Sabtu, 05 September 2026

Musim Kemarau, Kades Prabumenang Eko Purwanto Imbau Warga Waspada Karhutla dan Tidak Bermain Api

 



PALI — GARDAFAKTA 

Memasuki musim kemarau yang ditandai dengan kondisi cuaca panas dan meningkatnya risiko lahan serta kawasan hutan mengalami kekeringan, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Desa Prabumenang, Eko Purwanto, kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Prabumenang, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di lahan terbuka, perkebunan maupun kawasan yang berbatasan dengan hutan.

Menurut Eko, kondisi kemarau membuat rumput, semak belukar, daun kering dan berbagai material yang mudah terbakar menjadi sangat rentan tersulut api. Dalam kondisi seperti ini, api yang awalnya kecil dan dianggap sepele dapat dengan cepat membesar serta merambat ke area lainnya apabila tidak segera dikendalikan.

Karena itu, dirinya meminta masyarakat tidak bermain api sembarangan dan tidak melakukan pembakaran di lahan, baik untuk membersihkan kebun maupun kegiatan lainnya.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Prabumenang, agar di musim kemarau ini benar-benar berhati-hati dengan api. Jangan bermain api, apalagi membakar lahan atau di kawasan hutan, karena kondisi sekarang sangat mudah terbakar dan api bisa cepat menyebar," ujar Eko.

Ia menegaskan, pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa maupun petugas pemadam kebakaran. Peran masyarakat sangat penting karena sebagian besar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini apabila warga memiliki kepedulian dan kewaspadaan bersama.

Eko juga mengingatkan warga yang beraktivitas di kebun maupun lahan agar tidak meninggalkan sumber api dalam kondisi masih menyala. Termasuk ketika masyarakat membuat api untuk keperluan tertentu, harus dipastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

"Kalau memang ada aktivitas yang menggunakan api, harus benar-benar diperhatikan dan dipastikan sudah padam. Jangan sampai ditinggalkan begitu saja, karena kita tidak tahu kondisi angin dan lingkungan sekitar. Lebih baik mencegah daripada nanti terjadi kebakaran yang dampaknya merugikan kita semua," katanya.

Selain mengancam lahan dan perkebunan, kebakaran juga dapat menimbulkan dampak yang lebih luas, mulai dari kerusakan lingkungan, hilangnya vegetasi, terganggunya aktivitas masyarakat hingga munculnya asap yang dapat mengurangi kualitas udara.

Menurut Eko, kesadaran masyarakat menjadi benteng pertama dalam mencegah terjadinya karhutla. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh warga untuk saling mengingatkan apabila melihat adanya aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun pihak terkait apabila menemukan titik api atau kebakaran di sekitar permukiman, perkebunan maupun kawasan hutan. Penanganan yang cepat dinilai sangat penting agar api tidak semakin meluas dan sulit dikendalikan.

"Kalau melihat ada titik api, jangan dibiarkan. Segera laporkan kepada pemerintah desa atau pihak terkait supaya bisa ditindaklanjuti secepatnya. Jangan menunggu api membesar, karena kalau sudah meluas tentu penanganannya akan jauh lebih sulit," tegasnya.

Eko berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga wilayah Desa Prabumenang agar tetap aman selama musim kemarau. Menurutnya, menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran merupakan bentuk tanggung jawab bersama sekaligus upaya melindungi sumber penghidupan masyarakat yang banyak bergantung pada sektor perkebunan dan lahan.

Ia menambahkan, pemerintah desa akan terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Sosialisasi dan komunikasi dengan masyarakat dinilai penting agar pencegahan karhutla tidak hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi dimulai sejak munculnya potensi ancaman.

"Mari kita sama-sama menjaga wilayah kita. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kita jaga lingkungan, kita jaga kebun dan hutan kita. Yang paling penting jangan sampai karena kelalaian kita, api justru merugikan diri sendiri maupun masyarakat lainnya," pungkas Eko Purwanto.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kepedulian masyarakat, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau dapat ditekan. Pemerintah Desa Prabumenang pun mengajak seluruh warga untuk mengedepankan pencegahan, karena satu percikan api yang tidak terkendali dapat berubah menjadi bencana yang berdampak luas bagi masyarakat dan lingkungan.

Jumat, 04 September 2026

Sumur Bor Hadir di Desa Kota Baru, Qolbi Desma: Manfaatnya Sangat Besar bagi Masyarakat

 

PALI — Pembangunan sumur bor di Desa Kota Baru menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya di tengah kondisi musim kering yang kerap menyebabkan sumber-sumber air di wilayah pedesaan mengalami penyusutan bahkan mengering. Kehadiran sumur bor tersebut dinilai memiliki manfaat yang sangat besar, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu sumber air yang dapat dimanfaatkan ketika terjadi kondisi darurat, termasuk dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Kepala Desa Kota Baru, Qolbi Desma, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terealisasinya pembangunan sumur bor tersebut. Menurutnya, fasilitas itu hadir pada waktu yang sangat dibutuhkan masyarakat, mengingat kondisi sumber air di sejumlah wilayah saat ini cukup memprihatinkan.

