Kamis, 30 April 2026

Pemdes muara dua Ucapkan selamat hari buruh internasional

 

Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional, Pemerintah Desa Muara Dua melalui Kepala Desa Winsa Obeni menyampaikan ucapan selamat sekaligus penghormatan yang mendalam kepada seluruh pekerja yang telah berkontribusi nyata dalam pembangunan, baik di tingkat desa, daerah, maupun nasional.

Winsa Obeni menegaskan bahwa buruh dan pekerja merupakan elemen vital dalam menggerakkan roda perekonomian serta menjaga keberlangsungan pembangunan. Di balik setiap proses pembangunan, terdapat kerja keras, dedikasi, dan pengorbanan para pekerja yang seringkali luput dari sorotan, namun memiliki peran yang sangat menentukan.

“Peringatan Hari Buruh Internasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk merefleksikan betapa besar kontribusi para pekerja dalam kehidupan kita sehari-hari. Mereka adalah fondasi utama yang menopang berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, hingga sektor jasa dan industri,” ujar Winsa Obeni.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Desa Muara Dua memiliki komitmen untuk terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang adil, aman, dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta dukungan terhadap kegiatan ekonomi produktif di tingkat desa.

Lebih lanjut, Winsa Obeni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Buruh Internasional sebagai titik penguatan solidaritas sosial dan semangat gotong royong. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak dapat dipisahkan dari sinergi antara pemerintah, pekerja, dan seluruh lapisan masyarakat.

“Dengan semangat kebersamaan, kita dapat menciptakan desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Oleh karena itu, mari kita terus menghargai setiap profesi dan pekerjaan, karena pada dasarnya semua memiliki kontribusi yang sama pentingnya dalam membangun kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas kerja dan kesejahteraan pekerja. Menurutnya, perhatian terhadap hak-hak pekerja, kondisi kerja yang layak, serta perlindungan sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan yang berkeadilan.

Di akhir pernyataannya, Kepala Desa Muara Dua tersebut menyampaikan harapan agar para pekerja terus diberikan kekuatan, kesehatan, dan semangat dalam menjalankan aktivitasnya. Ia juga berharap agar ke depan, kesejahteraan pekerja semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan pembangunan di berbagai sektor.

“Selamat Hari Buruh Internasional. Teruslah berkarya dengan penuh semangat dan integritas. Setiap keringat yang tercurah adalah bagian dari perjuangan mulia untuk masa depan yang lebih baik, bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas,” tutup Winsa Obeni.

Selasa, 28 April 2026

Rumah Warga di Tempirai Selatan Tertimpa Pohon Tumbang, Kerusakan Parah

 


Satu unit rumah milik Badaruddin, warga Tempirai Selatan, mengalami kerusakan cukup parah setelah tertimpa pohon tumbang yang terjadi secara tiba-tiba. Peristiwa ini diduga dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut, dengan angin kencang yang datang secara mendadak.

Pohon berukuran besar yang berada tidak jauh dari rumah korban tiba-tiba roboh dan langsung menghantam bagian atap rumah. Benturan keras tersebut membuat sebagian struktur bangunan mengalami kerusakan serius, terutama pada bagian atap dan rangka rumah yang tidak mampu menahan beban pohon.

Saat kejadian berlangsung, Badaruddin beserta anggota keluarganya diketahui sedang berada di dalam rumah. Suasana panik pun sempat terjadi ketika suara gemuruh terdengar dan pohon besar tersebut menimpa rumah mereka. Beruntung, dalam insiden ini tidak ada korban jiwa, meskipun penghuni rumah mengalami trauma akibat kejadian yang cukup mengejutkan tersebut.

Kerugian material diperkirakan cukup besar, mengingat kondisi rumah yang mengalami kerusakan di beberapa bagian penting. Perabotan rumah tangga yang berada di dalam juga turut terdampak akibat runtuhan bagian atap.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan ke lokasi untuk memberikan pertolongan. Dengan semangat gotong royong, masyarakat bersama-sama membantu membersihkan batang dan ranting pohon yang menimpa rumah korban. Proses evakuasi dilakukan secara manual menggunakan peralatan seadanya.

Hingga saat ini, kondisi rumah masih dalam tahap pembersihan, sementara pihak terkait diharapkan dapat memberikan bantuan kepada korban yang terdampak musibah tersebut.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana, terutama saat cuaca ekstrem melanda. Pohon-pohon besar di sekitar permukiman diimbau untuk diperiksa secara berkala guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari.

Minggu, 26 April 2026

Skandal Proyek Cetak Sawah di PALI: Antara Dugaan Lahan Fiktif dan Jeritan Rakyat yang Tergusur

 

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kini tengah diguncang isu miring terkait pelaksanaan program Percetakan Sawah Rakyat (PCSR). Proyek yang seharusnya menjadi angin segar bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, justru berubah menjadi polemik hukum dan sosial yang memanas. Kasus ini mencuat setelah serangkaian investigasi mengungkap adanya ketimpangan prosedur yang diduga merugikan masyarakat kecil dan keuangan negara.

Awal Mula Kisruh: Jeritan Suparin dan Dugaan Lahan Fiktif

​Pangkal persoalan ini bermula dari laporan seorang warga Desa Tempirai bernama Suparin. Ia mengaku bahwa lahan waris milik keluarganya telah digusur tanpa izin demi kepentingan proyek cetak sawah tersebut. Tindakan yang dianggap sewenang-wenang ini memicu reaksi keras, terutama karena adanya indikasi bahwa proyek tersebut tidak berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

​Tak hanya soal penggusuran, temuan investigasi juga menunjuk pada indikasi yang lebih besar: Skandal Lahan Fiktif. Diduga kuat terdapat ratusan hektar lahan yang diklaim masuk dalam program PCSR, namun secara fisik keberadaannya dipertanyakan. Muncul dugaan adanya tumpang tindih lahan dengan hak milik warga, yang menimbulkan kecurigaan bahwa proyek ini hanya "indah di atas kertas" namun bermasalah di lapangan.

DPRD PALI Bergerak: Pemanggilan Dinas Pertanian

​Merespons laporan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIDIK, lembaga legislatif akhirnya mengambil langkah tegas. Ketua DPRD PALI, H. Ubaidillah, telah mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan resmi kepada Dinas Pertanian dan Komisi III untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).

