Jumat, 28 Agustus 2026

Kebakaran Tak Kunjung Usai di Sungai Manyan, Pemdes dan Warga Karangtanding Harapkan Perhatian Serius

 



PALI-GARDAFAKTA

PENUKAL UTARA – Kebakaran kembali terjadi di kawasan Sungai Manyan, wilayah Desa Karangtanding, Kecamatan Penukal Utara. Peristiwa yang terus berulang di tengah musim kemarau ini menjadi perhatian serius masyarakat dan pemerintah desa.

Kondisi cuaca panas yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir membuat sejumlah kawasan menjadi kering dan rentan terbakar. Api yang muncul di kawasan Sungai Manyan pun menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama apabila tidak segera ditangani dan berpotensi meluas ke wilayah lainnya.

Namun demikian, asal mula munculnya titik api hingga saat ini belum dapat dipastikan. Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri, mengingat pada musim kemarau, api dapat dengan mudah menjalar melalui semak-belukar dan vegetasi kering.

Kebakaran yang terus terjadi tidak hanya menyisakan persoalan ketika api telah membesar. Lebih dari itu, masyarakat menilai perlu adanya langkah pencegahan yang nyata dan solusi jangka panjang agar kebakaran di kawasan Sungai Manyan tidak terus menjadi persoalan yang berulang setiap musim kemarau.

Masyarakat Desa Karangtanding berharap pemerintah dan instansi terkait dapat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya serta melakukan langkah-langkah konkret dalam mencari solusi.

“Harapan kami, instansi terkait dapat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi Sungai Manyan. Masyarakat membutuhkan solusi, bukan hanya penanganan ketika api sudah muncul. Kami berharap ada langkah pencegahan agar kebakaran seperti ini tidak terus terjadi,” ujar salah seorang warga Desa Karangtanding.

Menurut warga, kebakaran yang berulang perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, dampak yang ditimbulkan bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan persoalan lain apabila asap semakin meluas.

“Kami berharap ada perhatian yang lebih serius. Kalau kebakaran terus berulang, tentu masyarakat juga merasa khawatir. Kami ingin ada solusi yang jelas dan berkelanjutan agar setiap musim kemarau, persoalan ini tidak kembali terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karangtanding, Asnawi, mengatakan bahwa kebakaran di kawasan Sungai Manyan menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Karangtanding.

Ia menjelaskan, hingga saat ini asal mula munculnya api belum dapat dipastikan. Namun kondisi cuaca panas dan musim kemarau membuat kawasan dengan semak dan vegetasi kering menjadi lebih rentan terhadap kebakaran.

“Kami sangat prihatin karena kebakaran kembali terjadi di wilayah Sungai Manyan. Sampai saat ini, kami belum dapat memastikan dari mana awal munculnya api. Namun kondisi musim kemarau dan cuaca panas memang membuat lahan serta semak-belukar sangat mudah terbakar,” ujar Asnawi.

Menurutnya, persoalan kebakaran tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Diperlukan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen, baik pemerintah desa, masyarakat maupun instansi terkait, dalam melakukan pencegahan dan penanganan.

“Kami terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat berpotensi menimbulkan api. Dalam kondisi seperti sekarang, api kecil sekalipun dapat dengan cepat menyebar apabila tidak segera diketahui dan ditangani,” tegasnya.

Asnawi juga berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam memberikan informasi apabila menemukan titik api atau kepulan asap di wilayah sekitar.

Menurutnya, informasi yang cepat akan sangat membantu dalam melakukan langkah awal penanganan sebelum api semakin meluas.

“Kalau ada masyarakat yang melihat asap atau titik api, jangan dianggap sepele. Segera sampaikan kepada pemerintah desa atau pihak terkait. Semakin cepat informasi diterima, semakin besar peluang api dapat segera ditangani sebelum meluas,” katanya.

Lebih jauh, Asnawi berharap adanya perhatian dan dukungan dari instansi terkait untuk bersama-sama mencari solusi terhadap persoalan kebakaran yang terus terjadi di kawasan Sungai Manyan.

Ia menilai, kehadiran instansi terkait di lapangan sangat dibutuhkan, bukan hanya ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi juga dalam menyusun langkah-langkah pencegahan.

“Kami sangat berharap instansi terkait dapat turun langsung dan melihat kondisi di lapangan. Harapan kami, ada solusi dan langkah nyata yang dapat dilakukan bersama masyarakat untuk mencegah kebakaran. Jangan sampai setiap musim kemarau, kita hanya kembali menghadapi persoalan yang sama,” harapnya.

Menurut Asnawi, upaya pencegahan harus menjadi perhatian utama. Selain pengawasan, masyarakat juga membutuhkan edukasi serta langkah konkret yang sesuai dengan kondisi wilayah.

“Kebakaran ini adalah persoalan bersama. Karena itu, penyelesaiannya juga harus dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah desa siap berkoordinasi dan mendukung langkah-langkah yang dilakukan untuk menjaga wilayah Sungai Manyan agar lebih aman dari ancaman kebakaran,” pungkasnya.

Kebakaran yang terus berulang di kawasan Sungai Manyan kini menjadi pekerjaan rumah bersama. Masyarakat berharap persoalan tersebut tidak hanya ditangani ketika api telah membesar, melainkan mendapat perhatian serius melalui langkah pencegahan yang terencana dan berkelanjutan.

Harapan masyarakat Desa Karangtanding pun sederhana: instansi terkait hadir, melihat langsung kondisi di lapangan, duduk bersama dengan pemerintah desa dan masyarakat, kemudian melahirkan solusi nyata.

Sebab, mencegah kebakaran jauh lebih penting daripada terus-menerus memadamkan api yang telah terlanjur membesar. Dengan kepedulian, koordinasi, serta langkah nyata dari seluruh pihak, masyarakat berharap Sungai Manyan dan wilayah Desa Karangtanding dapat terhindar dari kebakaran yang terus berulang, terutama di tengah musim kemarau.

Kamis, 27 Agustus 2026

Bara Tersembunyi di Perut Bumi: Sinergi Tanpa Lelah BPBD dan Warga Jaga Tanjung Kurung dari Karhutla

 

PALI — Perjuangan melawan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tanjung Kurung, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, kini resmi memasuki hari kelima. Meski kobaran api di permukaan tanah berhasil diredam oleh tim gabungan, ancaman sesungguhnya belum usai. Karakteristik lahan yang didominasi oleh tanah gambut tebal menyebabkan bara api menjalar dan terperangkap di bawah permukaan, secara terus-menerus memproduksi kepulan asap putih pekat yang menyelimuti area sekitarnya.

​Sejak fajar menyingsing, puluhan personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI bersama jajaran aparat desa dan masyarakat setempat bahu-membahu menembus vegetasi yang hangus. Dengan mengandalkan mesin pompa air portabel bertekanan tinggi serta membentang jejaring selang puluhan meter, tim gabungan terus melakukan teknik penyiraman mendalam (blackoutting). Langkah ini menjadi krusial karena pembasahan dangkal tidak akan mampu menjangkau titik api yang bersembunyi di kedalaman 1 hingga 2 meter di bawah lapisan gambut yang mengering.

​Tantangan di lapangan tergolong berat. Selain material gambut yang sangat mudah terbakar dan menyimpan panas tinggi, embusan angin kencang serta cuaca terik kerap memicu munculnya titik asap baru (re-ignite). Kendati demikian, koordinasi yang padu antara teknis pemadaman dari BPBD PALI dan ketangguhan swadaya warga Tanjung Kurung menjadi benteng utama dalam mengendalikan pergerakan api agar tidak mendekati area pemukiman maupun perkebunan produktif milik warga.

​Kepala Desa Tanjung Kurung, Taufik, yang turun langsung memimpin koordinasi lapangan dan mendampingi warga di titik-titik krusial, menegaskan bahwa penanganan bencana ini mengedepankan transparansi, ketangguhan, serta akuntabilitas kinerja di setiap level.

"Kebakaran lahan gambut adalah ujian ketahanan yang sesungguhnya. Apa yang kita hadapi hari ini bukan lagi sekadar memadamkan lidah api yang terlihat oleh mata, melainkan perjuangan tuntas untuk menaklukkan bara yang tersembunyi di kedalaman bumi. Memasuki hari kelima ini, jajaran Pemerintah Desa Tanjung Kurung bersama BPBD Kabupaten PALI dan seluruh elemen masyarakat menegaskan komitmen pantang surut sebelum situasi benar-benar aman.

Setiap langkah penanganan yang kami jalankan berbasis pada akuntabilitas tindakan dan kepedulian ekologis. Kami memastikan alokasi sumber daya, pengerahan personil, hingga koordinasi taktis di lapangan berjalan efektif dan dapat dipertanggungjawabkan demi keselamatan warga. Ini adalah bentuk komitmen moral kami: melindungi ruang hidup masyarakat, menjaga kualitas udara, serta memastikan ekosistem Desa Tanjung Kurung tetap lestari bagi generasi mendatang."


