pada Selasa siang (19/5/2026), ketika dua orang anak diketahui hilang sejak sekitar pukul 13.00 WIB. Kedua anak itu yakni Azam (4), putra dari Jejen Eka, dan Latifa (7), putri dari Herman Sabri.

Kabar hilangnya kedua bocah tersebut dengan cepat menyebar ke seluruh desa dan membuat warga panik. Keluarga yang khawatir langsung meminta bantuan masyarakat untuk melakukan pencarian. Warga pun berbondong-bondong turun membantu menyisir berbagai lokasi, mulai dari area permukiman, kebun, semak-semak, hingga sepanjang aliran sungai yang berada tidak jauh dari desa.

Suasana desa berubah menjadi penuh kecemasan. Sejak sore hingga malam hari, warga bersama aparat kepolisian dan tim gabungan terus melakukan pencarian tanpa mengenal lelah. Lampu senter dan penerangan seadanya digunakan warga untuk mencari keberadaan kedua anak tersebut di tengah kondisi malam yang gelap.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Muratara, Satpol PP Muratara, aparat kepolisian, serta masyarakat setempat terus bergerak menyisir titik-titik yang dianggap rawan. Harapan demi harapan terus dipanjatkan agar kedua anak tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Namun takdir berkata lain.

Setelah berjam-jam dilakukan pencarian, satu korban bernama Azam akhirnya ditemukan pada Rabu dini hari (20/5/2026) sekitar pukul 00.00 WIB. Bocah berusia 4 tahun itu ditemukan di aliran sungai kawasan Batu Menangis, Dusun 01, Desa Tanjung Agung.

Berdasarkan informasi di lapangan, korban ditemukan dalam posisi terdampar di pinggir aliran sungai. Saat ditemukan, Azam sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Penemuan tersebut sontak membuat suasana di lokasi berubah haru. Tangis keluarga pecah saat jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dan warga yang sejak awal ikut melakukan pencarian. Beberapa warga yang berada di lokasi bahkan tampak tak kuasa menahan kesedihan melihat peristiwa tragis tersebut.

Kasat Pol PP Muratara, Sumedi, saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp membenarkan adanya penemuan satu korban tersebut. Ia mengatakan hingga saat ini pencarian masih terus dilakukan terhadap satu anak lainnya yang belum ditemukan.

“Satu korban sudah ditemukan atas nama Azam dalam keadaan meninggal dunia. Saat ini tim masih melakukan pencarian terhadap satu korban lainnya, yakni Latifa, yang hingga kini belum ditemukan,” ujarnya.

Hingga Rabu pagi, proses pencarian terhadap Latifa masih terus dilakukan secara intensif. Tim gabungan bersama masyarakat masih menyisir area sekitar aliran sungai, semak-semak, hingga titik-titik yang dicurigai menjadi lokasi keberadaan korban.

Peristiwa ini menjadi perhatian besar masyarakat Muratara. Banyak warga yang ikut merasa kehilangan dan turut mendoakan agar korban lainnya segera ditemukan. Ungkapan belasungkawa dan doa juga terus mengalir kepada keluarga korban yang saat ini tengah dilanda duka mendalam.

Musibah ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar aliran sungai maupun area yang dianggap berbahaya.

Sementara itu, suasana di Desa Tanjung Agung hingga kini masih dipenuhi rasa sedih dan harap. Warga bersama tim gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap Latifa dengan harapan korban segera ditemukan.

Dua Bocah Hilang di Muratara, Warga Desa Tanjung Agung Lakukan Pencarian Hingga Malam Hari

 

Warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, saat ini tengah diliputi rasa cemas setelah dua orang anak dilaporkan hilang sejak Selasa siang. Kedua anak tersebut diketahui bernama Azam dan Latifa, yang masing-masing berusia sekitar 4 tahun dan 5 tahun.

Menurut informasi yang beredar di tengah masyarakat, kedua bocah itu terakhir terlihat sekitar pukul 13.00 WIB di wilayah Desa Tanjung Agung. Namun hingga malam hari, keduanya belum juga ditemukan, sehingga membuat keluarga dan warga sekitar panik serta khawatir akan keselamatan mereka.