​Agenda yang dijadwalkan pada Senin, 27 April 2026 ini bersifat tunggal dan krusial: Membedah carut-marut program cetak sawah di Desa Tempirai. DPRD ingin mengklarifikasi keterangan dari pihak eksekutif guna mengurai benang kusut yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat dan dilaporkan oleh aktivis.

Ancaman Aksi Massa: "Tindak Tegas atau Kami Turun ke Jalan!"

​Di sisi lain, tekanan publik terus menguat. Ketua DPC LSM LIDIK PALI, Dedi Handayani, memberikan peringatan keras kepada para wakil rakyat. Ia menegaskan bahwa pihaknya menuntut tindakan nyata dan tegas terhadap oknum-oknum yang diduga menyalahgunakan wewenang dalam proyek ini.

​LSM LIDIK menilai bahwa pencetakan sawah tanpa koordinasi dan izin dari pemilik lahan, seperti yang dialami Suparin, adalah bentuk kezaliman yang tidak bisa dibiarkan. Jika pertemuan di DPRD tidak membuahkan hasil yang adil atau tidak ada tindakan tegas terhadap para oknum pelaku, mereka mengancam akan mengerahkan massa dalam aksi demonstrasi besar-besaran untuk menuntut keadilan bagi rakyat Tempirai.

Kesimpulan

​Kini, mata masyarakat PALI tertuju pada gedung DPRD. Akankah rapat tersebut mampu mengungkap tabir di balik dugaan proyek fiktif dan penggusuran lahan warga? Ataukah kisruh ini akan berakhir pada aksi massa di jalanan? Yang jelas, tuntutan akan transparansi dan perlindungan hak milik rakyat kini menjadi prioritas utama dalam menyelesaikan skandal "air mata" di atas lahan cetak sawah ini.


Ladang Ganja Raksasa di Empat Lawang Terungkap, Ratusan Kilogram Siap Edar Disita

 

Empat Lawang – Upaya pemberantasan narkotika kembali menunjukkan hasil signifikan. Polda Sumatera Selatan melalui Direktorat Reserse Narkoba bersama jajaran Polres Empat Lawang berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika jenis ganja dalam sebuah operasi gabungan yang terencana dan terukur.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil membongkar ladang ganja yang tersembunyi di wilayah Desa Batu Jungul, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang. Luas ladang yang ditemukan mencapai sekitar 20 hektare, menunjukkan skala produksi yang tidak kecil dan diduga telah berlangsung cukup lama tanpa terdeteksi.

Tak hanya itu, aparat juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 220 kilogram ganja kering yang siap diedarkan ke berbagai wilayah. Jumlah ini mengindikasikan bahwa jaringan peredaran yang diungkap memiliki potensi jangkauan yang luas dan terorganisir.

Pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan aparat kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya, termasuk menyasar lokasi produksi yang berada di daerah terpencil. Langkah ini juga diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku serta menjadi peringatan keras bahwa tidak ada ruang bagi peredaran narkotika di wilayah Sumatera Selatan.

Pihak kepolisian terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan yang lebih besar, termasuk memburu pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini. Masyarakat pun diimbau untuk turut berperan aktif dengan melaporkan segala aktivitas mencurigakan demi menjaga lingkungan tetap aman dan bebas dari narkoba.

Sabtu, 25 April 2026

Langkah Hijau di Hari Jadi PALI, Penanaman Pohon di Rejosari Berjalan Sukses

 


PALI-GardaFakta
Kegiatan penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ke-13 berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan di wilayah Rejosari Talang Ubi Utara, Minggu (26/04/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Talang Ubi bersama jajaran staf, sebagai bentuk dukungan terhadap program pelestarian lingkungan sekaligus menyemarakkan peringatan HUT Kabupaten PALI. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia Asri yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut berbagai unsur pemerintah dan lembaga terkait. Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala BRIDA, Dinas Komunikasi dan Informatika, Kapolsek Talang Ubi, Lurah Talang Ubi Utara, serta sejumlah lembaga pertanian di Kabupaten PALI.
Penanaman pohon ini tidak hanya menjadi simbol perayaan semata, namun juga menjadi langkah nyata dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mencegah kerusakan alam, serta menciptakan kawasan hijau yang bermanfaat bagi generasi mendatang. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari penanaman bibit hingga penyuluhan singkat terkait pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Camat Talang Ubi dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan kondusif sesuai dengan rundown yang telah ditetapkan. Kebersamaan dan sinergi antarinstansi yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi cerminan kuatnya komitmen pemerintah daerah dalam membangun Kabupaten PALI yang lebih hijau, asri, dan berkelanjutan.

Kades Pangkul Wakili Prabumulih Sambut Tiga Menteri di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II

 

PALEMBANG, 
GardaFakta — Kepala Desa Pangkul, Zakaria Yadi, SH, mendapat kehormatan mewakili Kota Prabumulih dalam agenda penyambutan sejumlah tokoh nasional di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Sabtu (25/4/2026).
Tokoh-tokoh yang hadir dalam kunjungan tersebut di antaranya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, Yandri Susanto, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Turut hadir pula sejumlah tokoh nasional lainnya seperti Hatta Rajasa dan Aburizal Bakrie yang semakin menambah pentingnya agenda tersebut.
Kunjungan para pejabat tinggi negara ini menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang dialog antara pemerintah pusat dan para kepala desa se-Sumatera Selatan, khususnya dari Kota Prabumulih. Dalam suasana yang penuh keakraban, berbagai persoalan pembangunan desa disampaikan secara langsung, mulai dari kebutuhan peningkatan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat desa, hingga pemenuhan layanan dasar yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Desa menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong percepatan pembangunan desa yang berkelanjutan. Aspirasi yang disampaikan para kepala desa diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan ke depan.
Zakaria Yadi menyampaikan rasa syukur dan bangganya karena dipercaya membawa nama Prabumulih dalam forum penting tersebut. Ia menilai, kesempatan ini menjadi langkah nyata untuk menyuarakan kebutuhan masyarakat desa secara langsung kepada pemerintah pusat.
“Alhamdulillah, hari ini kami mendapat kesempatan mewakili Kota Prabumulih untuk bersilaturahmi langsung dengan Bapak Menteri dan menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat desa. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami,” ujarnya.
Ia juga berharap, melalui pertemuan ini, berbagai usulan yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti sehingga pembangunan di desa, khususnya di wilayah Prabumulih, dapat semakin merata dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Kegiatan ini pun diharapkan menjadi awal dari langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah demi mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera di Sumatera Selatan.

