Kamis, 17 September 2026

Hari PMI, Kapolsek Penukal Abab Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian dan Waspada Karhutla

 

PALI — Peringatan Hari Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi momentum untuk kembali meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta semangat saling membantu di tengah masyarakat. Semangat tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan upaya bersama menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat, termasuk dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kapolsek Penukal Abab, AKP Sumartono, S.E., menyampaikan ucapan selamat Hari PMI sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Menurutnya, semangat kemanusiaan tidak hanya diwujudkan ketika terjadi bencana atau keadaan darurat, tetapi juga melalui langkah pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama. Mencegah terjadinya bencana merupakan bentuk kepedulian yang sangat penting karena dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.

“Selamat Hari PMI. Semoga semangat kemanusiaan, kepedulian dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat. Kepedulian itu bukan hanya hadir ketika musibah terjadi, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama mencegah agar musibah tidak terjadi,” ujar AKP Sumartono.

Ia menegaskan, salah satu bentuk kepedulian yang saat ini perlu mendapat perhatian bersama adalah menjaga lingkungan dari potensi karhutla. Kondisi lahan yang kering, terutama pada musim kemarau, dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran apabila masyarakat tidak berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berhubungan dengan api.

Karena itu, Kapolsek mengimbau masyarakat Penukal Abab agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta tidak meninggalkan api dalam kondisi masih menyala, termasuk setelah melakukan aktivitas di kebun maupun lahan terbuka.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas apabila kondisi lahan kering dan angin cukup kuat. Dampaknya bukan hanya terhadap lahan, tetapi juga dapat mengancam permukiman, kesehatan masyarakat dan keselamatan bersama,” tegasnya.

AKP Sumartono juga mengajak masyarakat untuk tidak menganggap persoalan karhutla sebagai tanggung jawab aparat semata. Pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dunia usaha hingga unsur terkait lainnya.

Menurutnya, masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan dan lahan di sekitarnya. Dengan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat, potensi kebakaran dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum api semakin membesar.

“Kalau melihat adanya titik api atau kebakaran, segera laporkan kepada pihak terkait. Jangan menunggu api membesar. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan,” katanya.

Selain mengingatkan bahaya kebakaran, Kapolsek juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat di tengah ancaman asap akibat karhutla. Asap kebakaran dapat mengganggu kualitas udara dan berpotensi mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Dalam konteks Hari PMI, kepedulian terhadap persoalan tersebut menjadi bagian dari semangat kemanusiaan. Menjaga agar lingkungan tetap aman dan udara tetap bersih merupakan bentuk tanggung jawab bersama terhadap kehidupan masyarakat saat ini maupun generasi mendatang.

Peringatan Hari PMI pun diharapkan tidak berhenti pada ucapan dan kegiatan seremonial. Nilai kemanusiaan, solidaritas dan gotong royong harus diterjemahkan dalam tindakan nyata di tengah kehidupan masyarakat.

Kapolsek Penukal Abab mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari menjaga kehidupan. Setiap warga memiliki peran, sekecil apa pun, dalam mencegah terjadinya karhutla.

“Mari kita jadikan momentum Hari PMI ini sebagai pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Menjaga lingkungan, mencegah kebakaran dan saling mengingatkan adalah bagian dari kepedulian kita terhadap keselamatan bersama,” pungkas AKP Sumartono.

Dengan semangat kemanusiaan dan gotong royong, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa pencegahan karhutla bukan semata-mata persoalan penegakan hukum, melainkan juga persoalan kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama. Lingkungan yang aman, sehat dan bebas dari ancaman kebakaran menjadi kepentingan seluruh masyarakat.

Rabu, 16 September 2026

Hari PMI 2026, Momentum Memperkuat Semangat Kemanusiaan dan Kepedulian di Kabupaten PALI

 

PALI — Peringatan Hari Palang Merah Indonesia (PMI) yang diperingati setiap 17 September menjadi momentum penting untuk kembali menguatkan semangat kemanusiaan, kepedulian sosial, serta solidaritas di tengah masyarakat.

Hari PMI bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kemanusiaan harus terus hadir dalam kehidupan sehari-hari. PMI memiliki peran dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari pelayanan donor darah, penanganan kebencanaan, pertolongan pertama, hingga kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), semangat tersebut diharapkan terus tumbuh melalui keterlibatan PMI bersama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat.