Sejak kabar hilangnya kedua anak tersebut menyebar, warga desa bersama keluarga langsung melakukan pencarian ke berbagai lokasi. Sejumlah area seperti kebun, jalan desa, tepian sungai, hingga tempat-tempat yang biasa dijadikan lokasi bermain anak-anak telah disisir secara bersama-sama. Suasana haru dan penuh kecemasan pun tampak menyelimuti keluarga yang terus berharap Azam dan Latifa segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Warga juga saling membantu menyebarkan informasi melalui media sosial dan grup percakapan agar pencarian dapat lebih luas dan cepat membuahkan hasil. Banyak masyarakat yang turut mendoakan keselamatan kedua anak tersebut agar segera kembali ke pelukan keluarga.

Hilangnya anak-anak di usia yang masih sangat kecil tentu menjadi perhatian serius, terlebih keduanya belum memahami sepenuhnya kondisi lingkungan di sekitar mereka. Karena itu, masyarakat diimbau untuk ikut membantu apabila melihat atau mengetahui keberadaan kedua anak tersebut agar segera menghubungi pihak keluarga maupun pemerintah desa setempat.

Hingga berita ini ditulis, proses pencarian masih terus dilakukan oleh warga bersama keluarga di sekitar Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Musi Rawas Utara. Keluarga berharap adanya keajaiban dan bantuan dari semua pihak agar Azam dan Latifa bisa segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat.

Mobil MBG masuk sungai di Muratara

 

Viral di media sosial, sebuah mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, mengalami kecelakaan tunggal hingga tergelincir masuk ke sungai, Selasa siang, 19 Mei 2026.

Peristiwa tersebut terjadi saat mobil minibus melintas di jembatan kawasan Desa Ketapat Bening, Kecamatan Rawas Ilir. Video dan foto kejadian pun dengan cepat beredar di berbagai platform media sosial dan menjadi perhatian warga. Dalam tayangan yang diunggah akun Facebook milik warga bernama Ezta Watii, terlihat sejumlah warga memadati lokasi untuk menyaksikan proses evakuasi kendaraan yang terperosok ke aliran sungai.

Beruntung, kecelakaan itu tidak menimbulkan korban jiwa. Sopir maupun kernet dilaporkan selamat meski kendaraan mengalami insiden yang cukup menghebohkan warga sekitar.

Menurut informasi yang dihimpun, mobil tersebut baru saja selesai mengantarkan paket MBG ke Desa Pauh dan sedang dalam perjalanan pulang menuju dapur MBG yang berada di Desa Ketapat Bening. Lokasi kecelakaan disebut sudah tidak jauh lagi dari titik tujuan akhir kendaraan tersebut.

“Mobil itu habis mengantar MBG ke Desa Pauh dan sedang perjalanan pulang ke Ketapat Bening. Posisi kecelakaannya juga sudah dekat dengan dapur MBG,” ujar Ezta Watii saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).

Ia juga menjelaskan, kendaraan tersebut dikemudikan oleh Irwan bersama kernet bernama Juliadi. Dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat sopir mengantuk setelah menyelesaikan aktivitas distribusi makanan.

“Dugaannya karena sopir mengantuk saat perjalanan pulang,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi PMD Kecamatan Rawas Ilir, Ardilah, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan proses evakuasi kendaraan langsung dilakukan setelah kejadian.

“Benar, kejadiannya di Desa Ketapat Bening dan saat ini kendaraan sedang dievakuasi,” ujarnya singkat.

Kejadian ini pun menjadi perhatian masyarakat, terlebih program MBG saat ini tengah berjalan aktif di sejumlah wilayah. Warga berharap para petugas distribusi tetap mengutamakan keselamatan dan kondisi fisik saat menjalankan tugas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Senin, 18 Mei 2026

Motor Dagang Sayuran Hilang di Pasar Inpres Pendopo, Keranjang Ditemukan di Talang Nangko

 

Talang Ubi – Warga Kecamatan Talang Ubi dibuat heboh dengan peristiwa hilangnya sebuah sepeda motor yang digunakan untuk berdagang sayuran di kawasan Pasar Inpres Pendopo, Selasa pagi (19/05/2026). Motor tersebut diketahui merupakan alat utama bagi pemiliknya untuk mencari nafkah sehari-hari dengan berjualan sayur keliling.