Malam puncak HUT ke 13 kabupaten PALI ,kompak bergerak, berdampak

 

Di Bumi Serepat Serasan, semangat kebersamaan kembali terasa hangat. Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, atau PALI, bersiap menyambut malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-13 dengan penuh kemeriahan dan makna mendalam. Mengusung tema “Kompak Bergerak Berdampak”, perayaan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah yang lebih maju dan berkelanjutan.

Sabtu malam, 25 April 2026, Lapangan Atas Gelora November akan menjadi saksi berkumpulnya masyarakat dari berbagai penjuru. Dimulai pukul 19.00 WIB, suasana akan dipenuhi antusiasme, tawa, dan rasa bangga terhadap perjalanan panjang Kabupaten PALI. Momen ini bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga bentuk apresiasi atas berbagai capaian pembangunan yang telah diraih bersama.

Semarak acara semakin terasa dengan penampilan spesial dari Saynora Music yang siap menghidupkan suasana dengan alunan musik yang enerjik dan penuh semangat kebersamaan. Irama yang menggema di malam hari akan menjadi pengikat kebahagiaan, menyatukan semua yang hadir dalam satu rasa: bangga menjadi bagian dari PALI.

Tak hanya itu, malam penuh makna ini juga menjadi ajang penghargaan bagi para atlet berprestasi dalam ajang Porprov dan Peparprov 2025. Bonus yang diberikan menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, dedikasi, dan semangat juang mereka dihargai dan dijunjung tinggi. Mereka bukan hanya membawa kemenangan, tetapi juga mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih luas.

Perayaan ini adalah cerminan bahwa ketika pemerintah dan masyarakat berjalan beriringan, maka dampak positif akan terus tercipta. Sebuah malam yang bukan hanya meriah, tetapi juga sarat makna, memperkuat persatuan, dan meneguhkan harapan untuk masa depan Kabupaten PALI yang lebih gemilang.

Jumat, 24 April 2026

WNA cina terbukti langgar Izin kerja di Prabumulih

 

Prabumulih -

Kasus pelanggaran izin kerja kembali terjadi di Indonesia. Seorang warga negara asing asal Tiongkok berinisial LL, atau Lai Leping, terbukti melakukan aktivitas kerja yang tidak sesuai dengan izin tinggal yang dimilikinya selama berada di wilayah Indonesia.

Temuan ini merupakan hasil dari pengawasan intensif yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi wilayah Sumatera Selatan. Pengawasan tersebut tidak dilakukan secara singkat, melainkan melalui pemantauan lapangan yang berlangsung selama kurang lebih empat bulan terakhir.

Dari hasil penelusuran tim di lapangan, LL diketahui bekerja di salah satu gudang distribusi milik CV TJA yang berlokasi di Kota Prabumulih. Aktivitas yang dijalankan oleh yang bersangkutan ternyata tidak sesuai dengan izin tinggal terbatas yang ia gunakan untuk berada di Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Sumatera Selatan, Johanes Fanny Satria Cahyo Aprianto, dalam konferensi pers yang digelar di Palembang pada Selasa malam, menegaskan bahwa pelanggaran tersebut telah dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan langsung di lokasi.

Ia menjelaskan, dari hasil pengawasan tim, ditemukan bahwa LL telah melanggar perjanjian kerja sekaligus menyalahgunakan izin tinggal yang dimilikinya. Selama kurang lebih empat bulan, yang bersangkutan menjalankan pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pelanggaran semacam ini bukan hanya persoalan administratif, tetapi juga menyangkut kepatuhan terhadap hukum keimigrasian di Indonesia. Setiap warga negara asing yang bekerja di Indonesia wajib memiliki izin yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan. Ketidaksesuaian antara izin dan aktivitas kerja dapat berujung pada sanksi tegas, termasuk deportasi dan pencantuman dalam daftar penangkalan.

Kasus ini sekaligus menunjukkan bahwa pengawasan terhadap tenaga kerja asing terus diperketat oleh pemerintah. Direktorat Jenderal Imigrasi menegaskan komitmennya untuk menjaga ketertiban dan memastikan seluruh aktivitas warga negara asing di Indonesia berjalan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Selain itu, langkah ini juga menjadi bentuk perlindungan terhadap tenaga kerja lokal, agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat akibat penyalahgunaan izin oleh pihak asing. Pemerintah berharap, melalui penegakan hukum yang tegas dan konsisten, setiap pelanggaran dapat diminimalisir di masa mendatang.

Ke depan, pengawasan lapangan akan terus dilakukan secara berkala dan menyeluruh, khususnya di sektor-sektor yang melibatkan tenaga kerja asing. Dengan demikian, keberadaan WNA di Indonesia benar-benar memberikan kontribusi positif tanpa melanggar aturan yang telah ditetapkan.

Kasus ini pun menjadi pengingat bagi seluruh pihak, baik perusahaan maupun tenaga kerja asing, untuk selalu mematuhi regulasi yang berlaku. Karena pada akhirnya, ketaatan terhadap hukum adalah kunci utama dalam menjaga ketertiban, keadilan, dan kedaulatan negara.

Rabu, 22 April 2026

Pemkab PALI Salurkan Bantuan Cadangan Pangan Tahap I, 26.305 KK Terima Manfaat

 

PALI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat melalui penyaluran bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tahap I yang mulai dilaksanakan pada Kamis, 23 April 2026. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

Kegiatan penyaluran bantuan diawali secara simbolis di Balai Kelurahan Talang Ubi Barat, tepatnya di kawasan Talang Pipa Bawah. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten PALI, Kartika Yanti, yang hadir bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Khairiman, serta Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Talang Ubi Barat, Ritawati Anwar. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan berjalan dengan baik di lapangan.

Dalam sambutannya, Sekda Kartika Yanti menyampaikan bahwa jumlah penerima bantuan Cadangan Pangan Pemerintah tahap I ini mencapai 26.305 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten PALI. Ia menegaskan bahwa data penerima telah melalui proses verifikasi agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Sebanyak 26.305 kepala keluarga menjadi penerima manfaat bantuan Cadangan Pangan Pemerintah ini, yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten PALI. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat,” ujar Sekda.

Lebih lanjut dijelaskan, pada tahap awal penyaluran ini, bantuan yang diberikan merupakan alokasi untuk dua bulan sekaligus, yakni bulan Februari dan Maret 2026. Setiap Kepala Keluarga menerima bantuan berupa 20 kilogram beras serta 4 liter minyak goreng merek Minyakita.