​Hingga berita ini diturunkan, operasi pendinginan dan penyiraman intensif terus difokuskan pada sektor-sektor kritis dengan pekat asap tertinggi. Pemerintah Desa Tanjung Kurung bersama BPBD PALI juga terus memperketat pengawasan jalur masuk lahan, mendirikan posko siaga, serta mengimbau dengan keras agar tidak ada pihak mana pun yang melakukan pembersihan atau pembukaan lahan dengan cara membakar.


Minggu, 23 Agustus 2026

Meriahkan HUT ke-81 RI, Tempirai Raya Hidupkan Semangat Gotong Royong dan Kebersamaan Warga

 




PALI — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kuat di tengah masyarakat Tempirai Raya. Pemerintah Desa bersama masyarakat menggelar berbagai perlombaan dalam suasana penuh kemeriahan, kebersamaan dan semangat gotong royong.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan untuk masyarakat dalam menyambut hari kemerdekaan. Lebih dari itu, perlombaan menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kekompakan antarwarga, sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas dan persatuan di tengah masyarakat.


Hal senada disampaikan Kepala Desa Tempirai Timur, Teguh. Menurutnya, peringatan HUT ke-81 RI merupakan momentum penting untuk menanamkan kembali nilai nasionalisme, khususnya kepada generasi muda.

 warga terlihat sejak rangkaian kegiatan dimulai. Berbagai kalangan turut ambil bagian, mulai dari anak-anak, pemuda hingga masyarakat dewasa. Para peserta mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, sementara warga lainnya memberikan dukungan dan menyaksikan jalannya kegiatan.

Kita ingin anak-anak dan generasi muda tidak hanya mengetahui bahwa tanggal 17 Agustus adalah hari kemerdekaan, tetapi juga memahami makna perjuangan dan menghargai jasa para pahlawan. Salah satu caranya adalah memberikan ruang kepada mereka untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang positif, sportif dan membangun kebersamaan,” ungkap Teguh

Tawa, sorak-sorai dan semangat para peserta membuat suasana perayaan HUT ke-81 RI semakin meriah. Namun di balik kemeriahan tersebut, terdapat pesan yang jauh lebih penting, yakni bagaimana momentum kemerdekaan mampu menjadi sarana untuk memperkuat hubungan sosial dan menjaga persatuan masyarakat.



Perlombaan juga mengajarkan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Sportivitas, kebersamaan dan keberanian untuk berpartisipasi menjadi nilai yang tidak kalah penting. Sebab, semangat kemerdekaan sejatinya tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui sikap saling menghargai dan kepedulian terhadap sesama.

Sementara itu, Kepala Desa Tempirai Selatan, Sapikal, turut menyampaikan pesan dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, kemerdekaan bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum untuk kembali menguatkan persatuan, kebersamaan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia ini hendaknya tidak hanya kita maknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat. Kemerdekaan yang kita rasakan hari ini adalah hasil perjuangan para pahlawan yang harus kita hargai dan kita isi dengan hal-hal yang positif,” ujar Sapikal.

Ia berharap semangat masyarakat dalam mengikuti berbagai kegiatan peringatan HUT RI dapat terus dipertahankan dan menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

“Yang terpenting adalah bagaimana semangat gotong royong dan kebersamaan ini terus kita jaga. Dengan masyarakat yang kompak, pemerintah desa juga akan lebih mudah menjalankan pembangunan dan berbagai program untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Semarak HUT ke-81 RI di Tempirai Raya juga diwarnai dengan perhatian terhadap generasi muda. Salah satu kepala desa, Muhammad Jonot, turut memberikan bantuan seragam kepada anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) sebagai bentuk dukungan terhadap para pemuda yang mendapat kepercayaan menjalankan tugas dalam rangkaian peringatan kemerdekaan.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri generasi muda. Paskibraka tidak hanya menjalankan tugas mengibarkan dan menurunkan bendera, tetapi juga membawa nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan serta nasionalisme.

Pemberian bantuan seragam tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perhatian terhadap generasi muda merupakan bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana seremoni, tetapi juga tumbuh sebagai generasi yang memiliki karakter, disiplin dan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Tempirai Utara, Hermanto, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut menyukseskan rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.

Menurut Hermanto, kegiatan perlombaan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kompetisi.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia. Perlombaan ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita bisa berkumpul, bersilaturahmi, mempererat persaudaraan dan menjaga kekompakan masyarakat,” ujar Hermanto.

Ia menilai semangat kebersamaan tersebut harus terus dipertahankan, karena persatuan masyarakat merupakan salah satu kekuatan utama dalam mendukung pembangunan desa.

