PALI — Peringatan Hari Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi momentum untuk kembali meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta semangat saling membantu di tengah masyarakat. Semangat tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan upaya bersama menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat, termasuk dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kapolsek Penukal Abab, AKP Sumartono, S.E., menyampaikan ucapan selamat Hari PMI sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Menurutnya, semangat kemanusiaan tidak hanya diwujudkan ketika terjadi bencana atau keadaan darurat, tetapi juga melalui langkah pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama. Mencegah terjadinya bencana merupakan bentuk kepedulian yang sangat penting karena dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.
“Selamat Hari PMI. Semoga semangat kemanusiaan, kepedulian dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat. Kepedulian itu bukan hanya hadir ketika musibah terjadi, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama mencegah agar musibah tidak terjadi,” ujar AKP Sumartono.
Ia menegaskan, salah satu bentuk kepedulian yang saat ini perlu mendapat perhatian bersama adalah menjaga lingkungan dari potensi karhutla. Kondisi lahan yang kering, terutama pada musim kemarau, dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran apabila masyarakat tidak berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berhubungan dengan api.
Karena itu, Kapolsek mengimbau masyarakat Penukal Abab agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta tidak meninggalkan api dalam kondisi masih menyala, termasuk setelah melakukan aktivitas di kebun maupun lahan terbuka.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas apabila kondisi lahan kering dan angin cukup kuat. Dampaknya bukan hanya terhadap lahan, tetapi juga dapat mengancam permukiman, kesehatan masyarakat dan keselamatan bersama,” tegasnya.
AKP Sumartono juga mengajak masyarakat untuk tidak menganggap persoalan karhutla sebagai tanggung jawab aparat semata. Pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dunia usaha hingga unsur terkait lainnya.
Menurutnya, masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan dan lahan di sekitarnya. Dengan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat, potensi kebakaran dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum api semakin membesar.
“Kalau melihat adanya titik api atau kebakaran, segera laporkan kepada pihak terkait. Jangan menunggu api membesar. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan,” katanya.
Selain mengingatkan bahaya kebakaran, Kapolsek juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat di tengah ancaman asap akibat karhutla. Asap kebakaran dapat mengganggu kualitas udara dan berpotensi mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Dalam konteks Hari PMI, kepedulian terhadap persoalan tersebut menjadi bagian dari semangat kemanusiaan. Menjaga agar lingkungan tetap aman dan udara tetap bersih merupakan bentuk tanggung jawab bersama terhadap kehidupan masyarakat saat ini maupun generasi mendatang.
Peringatan Hari PMI pun diharapkan tidak berhenti pada ucapan dan kegiatan seremonial. Nilai kemanusiaan, solidaritas dan gotong royong harus diterjemahkan dalam tindakan nyata di tengah kehidupan masyarakat.
Kapolsek Penukal Abab mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari menjaga kehidupan. Setiap warga memiliki peran, sekecil apa pun, dalam mencegah terjadinya karhutla.
“Mari kita jadikan momentum Hari PMI ini sebagai pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Menjaga lingkungan, mencegah kebakaran dan saling mengingatkan adalah bagian dari kepedulian kita terhadap keselamatan bersama,” pungkas AKP Sumartono.
Dengan semangat kemanusiaan dan gotong royong, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa pencegahan karhutla bukan semata-mata persoalan penegakan hukum, melainkan juga persoalan kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama. Lingkungan yang aman, sehat dan bebas dari ancaman kebakaran menjadi kepentingan seluruh masyarakat.