“Hari ini kita salurkan untuk dua bulan sekaligus, sehingga masing-masing penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Diharapkan bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat,” jelasnya.

Sekda juga menambahkan bahwa program Cadangan Pangan Pemerintah merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kerawanan pangan di masyarakat. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga dan kebutuhan dasar dapat terpenuhi dengan baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PALI, Khairiman, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap proses distribusi bantuan agar berjalan lancar dan tidak menimbulkan kendala di lapangan. Ia juga memastikan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap ke seluruh wilayah penerima.

“Penyaluran ini akan terus berlanjut ke seluruh kecamatan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Kami pastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Di sisi lain, masyarakat yang menerima bantuan mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Bantuan beras dan minyak goreng dinilai sangat meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Pemerintah Kabupaten PALI berharap program Cadangan Pangan Pemerintah ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, perangkat kelurahan, dan masyarakat, diharapkan penyaluran bantuan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh penerima.

Melalui langkah ini, Pemkab PALI kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, serta menjaga kesejahteraan warga di seluruh wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir.

Kepala desa muara dua,kec tanah Abang, apresiasi paripurna HUT ke 13 PALI

 

Kepala Desa Muara Dua, Kecamatan Tana Abang, Winsa Obeni, menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap pelaksanaan Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Momentum ini dinilai bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud nyata perjalanan panjang pembangunan daerah yang terus menunjukkan arah kemajuan yang lebih baik.

Dalam keterangannya, Winsa Obeni menegaskan bahwa usia ke-13 Kabupaten PALI menjadi tonggak penting dalam mengukur capaian kinerja pemerintah daerah secara menyeluruh. Berbagai program pembangunan yang telah dijalankan, baik di sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat desa, dinilai telah memberikan dampak positif yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk di Desa Muara Dua.

“Rapat Paripurna ini mencerminkan akuntabilitas dan transparansi pemerintah daerah dalam menyampaikan capaian pembangunan kepada publik. Kami sebagai pemerintah desa sangat mengapresiasi hal tersebut, karena masyarakat berhak mengetahui sejauh mana perkembangan daerahnya,” ungkap Winsa Obeni.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa dalam mendorong pembangunan yang merata. Menurutnya, Desa Muara Dua sebagai bagian dari Kabupaten PALI turut merasakan berbagai bentuk perhatian dan dukungan, baik melalui pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan pelayanan publik, maupun program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, Winsa Obeni menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-13 ini harus menjadi momentum refleksi sekaligus evaluasi bersama, guna memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, bersih, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Desa Muara Dua dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan selamat HUT ke-13 Kabupaten PALI. Semoga ke depan, Kabupaten PALI semakin maju, berdaya saing, serta mampu menghadirkan pembangunan yang berkeadilan dan merata hingga ke pelosok desa,” tegasnya.

Ia juga berharap agar semangat kebersamaan yang tercermin dalam peringatan ini dapat terus terjaga, sehingga seluruh elemen masyarakat dapat bersatu dalam mendukung setiap program pembangunan daerah.

Peringatan HUT ke-13 Kabupaten PALI yang ditandai dengan pelaksanaan Rapat Paripurna berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban moral pemerintah kepada masyarakat atas kinerja yang telah dicapai selama ini.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, Desa Muara Dua optimistis Kabupaten PALI akan terus tumbuh menjadi daerah yang maju, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Selasa, 21 April 2026

Rapat Paripurna Istimewa DPRD PALI, Momentum Refleksi dan Penguatan Komitmen di Usia ke-13

 

PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-13 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), DPRD PALI menggelar Rapat Paripurna Istimewa yang berlangsung khidmat dan penuh makna, Rabu (22/4/2025).

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung DPRD PALI tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat untuk merefleksikan perjalanan panjang Kabupaten PALI sejak berdiri hingga saat ini. Tidak hanya sebagai seremoni tahunan, rapat paripurna ini juga menjadi wadah evaluasi atas capaian pembangunan sekaligus perumusan langkah strategis ke depan.

Suasana kebersamaan dan kekhidmatan terasa sejak awal kegiatan. Para tamu undangan yang hadir tampak antusias mengikuti jalannya acara, yang sarat dengan nilai-nilai kebersamaan, persatuan, serta semangat membangun daerah.

Rapat paripurna ini turut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Bupati PALI Asgianto ST, Ketua DPRD PALI H. Ubaidillah, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) PALI. Selain itu, hadir pula perwakilan dari berbagai instansi, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari luar daerah yang ikut memberikan warna tersendiri dalam peringatan hari bersejarah tersebut.

Dalam sambutan yang disampaikan, para pimpinan daerah menekankan bahwa perjalanan 13 tahun Kabupaten PALI bukanlah waktu yang singkat. Berbagai tantangan dan dinamika telah dilalui, namun dengan kerja keras, sinergi, dan dukungan seluruh masyarakat, PALI mampu menunjukkan perkembangan yang signifikan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, disampaikan pula bahwa keberhasilan yang telah dicapai hendaknya tidak membuat seluruh pihak berpuas diri. Justru, peringatan hari jadi ini harus menjadi pemicu semangat untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Dengan mengusung semangat “PALI Maju untuk Indonesia Emas”, seluruh elemen diajak untuk terus bergerak bersama, menjaga kekompakan, serta menciptakan dampak nyata bagi kemajuan daerah. Semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan PALI yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

Rapat Paripurna Istimewa ini juga menjadi simbol kuat bahwa sinergitas antar pemangku kepentingan di Kabupaten PALI tetap terjaga dengan baik. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan, sekaligus memanfaatkan berbagai peluang yang ada.

Di usia yang ke-13 ini, Kabupaten PALI diharapkan mampu terus melangkah lebih maju, mempercepat pembangunan, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan komitmen bersama, visi besar untuk menjadikan PALI sebagai daerah yang unggul dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.

Hari Jadi ke-13 Kabupaten PALI: Kompak Bergerak, Berdampak Nyata, Menuju Masa Depan yang Lebih Gemilang.

PALI Catat Capaian Tertinggi UCJ di Sumsel per April 2026

 


PALI — Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mencatat capaian tertinggi dalam Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) di Provinsi Sumatera Selatan per April 2026. Berdasarkan data per 20 April 2026, tingkat cakupan perlindungan tenaga kerja di Kabupaten PALI mencapai 38,40 persen, menempatkannya pada peringkat pertama di tingkat kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya partisipasi pekerja dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan, yang mencakup perlindungan terhadap risiko kerja seperti kecelakaan, kematian, hingga jaminan hari tua. Pemerintah daerah menyebut angka ini merupakan hasil dari upaya sosialisasi, fasilitasi kepesertaan, serta sinergi lintas sektor yang terus diperkuat.

