Senin, 25 Mei 2026

Duka Mendalam Selimuti Desa Purun, Dua Bocah Meninggal Dunia Akibat Tenggelam

 

Suasana duka menyelimuti Desa Purun, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI, setelah dua orang bocah dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam. Peristiwa tragis tersebut membuat warga setempat terpukul dan tak kuasa menahan haru atas musibah yang menimpa keluarga korban.

Kedua bocah tersebut diketahui merupakan anak dari pasangan Rafli Dea dan Amrina Sigit. Kabar duka itu dengan cepat menyebar ke seluruh desa dan mengundang rasa belasungkawa mendalam dari masyarakat. Sejak berita itu terdengar, warga berdatangan ke rumah duka untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga yang tengah berduka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, sebelum kejadian kedua korban diketahui sedang bermain seperti biasanya. Namun nahas, keduanya diduga tenggelam di aliran air yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman warga. Mengetahui kejadian tersebut, masyarakat bersama keluarga langsung melakukan pencarian dan berusaha memberikan pertolongan.

Suasana panik dan cemas sempat menyelimuti lokasi kejadian. Sejumlah warga turun membantu pencarian dengan harapan kedua bocah tersebut masih bisa diselamatkan. Akan tetapi, takdir berkata lain. Kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Tangis histeris keluarga pecah saat jasad kedua anak tersebut dibawa pulang ke rumah duka. Isak tangis orang tua, keluarga, dan kerabat membuat suasana semakin memilukan. Banyak warga yang ikut meneteskan air mata melihat kesedihan mendalam yang dirasakan keluarga Rafli Dea dan Amrina Sigit.

“Tidak ada yang menyangka kejadian seperti ini bisa terjadi. Mereka masih kecil, masih sering bermain dan bercanda bersama teman-temannya,” ujar salah seorang warga dengan nada sedih.

Sejak kejadian itu, rumah duka dipenuhi warga yang datang silih berganti untuk menyampaikan belasungkawa. Suasana haru juga terlihat saat proses pemakaman berlangsung. Warga turut mengantar kepergian kedua bocah tersebut hingga ke tempat peristirahatan terakhir.

Musibah ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di dekat sungai, kolam, ataupun aliran air lainnya yang berisiko membahayakan keselamatan.

Ucapan doa terus mengalir dari warga Desa Purun dan sekitarnya. Mereka berharap kedua almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat tersebut.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” ucap seorang warga.

Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Desa Purun, Kecamatan Penukal. Kehilangan dua bocah sekaligus menjadi duka bersama yang begitu membekas di hati warga sekitar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Geger! Wabup PALI Iwan Tuaji Diamankan Kejati Sumsel, Dugaan Suap Fee Proyek Jadi Sorotan

  PALI – Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) diguncang kabar besar yang menyita perhatian masyarakat pada Rabu (3/6/2026). Wakil Bup...