Kejadian hilangnya motor itu sontak menjadi perhatian masyarakat sekitar pasar. Pasalnya, kendaraan tersebut bukan hanya alat transportasi biasa, melainkan sarana usaha yang digunakan pemiliknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Setelah dilakukan pencarian dan penyelidikan awal, warga kemudian menemukan sebuah keranjang sayuran yang diduga kuat milik korban di wilayah Talang Nangko, Bukit Tudung, Talang Ubi Barat. Penemuan itu semakin menguatkan dugaan bahwa motor beserta perlengkapan dagang korban sempat dibawa oleh pelaku ke lokasi tersebut.

Informasi penemuan keranjang sayuran itu pun dengan cepat menyebar di tengah masyarakat. Warga sekitar turut berdatangan ke lokasi untuk melihat kondisi tempat ditemukannya barang-barang tersebut. Dalam beberapa foto yang beredar, tampak keranjang dagangan berisi perlengkapan dan sisa barang dagangan berada di area pinggir jalan dan semak-semak.

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung turun ke lokasi guna melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Aparat juga meminta keterangan dari sejumlah warga yang berada di sekitar tempat kejadian maupun lokasi ditemukannya keranjang sayuran tersebut.

Masyarakat berharap kasus ini dapat segera terungkap dan pelaku dapat segera ditemukan. Warga juga meminta agar keamanan di kawasan pasar maupun jalur-jalur sepi lebih diperhatikan, mengingat aktivitas masyarakat dan pedagang setiap harinya cukup padat.

“Kami berharap motor korban bisa segera ditemukan dan pelakunya cepat tertangkap. Kasihan pemiliknya karena motor itu digunakan untuk mencari nafkah,” ujar salah seorang warga di lokasi.

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus dilakukan pihak kepolisian untuk mengungkap kronologi pasti kejadian dan keberadaan kendaraan yang hilang tersebut. Warga pun diimbau tetap waspada dan berhati-hati saat memarkirkan kendaraan, terutama di lokasi keramaian maupun area yang minim pengawasan.

Tragis! Ayah dan anak di muba tewas terbakar

 

Suasana duka menyelimuti Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, setelah terjadi kebakaran maut yang merenggut nyawa seorang ayah dan anaknya. Peristiwa tragis yang terjadi di sebuah pondok panggung itu menyisakan kepedihan mendalam bagi keluarga korban maupun warga sekitar yang mengenal mereka.

Kebakaran hebat tersebut terjadi di sebuah pondok sederhana berukuran sekitar tiga kali enam meter yang berada cukup jauh dari permukiman warga. Karena lokasinya terpencil, kobaran api yang mulai membesar tidak langsung diketahui masyarakat. Saat warga menyadari adanya kebakaran, api sudah melahap hampir seluruh bagian bangunan yang sebagian besar terbuat dari material kayu kering sehingga sangat mudah terbakar.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan pihak kepolisian, kebakaran diduga kuat dipicu oleh racun nyamuk bakar yang masih menyala di dalam pondok. Bara api diduga menyambar benda-benda mudah terbakar di sekitar lokasi hingga akhirnya membesar dan tak dapat dikendalikan. Dalam waktu singkat, api menghanguskan seluruh isi pondok beserta harta benda milik korban.

Di tengah kobaran api yang begitu besar, seorang ayah bersama anaknya tidak sempat menyelamatkan diri. Keduanya ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah api berhasil dipadamkan. Tangis keluarga pun pecah saat mengetahui dua anggota keluarga mereka menjadi korban dalam musibah memilukan tersebut.

Tidak hanya menelan korban jiwa, kebakaran ini juga menyebabkan kerugian materi yang cukup besar. Dua unit sepeda motor milik korban ikut hangus terbakar bersama berbagai barang berharga lainnya yang berada di dalam pondok. Hampir tidak ada harta benda yang berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah.

Pihak kepolisian yang melakukan penyelidikan memastikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda unsur kesengajaan ataupun tindak kriminal dalam kejadian ini. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengumpulan keterangan di lokasi, peristiwa tersebut murni diduga sebagai musibah kebakaran akibat kelalaian dari sumber api yang berasal dari racun nyamuk bakar.

Sementara itu, pihak keluarga korban memilih menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah dan menerima peristiwa ini sebagai takdir serta musibah yang tidak dapat dihindari. Warga sekitar juga turut membantu proses evakuasi dan memberikan dukungan kepada keluarga korban yang tengah berduka.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar selalu berhati-hati dalam menggunakan racun nyamuk bakar maupun alat pemicu api lainnya, terutama di rumah atau pondok berbahan kayu. Karena hanya dari bara api kecil, musibah besar yang merenggut nyawa bisa terjadi dalam hitungan menit.