Meski demikian, capaian 38,40 persen juga menunjukkan masih adanya ruang yang perlu ditingkatkan, khususnya dalam menjangkau pekerja sektor informal yang selama ini menjadi tantangan dalam perluasan kepesertaan. Oleh karena itu, Pemkab PALI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses perlindungan sosial secara bertahap dan berkelanjutan.

Langkah ke depan diarahkan pada penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, termasuk optimalisasi peran perangkat daerah dalam mendata serta mendorong pekerja untuk terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Upaya ini juga selaras dengan target pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten PALI Tahun 2025–2029.

Dengan capaian ini, Pemerintah Kabupaten PALI diharapkan tidak hanya mempertahankan posisi teratas, tetapi juga meningkatkan kualitas perlindungan tenaga kerja secara menyeluruh, sehingga manfaat jaminan sosial dapat dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh lapisan pekerja di wilayah tersebut.

Senin, 20 April 2026

DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Menjadi Undang-Undang

 

JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menorehkan sejarah baru dalam pemenuhan hak asasi manusia dan perlindungan bagi pekerja domestik. Melalui Rapat Paripurna ke-17 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025-2026, DPR secara resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) menjadi Undang-Undang.

​Keputusan bersejarah ini diambil di tengah Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Selasa (21/4/2026). Rapat tersebut dihadiri langsung oleh 314 dari total 578 anggota DPR, menunjukkan komitmen kuat dari berbagai fraksi untuk menyetujui aturan hukum yang telah lama dinantikan ini.

​Rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPR Puan Maharani didampingi oleh Wakil Ketua Sufmi Dasco Ahmad, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Saan Mustopa. Momen penting dalam rapat ini terjadi ketika Puan Maharani meminta persetujuan dari seluruh fraksi terkait pengesahan RUU PPRT.

​"Tibalah saatnya kami meminta persetujuan fraksi-fraksi terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Apakah dapat disetujui disahkan menjadi undang-undang?" tanya Puan dengan tegas.

​Seruan "Setuju" menggema dari anggota Dewan yang hadir, diikuti dengan ketukan palu oleh Puan Maharani, yang secara simbolis menandai pengesahan RUU PPRT menjadi undang-undang.

​Pengesahan RUU ini diawali dengan laporan pembahasan oleh Ketua Panitia Kerja (Panja) RUU PPRT sekaligus Ketua Baleg DPR, Bob Hasan. Dengan disahkannya UU PPRT, Indonesia kini memiliki payung hukum yang jelas dan komprehensif untuk melindungi hak-hak pekerja rumah tangga. Norma baru ini tidak hanya memberikan perlindungan dari eksploitasi dan kekerasan, tetapi juga menjamin kepastian terkait jam kerja, upah layak, hak istirahat, serta jaminan sosial bagi mereka yang bekerja di sektor domestik.

​Pemerintah menyambut baik keputusan DPR ini. Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas, yang hadir mewakili pemerintah, menyatakan bahwa pengesahan UU PPRT ini merupakan perwujudan dari komitmen negara untuk memberikan perlindungan kepada seluruh warganya, termasuk pekerja rumah tangga. Ia menekankan bahwa perlindungan bagi pekerja rumah tangga sepenuhnya sejalan dengan keinginan dan prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil dan bermartabat.


Ratusan Massa APM Gelar Aksi di Kantor Pertamina Prabumulih

 

PRABUMULIH — Gelombang aksi unjuk rasa mengguncang Kota Prabumulih. Aliansi Prabumulih Menggugat (APM) turun ke jalan dan menggelar demonstrasi di depan kantor PT Pertamina Zona 4 Prabumulih, dengan jumlah massa yang diperkirakan mencapai lebih dari 400 orang, sejak Selasa pagi.

Dengan membawa spanduk, poster, serta menyuarakan tuntutan melalui pengeras suara, massa aksi tampak memadati area sekitar kantor. Mereka datang dari berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam aliansi, menyuarakan aspirasi serta kritik terhadap sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak perusahaan.

Suasana aksi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan guna memastikan kegiatan berjalan tertib dan kondusif. Meski sempat terjadi aksi dorong di beberapa titik akibat membludaknya massa, situasi secara umum tetap terkendali.

Koordinator lapangan aksi dalam orasinya menegaskan bahwa kehadiran ratusan massa ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap berbagai isu yang berkembang. Ia juga meminta pihak PT Pertamina Zona 4 untuk membuka ruang dialog dan transparansi terhadap tuntutan yang disampaikan.

“Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, tetapi bentuk suara rakyat yang harus didengar. Kami berharap ada respon nyata dari pihak terkait,” tegasnya di hadapan massa.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan massa aksi dikabarkan tengah berupaya melakukan audiensi dengan pihak perusahaan untuk menyampaikan tuntutan secara langsung.

Aksi ini menjadi perhatian masyarakat Kota Prabumulih, mengingat besarnya jumlah massa yang terlibat serta isu yang diangkat dinilai menyangkut kepentingan publik secara luas.

Pencuri Gasak 8 Handphone Milik Peserta Calon Paskibraka di Talang Ubi

 

PALI — Aksi pencurian terjadi di sebuah rumah kos milik Erlan yang berada di RT 01, Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, pada Selasa (21/4/2026).

Dalam peristiwa tersebut, pelaku yang belum diketahui identitasnya berhasil menggondol sebanyak 8 unit handphone milik para peserta calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 yang tengah menginap di lokasi tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu diketahui saat para korban menyadari handphone mereka telah hilang saat bangun dari istirahat. Diduga pelaku masuk ke dalam kamar kos saat kondisi penghuni sedang lengah, bahkan kemungkinan saat mereka sedang tertidur.

Para korban yang merupakan peserta calon Paskibraka tersebut langsung melaporkan kejadian itu kepada pemilik kos dan pihak berwenang setempat. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, mengingat jumlah dan jenis handphone yang hilang.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku pencurian. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Warga sekitar diimbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap tindak kriminalitas yang dapat terjadi kapan saja. Sementara itu, para peserta Paskibraka diharapkan tetap fokus menjalani kegiatan mereka meskipun sempat dihadapkan pada musibah tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setempat, mengingat para korban merupakan generasi muda yang tengah mengikuti proses seleksi kegiatan nasional yang membanggakan.