Ketua PMI Kabupaten PALI, Harun S.H.M.H, dalam pesan Hari PMI menekankan pentingnya membangun budaya saling peduli dan membantu tanpa membedakan latar belakang masyarakat.

“Hari PMI hendaknya tidak hanya kita maknai sebagai sebuah peringatan, tetapi sebagai momentum untuk kembali mengingat bahwa kemanusiaan merupakan tanggung jawab kita bersama. PMI akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, membantu mereka yang membutuhkan, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan semangat gotong royong.”

Menurutnya, kekuatan PMI tidak hanya terletak pada organisasi, tetapi juga pada keberadaan para relawan dan masyarakat yang dengan sukarela memberikan waktu, tenaga, pikiran, bahkan darahnya untuk membantu sesama.

Donor darah, misalnya, merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian yang sederhana namun memiliki arti besar bagi orang lain. Darah yang disumbangkan seorang pendonor dapat menjadi harapan bagi pasien yang membutuhkan transfusi dalam kondisi tertentu.

“Setetes darah yang kita berikan mungkin terlihat sederhana bagi kita, tetapi bagi orang lain bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti. Karena itu, kami mengajak masyarakat PALI untuk terus meningkatkan kepedulian, termasuk melalui donor darah dan berbagai kegiatan sosial kemanusiaan lainnya,” ujar Harun.

Ia juga menyampaikan bahwa tantangan kemanusiaan di tengah masyarakat dapat muncul kapan saja, termasuk ketika terjadi bencana, kecelakaan, maupun kondisi darurat lainnya. Karena itu, kesiapsiagaan relawan dan kekuatan koordinasi menjadi bagian penting dalam mendukung kerja-kerja kemanusiaan.

PMI PALI, lanjutnya, diharapkan tidak hanya bergerak ketika terjadi keadaan darurat, tetapi juga aktif membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hidup sehat, kesiapsiagaan menghadapi bencana, pertolongan pertama, serta kepedulian terhadap sesama.

“Kita ingin PMI PALI terus tumbuh menjadi organisasi kemanusiaan yang dekat dengan masyarakat. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, semangat kemanusiaan harus menjadi yang pertama hadir. Karena pada akhirnya, yang kita bangun bukan hanya sebuah organisasi, tetapi rasa persaudaraan dan kepedulian di tengah masyarakat,” tuturnya.

Peringatan Hari PMI juga menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada para relawan yang selama ini bekerja dengan semangat kemanusiaan. Mereka merupakan bagian penting dalam berbagai kegiatan PMI dan kerap berada di lapangan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Harun berharap semangat kerelawanan tersebut dapat terus diwariskan kepada generasi muda di Kabupaten PALI. Anak-anak muda dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan baru dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

“Mari kita jadikan Hari PMI sebagai momentum untuk memperkuat rasa kemanusiaan. Jangan menunggu menjadi orang besar untuk berbuat baik. Dari hal-hal kecil, dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar, dari membantu tetangga, dari mendonorkan darah, semuanya merupakan bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat PALI menjadikan semangat “kemanusiaan tanpa batas” sebagai nilai yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Sebab, menurutnya, kepedulian tidak mengenal perbedaan dan pertolongan tidak seharusnya diberikan hanya kepada mereka yang memiliki hubungan dekat.

Dengan semangat tersebut, Hari PMI di Kabupaten PALI diharapkan menjadi pengingat bahwa keberadaan PMI bukan hanya tentang organisasi, seragam, ataupun kegiatan seremonial, melainkan tentang manusia yang hadir untuk membantu manusia lainnya.

“Selamat Hari PMI. Mari terus menebarkan kepedulian, memperkuat solidaritas, dan bersama-sama membangun PALI yang semakin peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Setetes darah, sejuta harapan,” tutup Harun S.H.M.H.

Sosialisasi dan Rapat Pra Pelaksanaan Dana Desa Tahap II, Pemdes Beruge Darat Perkuat Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas

  TALANG UBI, PALI — Pemerintah Desa Beruge Darat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), melaksanakan kegiatan ...