Minggu, 17 Mei 2026

Naira..Harumkan Nama PALI di kejuaraan Nasional pencak Silat Rektor |||

 

PALI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Naira, atlet dari perguruan IKSPI Kera Sakti Cabang PALI, IKSPI Kera Sakti Ranting Penukal, berhasil meraih juara dalam ajang Kejuaraan Nasional Pencak Silat Piala Rektor III Universitas Bina Darma Tahun 2026.

Kejuaraan bergengsi tersebut digelar pada 14–17 Mei 2026 di GOR Dempo Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam pertandingan itu, Naira tampil penuh percaya diri dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil membawa pulang medali, piagam penghargaan, serta trofi kemenangan untuk kategori usia dini.

Keberhasilan yang diraih Naira tentu menjadi kebanggaan besar bagi keluarga, perguruan, serta masyarakat Kabupaten PALI. Di usianya yang masih muda, Naira mampu membuktikan bahwa atlet daerah juga memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional. Penampilannya di atas gelanggang terlihat begitu tenang, disiplin, dan penuh semangat juang, sehingga mampu memikat perhatian para penonton maupun dewan juri.

Sejak awal pertandingan, Naira tampil konsisten menghadapi setiap lawan yang berasal dari berbagai daerah. Dengan teknik yang matang serta mental bertanding yang kuat, dirinya mampu melewati setiap babak pertandingan hingga akhirnya keluar sebagai juara. Sorak dukungan dari para pendukung dan rekan satu perguruan semakin menambah semangatnya untuk memberikan hasil terbaik.


Prestasi yang diraih Naira juga tidak lepas dari peran besar sang pelatih, Winky, yang selama ini setia membimbing dan melatihnya. Dengan penuh kesabaran dan kedisiplinan, Wingki terus memberikan arahan serta motivasi kepada Naira selama menjalani persiapan menuju kejuaraan tersebut. Latihan keras yang dilakukan secara rutin akhirnya membuahkan hasil membanggakan.

Menurut Wingki, keberhasilan Naira merupakan hasil dari kerja keras dan semangat pantang menyerah yang dimiliki atlet muda tersebut. Ia mengaku bangga karena anak didiknya mampu tampil maksimal di ajang tingkat nasional dan membawa nama baik perguruan serta daerah asalnya.

“Alhamdulillah, saya sangat bangga dengan perjuangan Naira. Dia berlatih dengan sungguh-sungguh dan selalu disiplin selama persiapan pertandingan. Prestasi ini adalah hasil dari kerja kerasnya sendiri,” ujar Wingki


Sementara itu, Naira mengaku sangat bersyukur atas pencapaian yang berhasil diraihnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada  orang tua, keluarga besar IKSPI Kera Sakti, serta pelatih Wingki yang selalu memberikan dukungan penuh selama dirinya menjalani latihan dan pertandingan.

“Terima kasih kepada pelatih, keluarga, dan semua yang sudah mendukung saya. Saya akan terus berlatih agar bisa meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” ungkap Naira dengan penuh haru.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya di Kabupaten PALI untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang olahraga, khususnya pencak silat. Selain itu, keberhasilan Naira juga membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang tinggi mampu membawa atlet muda daerah menuju prestasi gemilang di tingkat nasional.

Naira.. Harumkan nama PALI di kejuaraan nasional pencak silat rektor |||

 

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Marissa Naira Andri, yang akrab disapa Naira, atlet berbakat asal Penukal, berhasil mengharumkan nama Kabupaten PALI setelah sukses meraih juara satu dalam ajang Kejuaraan Nasional Pencak Silat yang digelar pada 14 hingga 17 Mei 2026 di Jakabaring Sport City, Palembang.

Kejuaraan bergengsi tingkat nasional tersebut berlangsung meriah dan diikuti para atlet pencak silat terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam pertandingan yang berlangsung sengit itu, Naira tampil penuh percaya diri dengan menunjukkan teknik bertanding yang matang, gerakan yang lincah, serta mental juara yang kuat hingga berhasil keluar sebagai juara pertama.

Prestasi yang diraih Naira menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten PALI, khususnya warga Penukal. Di usianya yang masih muda, Naira mampu membuktikan bahwa putra-putri daerah juga memiliki kemampuan luar biasa dan mampu bersaing di tingkat nasional melalui kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah.