Minggu, 19 April 2026

Paripurna HUT ke-83 Kabupaten Musi Rawas Diwarnai Aksi Demonstrasi

 

Musi Rawas, Senin (20/4/2026) — Rapat Paripurna dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-83 Kabupaten Musi Rawas berlangsung dengan nuansa berbeda. Di tengah jalannya sidang yang khidmat, aksi demonstrasi dari sejumlah massa mewarnai kegiatan yang digelar di gedung DPRD setempat.

Sejak pagi hari, massa mulai berkumpul di sekitar lokasi dengan membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan. Mereka menyuarakan aspirasi terkait sejumlah isu yang dinilai belum mendapat perhatian maksimal dari pemerintah daerah.

Aksi tersebut sempat menarik perhatian peserta rapat dan tamu undangan yang hadir. Meski demikian, jalannya rapat paripurna tetap berlangsung sesuai agenda, dengan pengamanan dari aparat kepolisian dan Satpol PP yang terlihat berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Dalam orasinya, perwakilan massa menyampaikan harapan agar momentum HUT ke-83 ini tidak hanya menjadi seremonial semata, tetapi juga menjadi titik evaluasi bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, pihak aparat keamanan melakukan pengawalan secara persuasif terhadap jalannya aksi. Demonstrasi berlangsung tertib tanpa adanya tindakan anarkis, meskipun sempat terjadi ketegangan kecil saat massa mencoba mendekat ke area gedung.

Rapat paripurna sendiri tetap berjalan dengan agenda utama mendengarkan pidato resmi dalam rangka peringatan HUT Kabupaten Musi Rawas ke-83, yang mengangkat tema pembangunan dan kemajuan daerah.

Hingga siang hari, aksi demonstrasi berangsur membubar dengan tertib. Situasi kembali kondusif dan kegiatan peringatan HUT Kabupaten Musi Rawas pun dapat dilanjutkan sebagaimana mestinya.

Peristiwa ini menjadi catatan tersendiri dalam peringatan hari jadi Kabupaten Musi Rawas tahun ini, bahwa di balik perayaan, masih terdapat berbagai aspirasi masyarakat yang perlu menjadi perhatian bersama.

Dua Pria Mengaku Warga Betung Abab Diamankan Warga Gunung Raja Penukal Saat Beraksi Mencurigakan, Kedapatan Bawa Alat Diduga untuk Aksi Kejahatan

 





GardaFakta.news

PALI-Suasana tenang di Desa Gunung Raja, Kecamatan Penukal, mendadak berubah tegang setelah dua orang pria yang diketahui berasal dari Desa Betung diamankan oleh warga setempat pada malam hari. Keduanya tertangkap saat diduga tengah mengendap-endap di area permukiman warga dengan gerak-gerik yang mencurigakan.

Peristiwa tersebut terjadi ketika sebagian besar warga tengah beristirahat kurang lebih jam 2 malam 20 Apri l 2026. Namun, sejumlah warga yang masih beraktivitas mulai menaruh curiga setelah melihat kedua pria itu berjalan perlahan menyusuri lorong-lorong rumah. Mereka terlihat berusaha menghindari cahaya lampu dan beberapa kali berhenti di titik tertentu, seolah tengah mengamati situasi sekitar.

“Gerakannya tidak seperti orang biasa lewat. Mereka seperti mengintai,” ujar salah satu warga.

Kecurigaan itu memuncak saat keduanya mencoba menghindar ketika dipanggil warga. Tanpa menunggu lama, warga yang sudah siaga langsung bergerak cepat melakukan pengepungan. Dalam waktu singkat, kedua pria tersebut berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti.

Ketegangan sempat meningkat ketika warga mulai memeriksa barang bawaan kedua terduga pelaku. Dari hasil pemeriksaan di lokasi, warga menemukan sejumlah alat yang diduga kuat berkaitan dengan aksi kejahatan, yakni satu buah palu, obeng, serta kunci T yang kerap digunakan dalam kasus pencurian kendaraan bermotor.

Penemuan tersebut sontak membuat suasana semakin panas. Warga yang berkumpul di lokasi kejadian tampak geram, mengingat alat-alat tersebut menguatkan dugaan bahwa kedua pria itu tengah merencanakan aksi kriminal di lingkungan mereka.

“Kalau hanya lewat biasa, tidak mungkin bawa alat seperti itu,” kata warga lainnya dengan nada kesal.

Meski emosi warga sempat memuncak, tokoh masyarakat bersama perangkat desa dengan sigap turun tangan untuk meredam situasi. Mereka mengimbau warga agar tidak bertindak main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak berwajib.

Kedua pria tersebut kemudian diamankan sambil menunggu penyerahan kepada aparat penegak hukum guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hingga saat diamankan, keduanya belum mampu memberikan keterangan yang jelas dan meyakinkan terkait tujuan mereka berada di desa tersebut pada waktu malam hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat akan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, khususnya di malam hari. Kekompakan dan kepedulian warga dalam menjaga lingkungan terbukti menjadi faktor utama dalam menggagalkan dugaan aksi kejahatan.

“Ini bukti bahwa warga kita tidak lengah. Kita jaga kampung kita bersama,” tegas salah satu tokoh masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Desa Gunung Raja dilaporkan telah kembali kondusif. Namun demikian, warga berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli malam dan pengawasan lingkungan guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Sabtu, 18 April 2026

Lautan manusia memadati kawasan car free night atmo di Palembang

 

Lautan manusia memadati kawasan Car Free Night Atmo di Palembang pada Sabtu malam. Kegiatan yang menghadirkan parade budaya tersebut berlangsung meriah dengan berbagai atraksi seni tradisional yang memukau ribuan pengunjung.

Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, bersama istri. Kehadiran orang nomor satu di Sumsel itu didampingi oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, beserta istri dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Parade budaya menjadi daya tarik utama dalam kegiatan tersebut. Beragam penampilan kesenian daerah ditampilkan, mulai dari tarian tradisional hingga atraksi barongsai yang berhasil mencuri perhatian masyarakat. Antusiasme warga terlihat dari padatnya area sepanjang jalur kegiatan, dengan banyak pengunjung yang mengabadikan momen menggunakan ponsel mereka.