“Menang dan kalah dalam perlombaan adalah hal yang biasa. Yang paling penting adalah kita tetap menjunjung tinggi sportivitas, saling menghargai dan mengikuti seluruh kegiatan dengan penuh kegembiraan. Semoga semangat kebersamaan dan gotong royong ini tidak berhenti setelah perayaan HUT RI selesai,” katanya.

Hermanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan kemasyarakatan dapat berjalan dengan baik apabila dibangun melalui kerja sama dan partisipasi bersama.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah ikut berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini. Mudah-mudahan kebersamaan seperti ini terus kita jaga. Pemerintah desa tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat. Dengan kekompakan dan gotong royong, apa yang menjadi tujuan pembangunan desa akan lebih mudah kita wujudkan,” ungkapnya.

Kemeriahan peringatan HUT ke-81 RI di Tempirai Raya pada akhirnya tidak hanya meninggalkan kesan sebagai sebuah perayaan tahunan. Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan masyarakat, tempat anak-anak belajar tentang sportivitas, pemuda menunjukkan semangat kebersamaan, dan seluruh warga kembali diingatkan tentang pentingnya persatuan.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan, semangat gotong royong menjadi modal sosial yang sangat penting. Desa bukan hanya dibangun melalui program dan anggaran, tetapi juga melalui keterlibatan masyarakat, kepedulian, komunikasi serta rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.

Karena itu, peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen bersama bahwa pembangunan desa harus berjalan dengan semangat kebersamaan, keterbukaan dan kepedulian terhadap masyarakat.

Dari perlombaan yang sederhana hingga dukungan terhadap Paskibraka, semangat yang dibangun memiliki makna yang sama: kemerdekaan harus diisi dengan hal-hal positif, persatuan harus dijaga, dan generasi muda harus diberikan ruang untuk tumbuh serta berprestasi.

Semarak HUT ke-81 Republik Indonesia di Tempirai Raya pun menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan masih hidup di tengah masyarakat. Bukan hanya dalam kibaran Merah Putih, tetapi juga dalam gotong royong, kebersamaan, sportivitas dan kepedulian terhadap generasi penerus bangsa.

Setiap tahun acara 17 Agustusan 4 desa tempirai raya secara kolektif bersatu dalam setiap kegiatan acara 17 Agustusan 

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah, melainkan amanah untuk terus dijaga, diisi dengan kerja nyata, serta diteruskan kepada generasi berikutnya melalui persatuan dan semangat membangun dari desa.

Sabtu, 15 Agustus 2026

Semarak Lomba Gerak Jalan Desa Sukaraja, Kades Ali Padilah Buka Langsung Kegiatan

 

PALI — Semangat kemerdekaan begitu terasa di Desa Sukaraja, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sabtu (15/8/2026). Masyarakat dari berbagai kalangan tumpah ruah mengikuti lomba gerak jalan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Desa Sukaraja, Ali Padilah. Dengan penuh semangat, Ali Padilah melepas para peserta untuk mengikuti lomba yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme tersebut.

Lomba gerak jalan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat Desa Sukaraja. Pelajar, pemuda, ibu-ibu, perangkat desa, kelompok masyarakat, hingga warga umum turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Sejak pagi, suasana Desa Sukaraja sudah tampak ramai. Para peserta terlihat mempersiapkan kelompok masing-masing dengan mengenakan berbagai pakaian dan atribut. Kekompakan barisan, keseragaman pakaian, serta semangat para peserta membuat suasana peringatan HUT Kemerdekaan RI semakin meriah.

Tidak hanya peserta, masyarakat yang berada di sepanjang rute juga ikut memberikan dukungan. Tepuk tangan, sorakan, dan semangat dari warga menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta yang berjalan dengan penuh percaya diri dan kekompakan.


Bagi Pemerintah Desa Sukaraja, lomba gerak jalan bukan semata-mata kegiatan untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, menumbuhkan semangat gotong royong, sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme di tengah masyarakat.

Kepala Desa Sukaraja, Ali Padilah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Lomba gerak jalan ini bukan hanya sekadar perlombaan untuk mencari siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, mempererat silaturahmi, menjaga kekompakan, dan membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat Desa Sukaraja,” ujar Ali Padilah.

Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat. Semangat perjuangan para pahlawan, kata dia, harus terus diwariskan kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan positif.

Ali Padilah juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti perlombaan dengan penuh kegembiraan dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan kegembiraan. Menang atau kalah merupakan bagian dari perlombaan. Tetapi yang paling utama adalah kebersamaan kita. Jangan sampai karena mengejar juara, kita melupakan nilai persaudaraan dan kekompakan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial dalam memperingati HUT Kemerdekaan, tetapi juga mampu menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pemerintah desa dengan masyarakat.