Dalam kejuaraan tersebut, Naira berhasil membawa pulang medali juara, piagam penghargaan, serta trofi kemenangan sebagai bukti keberhasilannya mengharumkan nama daerah di kancah nasional. Sorak bangga dan haru pun menyelimuti keluarga, pelatih, serta masyarakat yang terus memberikan dukungan selama perjuangannya di dunia pencak silat.

Perjalanan menuju kemenangan tentu tidak mudah. Dibalik prestasi yang diraih, terdapat latihan keras, pengorbanan waktu, serta semangat juang tinggi yang terus ditanamkan dalam dirinya. Dengan tekad yang kuat dan dukungan penuh dari orang-orang terdekat, Naira akhirnya mampu berdiri di podium tertinggi dan membawa nama Kabupaten PALI semakin dikenal di dunia olahraga pencak silat nasional.

Keberhasilan Marissa Naira Andri diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan berani mengejar prestasi. Masyarakat pun berharap Naira dapat terus melanjutkan pencapaiannya hingga ke tingkat yang lebih tinggi lagi, bahkan membawa nama Sumatera Selatan dan Indonesia di ajang yang lebih besar di masa mendatang.

Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa Kabupaten PALI memiliki banyak generasi muda berbakat yang mampu bersinar dan mengharumkan nama daerah melalui prestasi di berbagai bidang, khususnya olahraga pencak silat.

Kamis, 14 Mei 2026

Pria 65 Tahun Asal Desa Babat Diciduk Satres Narkoba, Puluhan Paket Sabu Disita

 

PALI-GARDAFAKTA 

Suasana tenang di Desa Babat mendadak berubah geger setelah aparat kepolisian berhasil menangkap seorang pria lanjut usia bernama Ma’mun, 65 tahun, yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu. Penangkapan tersebut sontak mengejutkan warga sekitar, sebab sosok yang selama ini dikenal sebagai seorang kakek ternyata diduga menyimpan puluhan paket narkoba siap edar di kediamannya sendiri.

Dalam penggerebekan yang dilakukan aparat, polisi menemukan sebanyak 60 paket sabu yang telah dikemas rapi dan diduga siap untuk diedarkan. Selain barang bukti narkotika, petugas juga mengamankan sejumlah alat yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran barang haram tersebut. Seluruh barang bukti langsung diamankan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Penangkapan Ma’mun berawal dari laporan masyarakat yang mulai merasa curiga terhadap aktivitas keluar masuk orang di sekitar rumah pelaku yang dinilai tidak biasa. Berbekal informasi tersebut, aparat kemudian melakukan penyelidikan secara intensif hingga akhirnya melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan.

Warga Desa Babat mengaku tidak menyangka pria yang telah memasuki usia senja itu diduga terlibat dalam bisnis narkotika. Banyak warga merasa prihatin sekaligus kecewa, mengingat narkoba kini tidak lagi memandang usia dalam merusak kehidupan masyarakat. Peredaran sabu dinilai telah menjadi ancaman serius yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda hingga merusak keamanan lingkungan desa.

Saat ini, Ma’mun telah dibawa ke kantor kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih terus mendalami asal-usul barang haram tersebut serta memburu kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran sabu di wilayah tersebut.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa pemberantasan narkotika akan terus dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu. Aparat juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkoba.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa bahaya narkotika dapat menyusup ke mana saja dan melibatkan siapa saja, bahkan seseorang yang telah lanjut usia sekalipun. Warga pun berharap agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan lingkungan desa dapat kembali aman serta terbebas dari ancaman narkoba.

Minggu, 10 Mei 2026

Wagub Sumsel Cik Ujang Hadiri Harlah ke-10 Ponpes Hidayatullah Mubtadiin, Tekankan Pentingnya Menjaga Kerukunan

 

MUARA ENIM, GARDA FAKTA – Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, melakukan kunjungan kerja dalam rangka menghadiri perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-10 Pondok Pesantren Hidayatullah Mubtadiin yang berlokasi di Desa Sigam, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. Acara yang berlangsung pada Minggu (10/5/2026) ini sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Haul Ummi Liliyin yang ke-4.

​Kehadiran orang nomor dua di Bumi Sriwijaya tersebut disambut dengan antusiasme tinggi oleh ribuan jemaah, para tokoh agama, serta jajaran pengurus pesantren. Pengajian akbar ini menjadi momentum bagi masyarakat setempat untuk bersilaturahmi langsung dengan pimpinan daerah tersebut.