Selain sebagai ajang hiburan, Car Free Night Atmo juga menjadi sarana untuk melestarikan budaya lokal sekaligus menggerakkan sektor ekonomi masyarakat. Para pelaku UMKM turut memanfaatkan momentum ini untuk menjajakan berbagai produk kuliner dan kerajinan khas daerah.

Pemerintah berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar secara rutin sebagai wadah kebersamaan masyarakat serta upaya memperkuat identitas budaya di Kota Palembang.

KPK Amankan Uang Ratusan Juta hingga Barang Mewah dalam OTT Bupati Tulungagung

 

Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret kepala daerah. Kali ini, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, diamankan atas dugaan kasus pemerasan terhadap sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam operasi tersebut, KPK berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 335,4 juta, sejumlah dokumen penting, serta barang mewah berupa sepatu dari merek ternama Louis Vuitton.

Uang ratusan juta rupiah tersebut diduga merupakan bagian dari praktik pemerasan yang nilainya mencapai sekitar Rp 2,7 miliar. Dugaan pemerasan itu disebut berasal dari 16 OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

KPK menyebutkan bahwa praktik ini dilakukan dengan modus permintaan sejumlah uang kepada OPD, yang diduga berkaitan dengan kepentingan tertentu dalam pengelolaan anggaran daerah. Saat ini, tim penyidik masih terus mendalami aliran dana serta keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Penangkapan ini kembali menjadi sorotan publik, sekaligus menegaskan komitmen KPK dalam memberantas tindak pidana korupsi, khususnya yang melibatkan pejabat publik di daerah.

Hingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. Status hukum dan peran masing-masing pihak akan segera diumumkan setelah proses gelar perkara dilakukan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa praktik penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi masih menjadi tantangan serius dalam tata kelola pemerintahan daerah di Indonesia.

Jumat, 17 April 2026

PEMDES Muara dua Ucapkan selamat HUT ke 13 Kabupaten PALI

 

PALI – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang ke-13, Pemerintah Desa Muara Dua, Kecamatan Tanah Abang, turut menyampaikan ucapan selamat serta harapan bagi kemajuan daerah.

Kepala Desa Muara Dua, Winsa Obeni, menyampaikan bahwa momentum hari jadi Kabupaten PALI ini menjadi ajang penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pembangunan yang lebih maju dan merata.

“Atas nama Pemerintah Desa Muara Dua, kami mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun Kabupaten PALI yang ke-13. Semoga Kabupaten PALI semakin maju, berkembang, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujar Winsa Obeni.

Ia menilai, selama perjalanan pembangunan yang telah dilalui, Kabupaten PALI menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan di berbagai sektor. Namun demikian, menurutnya masih diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat agar pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Lebih lanjut, Winsa Obeni menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam mendukung program pembangunan daerah. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan serta meningkatkan semangat gotong royong.

“Dengan kebersamaan dan kerja sama yang baik, kita optimis Kabupaten PALI akan semakin maju dan mampu bersaing dengan daerah lain,” tambahnya.

Ia juga berharap agar ke depan pembangunan di Kabupaten PALI dapat semakin merata hingga ke seluruh pelosok desa, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Peringatan HUT Kabupaten PALI ke-13 ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi juga menjadi momentum refleksi sekaligus motivasi bagi semua pihak untuk terus berkontribusi dalam membangun daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Pemdes suka raja penukal Ucapkan Selamat HUT ke 13 Kabupaten PALI

 

PALI- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang jatuh pada 22 April 2026, ucapan selamat dan doa terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Pemerintah Desa Sukaraja, Kecamatan Penukal, yang turut menyampaikan apresiasi serta harapan bagi kemajuan daerah.

Kepala Desa Sukaraja, Ali Padilah, menilai bahwa perjalanan 13 tahun Kabupaten PALI bukan sekadar hitungan waktu, melainkan rangkaian proses panjang yang sarat dengan kerja keras, kolaborasi, dan komitmen dalam membangun daerah dari berbagai sektor.

“Atas nama Pemerintah Desa Sukaraja, kami dengan penuh rasa hormat mengucapkan selamat Hari Jadi ke-13 Kabupaten PALI. Semoga di usia yang semakin matang ini, PALI terus menunjukkan kemajuan yang signifikan, baik dari sisi pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” ujar Ali Padilah.

Ia juga menekankan bahwa momentum hari jadi merupakan waktu yang tepat untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat tekad dalam melanjutkan pembangunan yang berkesinambungan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, serta seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemajuan yang merata.

“Perjalanan yang telah dilalui tentu menjadi pijakan berharga untuk melangkah lebih jauh ke depan. Kami berharap Kabupaten PALI semakin solid dalam membangun, semakin adaptif terhadap tantangan zaman, serta mampu menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat luas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ali Padilah juga menyampaikan optimisme bahwa Kabupaten PALI ke depan akan tumbuh sebagai daerah yang tidak hanya maju secara pembangunan fisik, tetapi juga unggul dalam kualitas sumber daya manusia serta tata kelola pemerintahan yang baik.

Dengan semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap daerah, Pemerintah Desa Sukaraja berkomitmen untuk terus mendukung program-program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah, demi terciptanya Kabupaten PALI yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

Peringatan HUT ke-13 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kolaborasi, serta meneguhkan visi bersama dalam membangun Kabupaten PALI yang lebih gemilang di masa mendatang.

Pemdes Sinar dewa Ucapkan Selamat HUT ke 13 Kabupaten PALI

 

PALI – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang ke-13, Pemerintah Desa Sinar Dewa turut menyampaikan ucapan selamat serta harapan terbaik bagi kemajuan daerah.

Kepala Desa Sinar Dewa, Bambang Wibowo Husein, menyampaikan bahwa momentum hari jadi Kabupaten PALI ini menjadi kesempatan penting untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

“Atas nama Pemerintah Desa Sinar Dewa, kami mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun Kabupaten PALI yang ke-13. Semoga Kabupaten PALI semakin maju, berkembang, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujar Bambang Wibowo Husein.

Ia menilai, selama 13 tahun perjalanan Kabupaten PALI, berbagai capaian pembangunan telah dirasakan oleh masyarakat. Namun demikian, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat agar pembangunan dapat terus berjalan secara merata dan berkesinambungan.

Lebih lanjut, Bambang Wibowo Husein menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam mendukung program-program pembangunan daerah. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan serta meningkatkan semangat gotong royong.