“Manfaatnya sangat besar sekali bagi masyarakat. Apalagi kita melihat kondisi sekarang, ketika musim kemarau dan sering terjadi karhutla. Sumur bor ini tentu sangat membantu sebagai sumber air yang bisa dimanfaatkan ketika dibutuhkan. Di sumur-sumur gali maupun sungai-sungai, hampir 95 persen kondisinya sudah kering,” ujar Qolbi Desma.

Menurut Qolbi, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa keberadaan sumber air seperti sumur bor sangat penting bagi masyarakat Desa Kota Baru. Ketika sumber air alami seperti sungai dan sumur gali mengalami kekeringan, masyarakat membutuhkan alternatif sumber air yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun menghadapi situasi tertentu di lapangan.

Selain untuk kebutuhan masyarakat, Qolbi menilai keberadaan sumur bor juga dapat menjadi bagian dari kesiapsiagaan desa dalam menghadapi potensi karhutla. Terlebih, kondisi lahan yang kering pada musim kemarau dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Dengan tersedianya sumber air, masyarakat bersama pihak terkait memiliki salah satu fasilitas yang dapat mendukung upaya penanganan apabila terjadi keadaan darurat.

Atas pembangunan sumur bor tersebut, Qolbi Desma menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, beserta pemerintah pusat dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di daerah.

“Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, atas perhatian kepada masyarakat melalui pembangunan fasilitas seperti ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi yang telah bersinergi sehingga pembangunan ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Kota Baru,” ungkapnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Qolbi kepada Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) beserta jajaran Pemerintah Kabupaten PALI yang dinilai terus mendukung berbagai program pembangunan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

“Tidak lupa kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati PALI beserta jajaran Pemerintah Kabupaten PALI. Dukungan dan perhatian pemerintah daerah sangat kami apresiasi. Semoga sinergi seperti ini dapat terus berjalan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Qolbi juga memberikan apresiasi khusus kepada Dandim 0404/Muara Enim beserta jajaran TNI yang telah turut membantu proses pembangunan sumur bor di Desa Kota Baru. Menurutnya, keterlibatan TNI menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan sinergi antara aparat, pemerintah, serta masyarakat dalam menjawab kebutuhan di lapangan.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dandim 0404/Muara Enim dan seluruh jajaran TNI yang telah membantu pembangunan sumur bor ini. Terima kasih atas tenaga, waktu, dan kepedulian yang diberikan untuk masyarakat kami. Ini sangat berarti bagi Desa Kota Baru,” ujar Qolbi.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten PALI, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, pembangunan yang dilakukan secara bersama-sama akan memberikan dampak yang lebih besar apabila benar-benar diarahkan pada kebutuhan masyarakat.

Qolbi juga mengajak masyarakat Desa Kota Baru untuk bersama-sama menjaga keberadaan sumur bor tersebut. Ia menilai fasilitas yang telah dibangun harus dirawat dan dimanfaatkan secara bijak agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat sumur bor ini. Jangan sampai setelah dibangun kemudian tidak dijaga. Ini merupakan fasilitas untuk kepentingan masyarakat, sehingga mari kita manfaatkan dan pelihara bersama,” tuturnya.

Lebih lanjut, Qolbi berharap keberadaan sumur bor tersebut dapat memberikan rasa aman dan manfaat bagi masyarakat, terutama ketika menghadapi musim kemarau. Selain membantu memenuhi kebutuhan air, tersedianya sumber air juga diharapkan dapat mendukung kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi karhutla yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

“Sekali lagi, kami atas nama Pemerintah Desa Kota Baru dan masyarakat mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Bapak Bupati PALI beserta jajaran, Bapak Dandim 0404/Muara Enim beserta jajaran TNI, serta seluruh pihak yang telah bersinergi dan membantu terwujudnya pembangunan sumur bor ini. Semoga apa yang telah diberikan menjadi amal kebaikan dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Qolbi Desma.



Dengan hadirnya sumur bor tersebut, Desa Kota Baru kini memiliki tambahan sumber air yang diharapkan mampu menjawab sebagian kebutuhan masyarakat, khususnya di tengah kondisi sumber air yang semakin terbatas pada musim kemarau. Pemerintah desa pun berharap fasilitas tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga ketersediaan air sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.

Sosialisasi dan Rapat Pra Pelaksanaan Dana Desa Tahap II, Pemdes Beruge Darat Perkuat Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas

  TALANG UBI, PALI — Pemerintah Desa Beruge Darat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), melaksanakan kegiatan ...