Antusiasme warga yang begitu tinggi menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Desa Sukaraja. Berbagai kelompok masyarakat hadir dengan semangat dan kreativitas masing-masing, menjadikan lomba gerak jalan tersebut sebagai salah satu kegiatan yang paling dinantikan dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk saling bertemu, berinteraksi, dan mempererat tali persaudaraan. Anak-anak muda, orang tua, ibu-ibu, hingga perangkat desa dapat berbaur dalam suasana yang penuh kegembiraan.


Pemerintah Desa Sukaraja berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan tersebut tidak berhenti setelah perlombaan selesai. Semangat gotong royong dan kekompakan masyarakat diharapkan terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mendukung berbagai program pembangunan desa.

“Mari kita terus jaga kekompakan dan persatuan. Desa yang kuat bukan hanya karena pembangunannya, tetapi juga karena masyarakatnya kompak, saling mendukung, dan mau bergotong royong,” pungkas Ali Padilah.

Dengan berlangsungnya lomba gerak jalan tersebut, Desa Sukaraja kembali menunjukkan semarak perayaan kemerdekaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat dengan pesan kebersamaan. Semangat berjalan bersama menjadi gambaran sederhana bahwa kemerdekaan akan semakin bermakna ketika dirayakan dengan persatuan, sportivitas, dan kegembiraan seluruh masyarakat.

Minggu, 02 Agustus 2026

Kepala Desa Muara Dua Ajak Warga Kibarkan Merah Putih dan Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

 

Kepala desa Muara dua 

PALI – Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2026, Kepala Desa Muara Dua, Kecamatan Tanah Abang, Winsa Obeni, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengibarkan Bendera Merah Putih di setiap rumah sebagai simbol penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus bentuk kecintaan kepada bangsa dan negara.

Ajakan tersebut disampaikan sebagai upaya menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, memperkuat rasa persatuan, serta membangun kebersamaan masyarakat dalam menyambut hari bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya, kemerdekaan yang diraih para pejuang bukanlah hadiah, melainkan hasil dari pengorbanan jiwa, raga, dan harta benda yang patut dikenang serta dihormati oleh setiap generasi.

"Kami mengimbau sekaligus mengajak seluruh masyarakat Desa Muara Dua agar memasang Bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing mulai awal Agustus. Mari kita tunjukkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia dan sambut Hari Kemerdekaan dengan penuh semangat serta rasa syukur," ujar Winsa Obeni.

Tak hanya mengajak masyarakat mengibarkan Sang Saka Merah Putih, Pemerintah Desa Muara Dua juga menyatakan kesiapannya untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-81 RI dengan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan, pemasangan umbul-umbul dan dekorasi bernuansa merah putih, hingga berbagai perlombaan yang bertujuan mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Menurut Winsa Obeni, kemeriahan peringatan Hari Kemerdekaan bukan hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga persatuan, memperkuat rasa kekeluargaan, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi ciri khas kehidupan bermasyarakat di desa.

Ia berharap seluruh masyarakat, mulai dari anak-anak, pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga para orang tua dapat mengambil bagian dalam memeriahkan peringatan HUT RI. Kebersamaan tersebut diyakini akan menjadi momentum untuk semakin mempererat hubungan antarwarga sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun Desa Muara Dua menjadi desa yang semakin maju, aman, dan sejahtera.

"Momentum Hari Kemerdekaan harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan bersama-sama membangun desa. Semangat para pahlawan hendaknya menjadi inspirasi bagi kita untuk terus berkarya, bergotong royong, serta memberikan kontribusi terbaik demi kemajuan Desa Muara Dua," tambahnya.

Pemerintah Desa Muara Dua juga mengajak masyarakat agar menjaga lingkungan tetap bersih, indah, dan tertib selama rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung. Dengan memasang Bendera Merah Putih, menghias lingkungan, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan, diharapkan suasana kemerdekaan benar-benar terasa di setiap sudut desa.

Melalui semangat HUT ke-81 Republik Indonesia Tahun 2026, Pemerintah Desa Muara Dua berharap nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, persatuan, dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan semangat tersebut, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bersinergi dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan bersama.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Bersatu, bergotong royong, dan terus melangkah untuk Indonesia yang semakin maju, dengan semangat yang dimulai dari desa.

Sosialisasi dan Rapat Pra Pelaksanaan Dana Desa Tahap II, Pemdes Beruge Darat Perkuat Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas

  TALANG UBI, PALI — Pemerintah Desa Beruge Darat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), melaksanakan kegiatan ...