“Dengan kebersamaan dan kerja sama yang baik, kita optimis Kabupaten PALI akan semakin maju dan mampu bersaing dengan daerah lain,” tambahnya.

Ia juga berharap agar ke depan pembangunan di Kabupaten PALI dapat semakin merata hingga ke seluruh pelosok desa, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Peringatan HUT Kabupaten PALI ke-13 ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi juga menjadi momentum refleksi serta motivasi bagi semua pihak untuk terus berkontribusi dalam membangun daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Pemdes beruge darat ucapkan selamat HUT ke 13 tahun kabupaten PALI

 

PALI – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang ke-13, Pemerintah Desa Beruge Darat turut menyampaikan ucapan selamat serta harapan terbaik bagi kemajuan daerah.

Kepala Desa Beruge Darat, Edi Arman, menyampaikan bahwa momentum hari jadi Kabupaten PALI ini menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

“Atas nama Pemerintah Desa Beruge Darat, kami mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun Kabupaten PALI yang ke-13. Semoga Kabupaten PALI semakin maju, berkembang, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujar Edi Arman.

Ia menilai, perjalanan pembangunan Kabupaten PALI selama 13 tahun telah menunjukkan berbagai capaian yang patut diapresiasi, baik dari segi infrastruktur maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, menurutnya masih diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat agar pembangunan dapat berjalan lebih optimal dan merata.

Lebih lanjut, Edi Arman menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam mendukung program pembangunan daerah. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kekompakan serta meningkatkan semangat gotong royong.

“Dengan kebersamaan dan kerja sama yang baik, kita optimis Kabupaten PALI akan semakin maju dan mampu bersaing dengan daerah lain,” tambahnya.

Ia juga berharap agar ke depan pembangunan di Kabupaten PALI dapat semakin merata hingga ke tingkat desa, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Peringatan HUT Kabupaten PALI ke-13 ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan motivasi bagi semua pihak untuk terus berkontribusi dalam membangun daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Kamis, 16 April 2026

Keren!!Suka raja penukal juara ditingkat kecamatan

 

Desa Sukaraja Penukal kembali mencatatkan capaian positif dengan meraih juara pertama dalam lomba Gemar Makan Ikan tingkat kecamatan. Prestasi ini hadir bukan sekadar sebagai kemenangan, melainkan sebagai cerminan dari kebersamaan dan kesadaran masyarakat dalam membangun pola hidup sehat secara perlahan namun konsisten.

Di balik capaian tersebut, terlihat peran aktif berbagai unsur di desa—mulai dari pemerintah desa, kader PKK, hingga warga yang turut ambil bagian dalam menghidupkan gerakan gemar makan ikan. Beragam olahan ikan yang ditampilkan tidak hanya menarik, tetapi juga sederhana dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga manfaatnya benar-benar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pendekatan yang dilakukan pun terbilang sederhana namun berdampak. Edukasi dilakukan secara bertahap, menyentuh keluarga-keluarga di desa, serta mengajak anak-anak untuk terbiasa mengonsumsi ikan sejak dini. Dari langkah-langkah kecil inilah, budaya hidup sehat mulai tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat.

Kepala Desa Sukaraja Penukal, Ali Padilah, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi penyemangat bagi desa untuk terus melangkah ke arah yang lebih baik.

“Alhamdulillah, ini adalah hasil dari kebersamaan masyarakat. Kami hanya berusaha menjalankan apa yang bisa kami lakukan dengan sederhana. Semoga ke depan, kebiasaan baik seperti gemar makan ikan ini bisa terus terjaga dan membawa manfaat bagi kesehatan warga,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal untuk terus menjaga konsistensi dan memperkuat kebiasaan positif di tengah masyarakat.


Dengan raihan ini, Desa Sukaraja Penukal di Kecamatan Penukal menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Sebuah capaian yang sederhana, namun sarat makna dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus bergerak maju dengan cara yang membumi.

“Hebat! Suka raja Penukal Terdepan Lewat Gemar Ikan”

 


Desa Suka raja , yang berada di wilayah Kecamatan Penukal, kembali mengukir prestasi membanggakan dengan meraih juara satu dalam lomba Gemar Makan Ikan tingkat kecamatan. Capaian ini bukan sekadar kemenangan seremonial, melainkan menjadi simbol keberhasilan kolektif masyarakat dalam membangun kesadaran akan pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber gizi utama bagi keluarga.

Keberhasilan tersebut lahir dari sinergi kuat antara pemerintah desa, kader PKK, serta partisipasi aktif masyarakat yang secara konsisten menggaungkan pola hidup sehat melalui konsumsi ikan. Berbagai inovasi ditampilkan dalam lomba tersebut, mulai dari kreasi olahan ikan yang menarik dan bernilai gizi tinggi, hingga metode edukasi yang kreatif dalam mengajak anak-anak dan ibu rumah tangga untuk gemar mengonsumsi ikan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya menonjol dari sisi kreativitas, Desa Sukaraja juga dinilai unggul dalam hal keberlanjutan program. Gerakan gemar makan ikan di desa ini telah menjadi budaya yang terus dijaga, bukan sekadar kegiatan sesaat untuk kepentingan lomba. Hal ini terlihat dari konsistensi kegiatan sosialisasi, pelatihan pengolahan ikan, hingga pemanfaatan potensi lokal yang mendukung ketersediaan ikan bagi masyarakat.

Kepala Desa Sukaraja Ali padhila dalam keterangannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi ini. Ini bukan hanya kemenangan bagi pemerintah desa, tetapi kemenangan seluruh masyarakat Desa Sukaraja. Gerakan gemar makan ikan ini akan terus kami dorong sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan dan kualitas generasi ke depan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa ke depan, Desa Sukaraja akan terus berinovasi dan memperkuat program-program berbasis kesehatan masyarakat, sehingga prestasi yang diraih tidak berhenti di tingkat kecamatan saja, tetapi mampu bersaing hingga ke tingkat yang lebih tinggi.

Dengan keberhasilan ini, Desa Sukaraja semakin menegaskan posisinya sebagai desa yang progresif dan peduli terhadap kesehatan masyarakat. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Penukal untuk turut menggalakkan gerakan gemar makan ikan sebagai langkah nyata dalam menciptakan masyarakat yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Geger! Wabup PALI Iwan Tuaji Diamankan Kejati Sumsel, Dugaan Suap Fee Proyek Jadi Sorotan

  PALI – Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) diguncang kabar besar yang menyita perhatian masyarakat pada Rabu (3/6/2026). Wakil Bup...