Pilar Pendidikan Akhlak

​Dalam pidato sambutannya, H. Cik Ujang memberikan apresiasi mendalam atas konsistensi Pondok Pesantren Hidayatullah Mubtadiin selama satu dekade terakhir. Menurutnya, pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu agama, melainkan benteng pertahanan moral di tengah arus modernisasi.

​"Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk membangun sebuah institusi pendidikan yang kokoh. Saya melihat dedikasi yang luar biasa dari para pengurus dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah," ujar Cik Ujang di hadapan para santri dan wali santri.

Pesan Kerukunan dan Kedamaian

​Lebih lanjut, Wagub Sumsel tersebut menitipkan pesan khusus terkait kondisi sosial kemasyarakatan. Beliau mengajak seluruh warga yang hadir untuk senantiasa menjaga kerukunan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.

​"Sumatera Selatan dikenal sebagai daerah yang Zero Conflict. Prestasi ini harus kita jaga bersama. Saya mengajak seluruh warga di Kecamatan Gelumbang dan Kabupaten Muara Enim pada umumnya, untuk terus mengedepankan musyawarah dan saling menghargai perbedaan. Kerukunan adalah fondasi utama bagi kami di pemerintahan untuk melaksanakan pembangunan," tegasnya.

Mengenang Jasa Ummi Liliyin

​Momentum Haul Ummi Liliyin ke-4 juga menjadi bagian emosional dalam acara tersebut. Doa bersama dipanjatkan untuk mengenang jasa-jasa almarhumah yang dinilai memiliki peran besar dalam mendukung syiar Islam di wilayah tersebut.

​Wagub berharap, semangat perjuangan almarhumah dan para pendiri pesantren dapat terus diwarisi oleh generasi muda. "Mari kita jadikan keteladanan para pendahulu sebagai penyemangat untuk terus berkontribusi positif bagi kemajuan daerah kita tercinta," tutupnya.

​Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama dan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh ulama setempat. Kehadiran Wagub Cik Ujang dalam agenda ini kembali mempertegas komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mendukung program-program keagamaan dan pendidikan berbasis pesantren di seluruh pelosok wilayah.


Sabtu, 02 Mei 2026

“Sikap Tertutup Kepala Desa Lunas Jaya Picu Desakan Audit Total”

 

Sorotan tajam kini mengarah ke kepemimpinan Kepala Desa Lunas Jaya. Di balik jabatan yang seharusnya mengemban amanah rakyat, justru mencuat dugaan sikap tertutup terhadap publik, bahkan cenderung alergi terhadap kontrol sosial, khususnya dari kalangan media.

Alih-alih membuka ruang transparansi, Kepala Desa Lunas Jaya justru diduga memilih jalan sunyi—memblokir komunikasi, menghindari konfirmasi, dan seakan membangun tembok tebal dari pertanyaan publik. Sikap ini bukan hanya mencederai prinsip keterbukaan informasi, tetapi juga menimbulkan tanda tanya besar: ada apa yang sebenarnya disembunyikan?

Lebih jauh, pengelolaan Dana Desa yang seharusnya menjadi instrumen pembangunan dan kesejahteraan masyarakat kini berada dalam bayang-bayang kecurigaan. Dengan nilai anggaran yang tidak sedikit—ditaksir mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah—publik berhak tahu ke mana aliran dana tersebut digunakan secara rinci dan akuntabel.

Ketika transparansi dihindari, maka kecurigaan adalah konsekuensi yang tak terelakkan.

Situasi ini mendesak perhatian serius dari pihak berwenang. Sudah saatnya lembaga pengawas seperti Inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga Aparat Penegak Hukum (APH) turun tangan melakukan audit menyeluruh. Jangan biarkan dugaan penyimpangan ini menjadi bola liar yang terus menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa.

Jika memang tidak ada yang disembunyikan, mengapa harus takut pada keterbukaan?

Masyarakat tidak butuh pemimpin yang anti kritik. Masyarakat butuh pemimpin yang berani jujur, terbuka, dan siap diaudit kapan saja.

Gubernur Sumsel Tunjuk Sumarni sebagai PLT bupati Muara enim pastikan pemerintahan tetap berjalan

  GARDAFAKTA  – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, resmi menunjuk Wakil Bupati Muara Enim, Sumarni, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupat...