PALI — Perjuangan melawan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tanjung Kurung, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, kini resmi memasuki hari kelima. Meski kobaran api di permukaan tanah berhasil diredam oleh tim gabungan, ancaman sesungguhnya belum usai. Karakteristik lahan yang didominasi oleh tanah gambut tebal menyebabkan bara api menjalar dan terperangkap di bawah permukaan, secara terus-menerus memproduksi kepulan asap putih pekat yang menyelimuti area sekitarnya.
Sejak fajar menyingsing, puluhan personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI bersama jajaran aparat desa dan masyarakat setempat bahu-membahu menembus vegetasi yang hangus. Dengan mengandalkan mesin pompa air portabel bertekanan tinggi serta membentang jejaring selang puluhan meter, tim gabungan terus melakukan teknik penyiraman mendalam (blackoutting). Langkah ini menjadi krusial karena pembasahan dangkal tidak akan mampu menjangkau titik api yang bersembunyi di kedalaman 1 hingga 2 meter di bawah lapisan gambut yang mengering.
Tantangan di lapangan tergolong berat. Selain material gambut yang sangat mudah terbakar dan menyimpan panas tinggi, embusan angin kencang serta cuaca terik kerap memicu munculnya titik asap baru (re-ignite). Kendati demikian, koordinasi yang padu antara teknis pemadaman dari BPBD PALI dan ketangguhan swadaya warga Tanjung Kurung menjadi benteng utama dalam mengendalikan pergerakan api agar tidak mendekati area pemukiman maupun perkebunan produktif milik warga.
Kepala Desa Tanjung Kurung, Taufik, yang turun langsung memimpin koordinasi lapangan dan mendampingi warga di titik-titik krusial, menegaskan bahwa penanganan bencana ini mengedepankan transparansi, ketangguhan, serta akuntabilitas kinerja di setiap level.
"Kebakaran lahan gambut adalah ujian ketahanan yang sesungguhnya. Apa yang kita hadapi hari ini bukan lagi sekadar memadamkan lidah api yang terlihat oleh mata, melainkan perjuangan tuntas untuk menaklukkan bara yang tersembunyi di kedalaman bumi. Memasuki hari kelima ini, jajaran Pemerintah Desa Tanjung Kurung bersama BPBD Kabupaten PALI dan seluruh elemen masyarakat menegaskan komitmen pantang surut sebelum situasi benar-benar aman.
Setiap langkah penanganan yang kami jalankan berbasis pada akuntabilitas tindakan dan kepedulian ekologis. Kami memastikan alokasi sumber daya, pengerahan personil, hingga koordinasi taktis di lapangan berjalan efektif dan dapat dipertanggungjawabkan demi keselamatan warga. Ini adalah bentuk komitmen moral kami: melindungi ruang hidup masyarakat, menjaga kualitas udara, serta memastikan ekosistem Desa Tanjung Kurung tetap lestari bagi generasi mendatang."
Hingga berita ini diturunkan, operasi pendinginan dan penyiraman intensif terus difokuskan pada sektor-sektor kritis dengan pekat asap tertinggi. Pemerintah Desa Tanjung Kurung bersama BPBD PALI juga terus memperketat pengawasan jalur masuk lahan, mendirikan posko siaga, serta mengimbau dengan keras agar tidak ada pihak mana pun yang melakukan pembersihan atau pembukaan lahan dengan cara membakar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar